{"id":17701,"date":"2017-12-18T18:42:09","date_gmt":"2017-12-18T11:42:09","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=17701"},"modified":"2017-12-19T13:24:39","modified_gmt":"2017-12-19T06:24:39","slug":"kebangkitan-mario-gotze","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/","title":{"rendered":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund"},"content":{"rendered":"<p>Suatu kali, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/hikayat-messi-dari-jerman-mario-gotze\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mario G\u00f6tze<\/a> pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Namanya menjadi kunci skuat Dortmund-nya J\u00fcrgen Klopp yang mendominasi Bundesliga dari tahun 2010 hingga 2012, sekaligus ketika berhasil melaju hingga final <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/eropa\/champions-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Liga Champions<\/a> 2013. G\u00f6tze punya kecepatan, olah bola yang sangat baik, dan teknik mengumpan kelas dunia yang membuatnya dibandingkan dengan Lionel Messi kala muda.<\/p>\n<p>G\u00f6tze sudah membela timnas Jerman sejak tahun 2010 dan diprediksi kelak akan menjadi legenda bersama Borussia Dortmund, bergabung dengan nama-nama berkaliber besar seperti Andreas M\u00f6ller, J\u00fcrgen Kohler, Sebastian Kehl, Stefan Reuter, dan pemenang <em>Ballon d\u2019Or<\/em>, Matthias Sammer.<\/p>\n<p>Namun sungguh disayangkan, terutama bagi pendukung Dortmund dan suporter Bundesliga, bahwa satu lagi anak muda fenomenal bakal dicuri dari tim papan atas Bundesliga oleh sang penguasa, FC Bayern M\u00fcnchen. Meroketnya nama G\u00f6tze menjadi dipertanyakan ketika seorang pemain muda sensasional akan menghadapi persaingan berat memperebutkan satu tempat di skuat Bayern asuhan Pep Guardiola.<\/p>\n<p>Yang diramalkan banyak orang betul-betul terwujud. Setelah tiga tahun mengecewakan bersama Bayern, \u201cSuper\u201d Mario G\u00f6tze kembali ke rumah pertamanya di Bundesliga, Borussia Dortmund, pada jendela transfer musim panas 2016.<\/p>\n<p>Sekarang, si pemain sendiri menyesali keputusannya bergabung bersama Bayern. Oleh sebab itu, G\u00f6tze begitu termotivasi untuk memperbaiki keadaan dengan <em>Yellow Wall<\/em>, suporter Dortmund, sekaligus memperbaiki karier yang stagnan.<\/p>\n<p>Pernah menjadi pemain paling populer bagi <em>Die Schwarz-Gelben<\/em><em>, <\/em>G\u00f6tze harus membangun ulang kepercayaan yang sebelumnya sudah terbangun dengan Dortmund, menyembuhkan luka yang ia goreskan di hati Dortmund, setelah justru bergabung dengan sang rival, Bayern. Sebagai akibat penurunan performa selama membela Bayern, G\u00f6tze harus berjuang mendapatkan hak satu tempat di tim utama Dortmund, sesuatu yang dahulu dianggap formalitas belaka.<\/p>\n<p>Jalan G\u00f6tze menuju penebusan bersama Dortmund terasa terjal. Setelah beberapa bulan awal yang tidak konsisten bersama Dortmund, G\u00f6tze terlihat mulai menemukan pijakan. Namun, sayangnya, G\u00f6tze dipaksa mengakhiri musim 2016\/2017 lebih awal, tepatnya di bulan Januari, setelah hanya mencatatkan 786 menit di Bundesliga.<\/p>\n<p>Saat itu, G\u00f6tze dipandang sebagai salah satu dari 10 gelandang serang terbaik di Jerman. Ia membukukan 83 persen umpan sukses, dengan 55 persen terjadi di dalam kotak penalti lawan. G\u00f6tze berada dalam jalur yang tepat menuju kelas elite Bundesliga, meski memang, perjalanannya masih jauh.<\/p>\n<p>G\u00f6tze sendiri dipaksa mengakhiri musimnya secara mendadak karena cedera. Namun bukan sembarang cedera. G\u00f6tze didiagnosis punya <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/perihal-penyakit-misterius-mario-gotze\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kelainan yang langka di metabolismenya<\/a>, yang dipercaya memengaruhi performanya ketika masih membela Bayern. Situasi ini membuat kritikan deras yang ia terima semasa bermukim di <em>S\u00e4benerstrasse <\/em><em>dipertanyakan.<\/em><\/p>\n<p>G\u00f6tze, yang begitu sering absen ketika membela Bayern yang dilatih Guardiola, nampak kesulitan membangun kebugarannya. Di mana letak salahnya? Buruknya pemahaman taktik si pemain? Apakah Pep Guardiola, pada dasarnya, memang tak membutuhkan pemain dengan spesifikasi seperti G\u00f6tze? Atau, apakah karena G\u00f6tze sendiri yang tak bisa menjaga kebugarannya untuk bersaing memperebutkan satu tempat di skuat Bayern dan tampil secara rutin?<\/p>\n<p>Apapun sumber masalah yang menyebabkan waktunya bersama Bayern berakhir dengan kekecewaan (sebuah topik yang bisa memicu perdebatan panjang), saat ini, G\u00f6tze tak hanya sekadar memperjuangkan satu tempat di tim utama Dortmund, namun untuk kariernya.<\/p>\n<p>Dari puncak kejayaan seperti ketika mencetak gol untuk kemenangan Jerman di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/dunia\/piala-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia<\/a> 2014, menuju lembah kekecewaan sembari memperjuangkan eksistensinya sebagai pesepak bola profesional, membutuhkan keteguhan hati. G\u00f6tze menunjukkan keteguhan hatinya di musim panas yang lalu seiring rehabilitasinya untuk menyembuhkan kelainan metabolisme dimulai.<\/p>\n<p>Tak pernah, sekali saja, G\u00f6tze menunjukkan tanda-tanda sebagai orang yang kalah. Sikap positif ini menjadi pesan yang jelas bahwa tak hanya akan kembali bermain untuk Dortmund suatu hari nanti, G\u00f6tze akan menjadi pesepak bola yang lebih hebat, melebihi performanya di tahun-tahun awal bersama raksasa <em>Ruhrgebiet<\/em><em>, termasuk dua kali menjadi juara. Proses ini akan menjadi pertarungan yang panjang nan berat melawan ketidakpastian. Keyakinan <\/em>Mario G\u00f6tze tak akan goyah ketika menghadapi cobaan ini.<\/p>\n<h3><strong>Kemunculan kedua Super Mario<\/strong><\/h3>\n<p>G\u00f6tze memulai rehabilitasi panjang dan melalahkan melawan penyakit langka ini langsung setelah diagnosanya keluar. G\u00f6tze didiagnosis menderita <em>myopathy<\/em>, sebuah kelainan langka yang menyebabkan melemahnya otot dan kelelahan. Program rehabilitasinya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan diintensifkan setiap minggunya.<\/p>\n<p>Setelah hampir sembilan bulan menjalani latihan intensif, G\u00f6tze bergabung bersama rekan-rekannya di akhir Juli, di tengah kegiatan pra-musim Dortmund dengan menjalani tur musim panas di Asia. Ketika melawan tim Jepang, Urawa Reds, akhirnya, G\u00f6tze merasakan menit pertamanya sejak Februari. Begini komentar G\u00f6tze terkait setelah berhasil kembali bermain bersama tim utama:<\/p>\n<p>\u201cYa, ini momen yang luar biasa. Saya sudah menjalani rehabilitasi selama lima bulan. Selama masa rehab, saya tidak bisa berlatih bersama tim. Jadi, momen ini menjadi terasa semakin indah bagi saya ketika kembali bisa bergabung dan berlatih bersama mereka lagi.\u201d<\/p>\n<p>Peter Bosz direkrut di bulan Juni untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat, yang mana justru menjadi kabar baik untuk G\u00f6tze. G\u00f6tze nampak tak cocok dengan sistem bermain Tuchel dan sering tak mendapatkan kesempatan bermain, bahkan ketika ia bugar.<\/p>\n<p>G\u00f6tze adalah pilihan pertama Bosz dalam skema 4-3-3 yang dibawa dari Ajax Amsterdam. Ketika musim 2017\/2018 berjalan, G\u00f6tze harus melakoni beberapa penyesuaian selama beberapa supaya mencapai level kebugaran yang dibutuhkan untuk bermain selama 90 menit penuh.<\/p>\n<p>Akhirnya, G\u00f6tze bisa bermain 90 menit penuh di penampilan keempat ketika dengan meyakinkan, Dortmund mengalahkan Borussia M\u00f6nchengladbach dengan skor 6-1. Berbeda dengan ketika dilatih Tuchel, kemampuan G\u00f6tze nampak cocok dengan filosofi menyerang Bosz secara sempurna.<\/p>\n<p>G\u00f6tze kembali bermain ketika melawan Wolfsburg. Dortmund menang dengan skor 3-0 dan G\u00f6tze sendiri bermain sangat baik selama 61 menit dengan mencetak satu asis. Pencapaian yang baik membuat Dortmund berhasil duduk di peringkat pertama Bundesliga setelah tujuh pertandingan.<\/p>\n<p>Namun sayang, euforia tersebut berlangsung singkat. Meski sudah berjuang sekeras mungkin, Dortmund gagal terhindar dari performa buruk yang membuat mereka anjlok ke papan tengah selama putaran pertama Bundesliga. Cedera, dikombinasikan dengan keputusan-keputusan buruk Peter Bosz dan taktik yang terlalu kaku, membuat Dortmund terus-menerus kehilangan poin di delapan pertandingan.<\/p>\n<p>Sementara itu, G\u00f6tze tetap bisa mempertahankan level tinggi performanya dan secara konsisten menjadi salah satu penampil terbaik. G\u00f6tze tampil di 10 pertandingan untuk Dortmund di Bundesliga dan lima kali di Liga Champions, sebelum cedera ligamen di kakinya membuat G\u00f6tze harus kehilangan empat minggu karena absen sepanjang <em>Hinrunde<\/em> (putaran pertama) Bundesliga.<\/p>\n<h3><strong>Meraba masa depan Mario G\u00f6tze<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagai risiko buruknya lini pertahanan Dortmund, manajemen tak punya pilihan lain selain memecat Peter Bosz, terutama setelah bermain sangat mengecewakan ketika melawan Werder Bremen.<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, Dortmund menunjuk Peter St\u00f6ger, pelatih yang membawa FC K\u00f6ln, dari 2. Bundesliga menuju kompetisi Eropa pertama bagi klub sejak seperempat abad yang lalu. Terlepas dari buruknya penampilan K\u00f6ln musim ini, St\u00f6ger adalah pelatih yang cakap dan mungkin akan menjadi sosok yang tepat, di waktu yang juga tepat untuk Dortmund.<\/p>\n<p>Saat ini, G\u00f6tze tengah menjalani pemulihan dari cedera yang ia derita ketika tampil di <em>Revierderby\u00a0<\/em><em>melawan FC Schalke. Performa <\/em>G\u00f6tze di laga tersebut adalah performa terbaiknya sejak kemenangan di awal musim atas VfL Wolfsburg.<\/p>\n<p>Januari nanti, tepatnya di <em>R\u00fcckrunde\u00a0<\/em><em>(putaran kedua), seharusnya <\/em>G\u00f6tze sudah bisa bermain. Peran dan posisinya masih belum jelas lantaran filosifi St\u00f6ger tentu sangat berbeda dengan yang dibawa Peter Bosz. Diperkirakan, G\u00f6tze tetap akan menjadi pusat lini tengah Dortmund terlepas dari formasi dan pendekatan St\u00f6ger. Salah satu formasi yang mungkin digunakan St\u00f6ger adalah 4-1-2-3, yang akan memaksimalkan talenta Julian Weigl yang akan mengisi posisi \u201c#6\u201d.<\/p>\n<p><em>Sebelum cedera, <\/em>G\u00f6tze dipandang sebagai salah satu dari 10 gelandang serang terbaik di Bundesliga. Sejauh musim ini, rata-rata umpan sukses pemain berusia 25 tahun tersebut mencapai 84 persen, dengan 53 persen terjadi di kotak penalti lawan. Sebagai tambahan, G\u00f6tze menjadi gelandang serang dengan catatan umpan kunci tertinggi dengan rata-rata 2,8 per laga.<\/p>\n<p>Meski memang masih harus bekerja keras sebelum bisa mencapai performa terbaiknya sebelum bermain untuk Bayern, masa depan bagi G\u00f6tze terihat cerah. Menang melawan <em>myopathy<\/em>, Mario G\u00f6tze kembali ke kebugaran terbaik sepanjang kariernya, membuka jalan untuk kembali menjadi salah satu bintang terbesar, baik untuk Dortmund asuhan Peter St\u00f6ger maupun bagi timnas Jerman yang dikemudikan Joachim L\u00f6w.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Mario G\u00f6tze Germany vs Argentina 2014 FIFA World Cup Goal.\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/1QJ6P8Yxil4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Author: Critty Smith (<a href=\"http:\/\/bundesligafanatic.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bundesligafanatic.com<\/a>)<br \/>\n<\/strong><em>Critty besar di Amberg, Jerman, namun sekarang tinggal di Charleston, Carolina Selatan (Amerika Serikat). Ia mengikuti perkembangan sepak bola Bundesliga dan 2. Bundesliga. Ia juga pendukung klub Borussia Dortmund, namun tetap menikmati sepak bola Jerman secara keseluruhan. Pemain favoritnya adalah &#8220;Super&#8221; Mario G\u00f6tze dan Christian Pulisic. Kalian bisa ikuti akun twitternya di\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/CrittySmith\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@crittysmith.<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>Penerjemah:\u00a0<em>Yamadipati Seno (<a href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@arsenalskitchen<\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Namanya menjadi kunci skuat Dortmund-nya J\u00fcrgen Klopp yang mendominasi Bundesliga dari tahun 2010 hingga 2012, sekaligus ketika berhasil melaju hingga final Liga Champions 2013. G\u00f6tze punya kecepatan, olah bola yang sangat baik, dan teknik mengumpan kelas dunia yang membuatnya dibandingkan dengan Lionel Messi kala muda. G\u00f6tze sudah membela timnas Jerman sejak tahun 2010 dan diprediksi kelak akan menjadi legenda bersama Borussia Dortmund, bergabung dengan nama-nama berkaliber besar seperti Andreas M\u00f6ller, J\u00fcrgen Kohler, Sebastian Kehl, Stefan Reuter, dan pemenang Ballon d\u2019Or, Matthias Sammer. Namun sungguh disayangkan, terutama bagi pendukung Dortmund dan suporter Bundesliga, bahwa satu lagi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5839,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[419,129,676,122],"class_list":["post-17701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","tag-borussia-dortmund","tag-featured","tag-mario-gotze","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-18T11:42:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-12-19T06:24:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund\",\"datePublished\":\"2017-12-18T11:42:09+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-19T06:24:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/\"},\"wordCount\":1388,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Mario-Gotze1200x674px.jpg\",\"keywords\":[\"Borussia Dortmund\",\"Featured\",\"Mario Gotze\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/\",\"name\":\"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Mario-Gotze1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-12-18T11:42:09+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-19T06:24:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Mario-Gotze1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Mario-Gotze1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Mario G\u00f6tze\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/12\\\/18\\\/kebangkitan-mario-gotze\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia","description":"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia","og_description":"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-12-18T11:42:09+00:00","article_modified_time":"2017-12-19T06:24:39+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund","datePublished":"2017-12-18T11:42:09+00:00","dateModified":"2017-12-19T06:24:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/"},"wordCount":1388,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg","keywords":["Borussia Dortmund","Featured","Mario Gotze","Slider"],"articleSection":["Eropa","Jerman"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/","name":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg","datePublished":"2017-12-18T11:42:09+00:00","dateModified":"2017-12-19T06:24:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Suatu kali, Mario G\u00f6tze pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Jerman. Bagaimana dengan kariernya saat ini?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Mario-Gotze1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Mario G\u00f6tze"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/18\/kebangkitan-mario-gotze\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebangkitan Mario G\u00f6tze bersama Borussia Dortmund"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}