{"id":1502,"date":"2017-02-18T11:13:16","date_gmt":"2017-02-18T04:13:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=1502"},"modified":"2017-02-18T11:13:54","modified_gmt":"2017-02-18T04:13:54","slug":"kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/","title":{"rendered":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim"},"content":{"rendered":"<p><em>What\u2019SAP, Hoppenheim?<\/em><\/p>\n<p>Jika TSG 1899 Hoffenheim adalah seorang manusia, kemungkinan besar ia akan menghadiahkan saya bogem mentah atas kekurangajaran saya yang sungguh sangat keterlaluan.<\/p>\n<p>Untung Hoffenheim bukan manusia. Terima kasih saya ucapkan kepada yang di atas (bukan Bayern, apalagi Stuttgart), karena saya hanyalah remaja kurus kering yang babak belur setiap kali ditiup angin.<\/p>\n<p>Maaf, mungkin kesalahan saya <em>isn\u2019t in the joke<\/em>, melainkan ketidakjelasan candaan tersebut. <em>Well<\/em>, Hoffenheim disokong oleh CEO perusahaan perangkat lunak SAP, Dietmar Hopp.<\/p>\n<p>Apa hubungan <em>joke <\/em>garing saya dengan kekesalan Nagelsmann? <em>Nggak <\/em>ada, ini cuma cocoklogi. <em>Clickbait. <\/em>Maaf sebesar-besarnya utang Manchester United, pembaca tersayang. Sampai jumpa di paragraf berikutnya.<\/p>\n<p>Saya, Alicia Altamira, undur diri.<\/p>\n<p>Selamat siang dan salam olahraga!<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Pernahkah Anda mendengar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/07\/sponsor-sepak-bola-dan-ekonomi-jerman\/\" target=\"_blank\">tentang Aturan 50+1<\/a>? Kalau belum, kesimpulannya adalah anggota klub harus memiliki saham mayoritas (tepatnya 50% ditambah satu orang), kecuali kalau seseorang atau perusahaan sudah membantu klub tersebut secara finansial selama 20 tahun berturut-turut. Aturan ini dibuat agar klub tidak dikuasai investor, dan keputusan disetujui oleh semua pihak.<\/p>\n<p>Dietmar Hopp tidak ikut Leverkusen (Bayer) dan Wolfsburg (Volkswagen) jadi pengecualian secara resmi, tapi investasinya kepada Hoffenheim signifikan. Saat Hopp mulai menggelontorkan uangnya pada tahun 2000, klub asal Baden-Wuerttemberg ini berada di divisi ke-5 sepak bola Jerman, dan delapan tahun kemudian, mereka sampai di Bundesliga.<\/p>\n<p>Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Sebagai klub amatir, mereka tidak dapat menarik banyak pendukung, dan saat mereka promosi dan promosi lagi, mentalitas suporter yang antikomersialisme hanya membuat mereka lebih <em>infamous <\/em>untuk sebagian besar fans lokal.<\/p>\n<p>Fans internasional lebih mudah didapat, tentu, siapa <em>sih <\/em>yang tak senang kuda hitam macam Hoffe, yang baru naik <em>aja <\/em>sudah menantang Bayern, bahkan menjadi <em>Herbstmeister <\/em>(pemuncak klasemen sebelum jeda musim dingin). Sayang, fans internasional <em>nggak <\/em>bisa seenaknya ditarik ke Wirsol Rhein-Neckar-Arena walaupun klub yang bukan manusia ini <em>ngebet <\/em>setengah mati untuk mengisi penuh 30.150 kursi dalam stadion yang terletak di Sinsheim tersebut.<\/p>\n<p>Oke, <em>fine<\/em>, mereka medioker. Tapi itu kan dulu! Sekarang Hoffenheim bertengger di peringkat kelima, dan mereka <em>nggak <\/em>main-main. <em>It\u2019s attractive football <\/em>dengan banyak gol, prestasi yang mengingatkan pendukung kesebelasan berseragam biru ini pada paruh pertama musim 2008\/2009.<\/p>\n<p>\u201cHoffenheim berada di puncak. Kami berharap agar stadion ini terisi penuh minggu-minggu berikutnya,\u201d kata Julian Nagelsmann sebelum pertandingan melawan Mainz 05 <em>matchday <\/em>lalu (4-0), \u201csaya tidak peduli kalau penonton mau bersiul-siul atau bersorak sorai sepanjang pertandingan. Yang penting <em>full<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Bukan hanya sang pelatih yang berpikir demikian. Sang <em>sporting director <\/em>Alexander Rosen mengaku bahwa sedikitnya penonton membuatnya kesal. \u201cBangku kosong sebanyak itu tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan tim ini.\u201d<\/p>\n<p><em>Kzl<\/em>-nya Nagelsmann dan Rosen memang beralasan. <em>Die Kreichgauer<\/em> hanya sekali <em>sold out <\/em>dari sepuluh pertandingan di kandang sendiri, tepatnya ketika kontra Dortmund Desember lalu. Sakit? Sakit <em>dong<\/em>! <em>Away days<\/em>-nya sama saja. Hanya pertandingan di Allianz Arena yang <em>sold out.<\/em><\/p>\n<p>Tapi melihat dari status mereka sebagai <em>\u2018plastic club\u2019<\/em>, situasi ini tidak terlalu buruk. Musim lalu, rata-rata pendatang Rhein-Neckar-Arena adalah 27.574, sedangkan musim ini 27.788.<\/p>\n<p>Memang <em>sih, <\/em>masih ada 14 <em>matchday <\/em>yang tersisa (dan pertandingan selanjutnya Hoffenheim akan menghadapi Darmstadt, klub yang jauh lebih kecil daripada Dortmund), tapi saya yakin, itu lebih dari cukup untuk menambah penonton.<\/p>\n<p>Caranya? Dengan mempertahankan permainan atraktif penuh gol, <em>dong. <\/em>Dan harus menang terus, <em>nempel <\/em>Bayern kalau perlu. Iya, <em>ngomong sih gampang<\/em>. Tapi, mau bagaimana lagi?<\/p>\n<p>Jangan <em>liatin <\/em>saya <em>kayak <\/em>begitu, dong. Anda kira saya punya mesin waktu yang bisa mundur ke tahun 2000 biar Hopp <em>ngasih <\/em>fondasi \u2018seperlunya\u2019 dan bukannya \u2018buang-buang uang\u2019 untuk klub masa kecilnya?<\/p>\n<p>Anda kira naik dari divisi amatir semulus naik-turunnya Hertha BSC? Di bawah 3. Liga, kompetisi dibagi-bagi sesuai daerah. Hoffenheim belum tentu bisa seperti Augsburg, <em>lho<\/em>.<\/p>\n<p>Ah, sudahlah. Saya lelah membicarakan skenario yang tak mungkin terjadi. Mending nonton Kasperle.<\/p>\n<p>Siapa itu Kasperle?<\/p>\n<p><em>Well, <\/em>Kasperle itu\u2026<em>ehem<\/em>, sabar, ya. Ada waktunya saya jelaskan itu.<\/p>\n<p>Saya, Alicia Altamira, harus undur diri dulu.<\/p>\n<p>Selamat siang dan salam olahraga!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Alicia Altamira (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/freibulous72\" target=\"_blank\">@<span class=\"u-linkComplex-target\">freibulous72<\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Pecinta SC Freiburg yang hobi mengantar pembaca ke neraka klub antah berantah dengan filosofi &#8216;Fu\u00dfball meets fun&#8217;.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>What\u2019SAP, Hoppenheim? Jika TSG 1899 Hoffenheim adalah seorang manusia, kemungkinan besar ia akan menghadiahkan saya bogem mentah atas kekurangajaran saya yang sungguh sangat keterlaluan. Untung Hoffenheim bukan manusia. Terima kasih saya ucapkan kepada yang di atas (bukan Bayern, apalagi Stuttgart), karena saya hanyalah remaja kurus kering yang babak belur setiap kali ditiup angin. Maaf, mungkin kesalahan saya isn\u2019t in the joke, melainkan ketidakjelasan candaan tersebut. Well, Hoffenheim disokong oleh CEO perusahaan perangkat lunak SAP, Dietmar Hopp. Apa hubungan joke garing saya dengan kekesalan Nagelsmann? Nggak ada, ini cuma cocoklogi. Clickbait. Maaf sebesar-besarnya utang Manchester United, pembaca tersayang. Sampai jumpa di paragraf berikutnya. Saya, Alicia Altamira, undur diri. Selamat siang dan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1503,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73,89],"tags":[143,129,422,152,122],"class_list":["post-1502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","category-kolom","tag-bundesliga","tag-featured","tag-hoffenheim","tag-jerman","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-18T04:13:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-02-18T04:13:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"634\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim\",\"datePublished\":\"2017-02-18T04:13:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-18T04:13:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/\"},\"wordCount\":646,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/GettyImages-630361136.jpg\",\"keywords\":[\"Bundesliga\",\"Featured\",\"Hoffenheim\",\"Jerman\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\",\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/\",\"name\":\"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/GettyImages-630361136.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-18T04:13:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-18T04:13:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/GettyImages-630361136.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/GettyImages-630361136.jpg\",\"width\":1024,\"height\":634,\"caption\":\"Rhein-Neckar-Arena, kandang dari TSG 1899 Hoffenheim.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/18\\\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia","description":"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia","og_description":"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-02-18T04:13:16+00:00","article_modified_time":"2017-02-18T04:13:54+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":634,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim","datePublished":"2017-02-18T04:13:16+00:00","dateModified":"2017-02-18T04:13:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/"},"wordCount":646,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg","keywords":["Bundesliga","Featured","Hoffenheim","Jerman","Slider"],"articleSection":["Eropa","Jerman","Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/","name":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg","datePublished":"2017-02-18T04:13:16+00:00","dateModified":"2017-02-18T04:13:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Hoffenheim adalah sebuah desa yang penduduknya hanya 3.000-an. Wajar jika manajemen klub begitu pusing untuk mencari cara agar stadion bisa terisi penuh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/GettyImages-630361136.jpg","width":1024,"height":634,"caption":"Rhein-Neckar-Arena, kandang dari TSG 1899 Hoffenheim."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/18\/kisah-kursi-lowong-di-kandang-hoffenheim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Kursi Lowong di Kandang Hoffenheim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1502"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1502\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}