{"id":1473,"date":"2017-02-17T14:35:17","date_gmt":"2017-02-17T07:35:17","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=1473"},"modified":"2017-02-17T18:50:22","modified_gmt":"2017-02-17T11:50:22","slug":"agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/","title":{"rendered":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum saya mulai, saya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Saya sendiri juga berpikir begitu, bertahun-tahun lalu (2014, <em>sih<\/em>), sebelum <em>Bundeslihaha<\/em> memberi saya pencerahan:<\/p>\n<p>\u201cKenapa gue harus ngikutin Bundesliga 2, dan kenapa liganya disebut 2. Bundesliga?\u201d<\/p>\n<p>Pertama, karena suporter. Anda yang bosan melihat Liga Terbaik di Dunia yang penontonnya sepi dan <em>nggak<\/em> boleh berdiri (apalagi bawa <em>ultras<\/em>), akan bahagia di sini. Meskipun stadion mereka jarang <em>sold out<\/em> (kecuali stadionnya Stuttgart, yang baru degradasi musim lalu dan saat ini memuncaki klasemen), penontonnya selalu ramai, dengan koreografi, tifo, dan <em>chants<\/em> tanpa putus.<\/p>\n<p>Hal ini terjadi karena alasan di atas: bangun atau tidur, raksasa tetaplah raksasa, dan mereka punya ribuan pendukung setia. Klub-klub kecil pun tak mau ketinggalan.<\/p>\n<p>Kedua, persaingan. Juara 2. Bundesliga lebih sulit ditebak daripada juara Eurovision karena kondisi klub-klub yang seringkali tidak konsisten dan\/atau melawan ekspektasi. Ya, divisi ini adalah surga bagi penonton netral (seperti saya). Dan artikel ini akan membahas kompetisi di puncak secara terperinci, agar Anda tidak perlu menunggu <em>Matchday <\/em>1 musim depan!<\/p>\n<p>Sebelumnya, saya perkenalkan dulu kesebelasan-kesebelasan yang berkompetisi di liga ini:<\/p>\n<p>Banyak nama yang akrab di telinga, ya? Stuttgart, Hannover, Braunschweig, Nuernberg, Karlsruhe, 1860 Munchen, St. Pauli, Duesseldorf, Kaiserslautern, Greuther Fuert.<\/p>\n<p>Saya tidak <em>ngatain <\/em>Anda (yang setuju) tua, jangan marah. Saya juga tidak <em>ngatain <\/em>Anda yang baru mengikuti liga Jerman selama 1\u20133 musim\u00a0<em>\u2018bandwagon\u2019<\/em>. Buat apa? Karena saya sendiri juga begitu, <em>kok<\/em>. Kita harus membiasakan dewasa perihal <em>labelling <\/em>terhadap suporter yang mengikuti liga atau klub Eropa tertentu, walau itu di <em>low-tier <\/em>sekalipun. Karena gairah menonton bola bebas dicurahkan kemanapun, <em>kan?<\/em><\/p>\n<p>Untuk yang belum tahu, hampir semua klub di atas pernah merasakan Bundesliga, atau setidaknya divisi pertama di Jerman Timur. Tetapi, seperti yang saya katakan di atas, saya akan fokus pada yang di atas (bukan Tuhan yang di atas karena ini artikel sepak bola!)<\/p>\n<p>Catatan dan trivia:<\/p>\n<ol>\n<li>Juara pertama dan kedua akan promosi secara otomatis.<\/li>\n<li>Juara ketiga harus ikut <em>play-off <\/em>dua <em>leg <\/em>melawan kesebelasan di peringkat ke-16 (ketiga dari bawah) Bundesliga, contohnya 1. FC Nuernberg melawan Eintracht Frankfurt musim lalu.<\/li>\n<li>3<em>. Aufstieg: <\/em>promosi, <em>Aufsteiger<\/em>: klub yang baru promosi (dalam kasus ini, dari 3. Liga: Dynamo Dresden, Erzgebirge Aue, Wuerzburger Kickers)<\/li>\n<li>4<em>. Abstieg: <\/em>degradasi, <em>Absteiger: <\/em>klub yang baru degradasi (dalam kasus ini, dari Bundesliga: VfB Stuttgart dan Hannover 96)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sudah paham ya? Baik, sekarang kita mulai!<\/p>\n<h3><strong>Prediksi versus kenyataan<\/strong><\/h3>\n<p>Hampir setiap musim, para <em>Absteiger <\/em>diprediksi untuk langsung balik ke <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/01\/bundesliga-menatap-kesuksesan-finansial\/\" target=\"_blank\">Bundesliga<\/a>, dan tahun ini, Stuttgart dan Hannover tampil sejalan dengan ekspektasi massa.<\/p>\n<p>VfB Stuttgart, pemilik bujet tertinggi di 2. Bundesliga, sangat sibuk di jendela transfer musim panas setelah <em>mass exodus <\/em>yang dialami setiap klub yang degradasi. \u2018Judas\u2019 Timo Werner (RB Leipzig), Martin Harnik (Hannover 96), Antonio Ruediger (AS Roma), Lukas Rupp (Hoffenheim), Serey Die (Basel), <em>and the list goes on<\/em>. <em>Die Schwaben<\/em> mendatangkan banyak pemain untuk menambal lubang besar di skuad mereka.<\/p>\n<p>Stuttgart memulai musim 2016\/17 dengan Jos Luhukay setelah mendepak pelatih lamanya, Juergen Kramny, yang gagal menyelamatkan mereka dari degradasi. Klub bermaskot buaya ini menang dan kalah secara bergantian selama empat minggu, mendaratkan diri tepat di tengah klasemen, tetapi konflik dengan <em>chairman <\/em>Jan Schindelmeiser membuatnya mengundurkan diri.<\/p>\n<p>Setelah Olaf Janssen ditunjuk sebagai pelatih <em>interim <\/em>selama dua pertandingan dan membawa Stuttgart ke peringkat ke-4, VfB merekrut Hannes Wolf, pelatih tim U-19 Dortmund.<\/p>\n<p>Pelatih paling tampan kedua setelah Markus Weinzierl ini memoles Stuttgart menjadi tim yang oke. Meskipun mereka sama-sama kebobolan 22 gol dengan Braunschweig (peringkat 3) dan Union Berlin (peringkat 4), mereka rajin mencetak gol. Siapakah gerangan penyedia gol-gol tersebut?<\/p>\n<p>Jawabannya adalah seorang pendatang baru, Simon Terodde. Mantan penyerang Bochum ini jadi <em>top scorer <\/em>musim lalu dengan 25 gol dan sejauh ini sudah mencetak 14 dari 35 total gol Stuttgart. Transfer ini mungkin mengingatkan Anda pada situasi Lewandowski, saat penyerang ulung dari klub daerah Ruhr pindah ke klub besar di selatan Jerman.<\/p>\n<p>Sementara itu, <em>Absteiger <\/em>yang satu lagi, Hannover 96, juru kunci Bundesliga hampir sepanjang musim lalu, cepat pulih dari keterpurukan. Martin Harnik, yang didatangkan dari Stuttgart musim panas 2016, benar-benar membantu Hannover bertahan di sepertiga pertama klasemen dengan 17 kali melesakkan bola ke gawang lawan.<\/p>\n<p>Klub asal Niedersachsen ini bertahan di <em>top three <\/em>selama delapan minggu-pertandingan terakhir. <em>Highlight<\/em>-nya? Tentu saja derbi dengan Eintracht Braunschweig! Meskipun hasilnya seri (2-2), pertarungan di lapangan hampir seimbang, dengan banyak kesempatan bagus dan (tentunya) pelanggaran.<\/p>\n<p><em>Ngomong-ngomong<\/em> soal Braunschweig, musim lalu, Eintracht mengakhiri musim dengan pertahanan ketiga terbaik di seluruh liga, tapi sayang, mereka hanya di peringkat ke-8, karena <em>attack <\/em>mereka macet.<\/p>\n<p>Tim yang dijuluki \u2018the Lions\u2019 ini hanya bisa mencetak 44 gol, sangat sedikit jika dibandingkan dengan sang juara, Freiburg (75 gol). Dari sepuluh besar 2. Bundesliga, hanya Karlsruher SC (peringkat 7) yang lebih macet (35 gol, <em>ouch<\/em>).<\/p>\n<p>Musim ini, tim asuhan Torsten Lieberknecht tersebut sangat hemat dalam bursa transfer. Mereka <em>nggak <\/em>perlu beli banyak-banyak, <em>sih<\/em>, karena skuad mereka salah satu yang terkuat di 2. Bundesliga, dengan <em>left-back <\/em>Ken Reichel yang konsisten dan Domi Kumbela yang tembakannya jitu.<\/p>\n<p>Kohesi tim yang baik dan perencanaan matang dari Lieberknecht (yang sudah melatih tim senior Braunschweig sejak 2008 dan baru-baru ini memperpanjang kontraknya sampai 2020) mempertahankan Braunschweig di peringkat pertama dari <em>matchday <\/em>3 hingga 14 dan naik dari peringkat kedua pada <em>matchday <\/em>16 dan 17.<\/p>\n<p>Selain derbi Niedersachsen melawan Hannover, salah satu pertandingan terbaik Braunschweig adalah ketika mereka membantai teman sepermainan mereka pada musim 2013\/14, 1. FC Nuernberg, dengan skor 6-1. Sungguh spektakuler, walau bukan buat Nuernberg, tentunya.<\/p>\n<p>Nuernberg, oh, Nuernberg. Klub yang kalah <em>play-off<\/em> kontra Frankfurt musim lalu ini digadang-gadang untuk melanjutkan tren positif mereka, terutama dengan ujung tombak setajam Guido Burgstaller. Pelatih yang mereka pilih untuk menggantikan Rene Weiler yang pindah ke Anderlecht agak <em>underwhelming<\/em> memang, apalagi untuk klub kaya sejarah yang <em>ngebet <\/em>promosi seperti Nuernberg.<\/p>\n<p>Alois Schwartz, nama sang pelatih anyar, sebelumnya melatih SV Sandhausen, klub yang mungkin belum pernah Anda dengar. SVS, klub dengan bujet terkecil ketiga di seluruh liga, finis di peringkat ke-13 musim itu.<\/p>\n<p>Tapi mereka tidak salah pilih. Walaupun mereka bermain sangat buruk pada awal 2016\/17 (bahkan pernah menjadi juru kunci), mereka pelan-pelan naik. <em>Still, <\/em>sulit bagi klub Franconia ini untuk jadi kandidat kuat untuk kembali ke Bundesliga (apalagi setelah Burgstaller direnggut oleh sang pacar gelap, Schalke 04!)<\/p>\n<p>Siapa lagi klub yang diprediksi akan ikut? Oh, ya, FC St. Pauli. Klub yang identik dengan budaya punk dan aktivisme ini memang malang nasibnya. Dengan tekanan berat untuk promosi setelah finis tepat di bawah \u2018der Club\u2019 musim lalu, serta hengkangnya banyak pemain kunci, St. Pauli terus-terusan berkutat di zona degradasi.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan Heidenheim dan FC Union?<\/p>\n<p>Oh, Heidenheim. Kisah mereka adalah sebuah dongeng. Tak seindah Darmstadt (atau RB Leipzig), mungkin, tapi benar-benar hebat. Heidenheim, klub dengan keadaan finansial dan suporter yang biasa saja, adalah pejuang sejati.<\/p>\n<p>Di bawah pimpinan sang mantan kapten, Frank Schmidt, mereka merangkak naik dari Regionalliga (IV), 3. Liga, dan akhirnya, pada tahun 2014, mereka berhasil promosi ke 2. Bundesliga bersama dua klub yang saya sebut di atas. Kepercayaan Heidenheim pada Schmidt, distribusi gol yang merata, dan pertahanan yang seperti benteng (kiper mereka <em>clean sheet <\/em>10 kali dari 20 pertandingan) membuat klub Swabia ini kandidat promosi yang cukup kuat.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Union Berlin. Tim ini memakai jasa tiga pelatih selama musim lalu, <em>but against all odds, <\/em>mereka finis di peringkat ke-6. Salah satu pelatih tersebut, Sascha Lewandowski, meninggal dunia sebelum musim ini dimulai, mungkin kematiannya memompa Union dengan harapan, motivasi untuk membangun masa depan yang cerah dengan Jens Keller, mantan pelatih Schalke, seorang manajer dengan pengalaman di Liga Champions Eropa.<\/p>\n<p>Ambisius memang, tapi mereka berhasil. Hengkangnya <em>top scorer <\/em>Bobby Wood ke Hamburger SV tidak menghalangi <em>die Eisernen <\/em>untuk membobol gawang lawan. Colin Quaner dan Steven Skrzybski sudah mencetak masing-masing tujuh gol.<\/p>\n<p>Prediksi, kenyataan, prediksi, kenyataan. Siapa sangka Dynamo Dresden dan Wuerzburger Kickers bisa bertahan setinggi itu? Keduanya adalah <em>Aufsteiger, <\/em>dan Wuerzburg sendiri adalah pemenang<em> play-off <\/em>promosi dari 3. Liga musim lalu, hal yang cukup sulit untuk dilakukan.<\/p>\n<p>Saya punya firasat, walaupun keduanya tidak akan bertemu dengan Bayern Munchen musim depan dan menggoyang Bundesliga seperti cara Tim Kratingdaeng musim ini, mereka akan terus menempel raksasa-raksasa di atas mereka.<\/p>\n<p>Dan kamu yakin belum tertarik menonton 2. Bundesliga setelah saya jelaskan panjang lebar tadi? Keterlaluan betul!<\/p>\n<p><strong><em>Author: Alicia Altamira (@<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/freibulous72\">@<span class=\"u-linkComplex-target\">freibulous72<\/span><\/a>)<br \/>\n<\/em><\/strong><em>Pecinta SC Freiburg yang berfilosofi &#8216;Fu\u00dfball meets fun&#8217; dalam menulis. Kalau tidak sedang &#8216;menghasut&#8217; pembaca agar melirik klub-klub antah berantah, ia pasti sedang sibuk dengan #Bundeslihaha. <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum saya mulai, saya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Saya sendiri juga berpikir begitu, bertahun-tahun lalu (2014, sih), sebelum Bundeslihaha memberi saya pencerahan: \u201cKenapa gue harus ngikutin Bundesliga 2, dan kenapa liganya disebut 2. Bundesliga?\u201d Pertama, karena suporter. Anda yang bosan melihat Liga Terbaik di Dunia yang penontonnya sepi dan nggak boleh berdiri (apalagi bawa ultras), akan bahagia di sini. Meskipun stadion mereka jarang sold out (kecuali stadionnya Stuttgart, yang baru degradasi musim lalu dan saat ini memuncaki klasemen), penontonnya selalu ramai, dengan koreografi, tifo, dan chants tanpa putus. Hal ini terjadi karena alasan di atas: bangun atau tidur, raksasa tetaplah raksasa, dan mereka punya ribuan pendukung setia. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1474,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73,89],"tags":[143,129,416,152,122,415],"class_list":["post-1473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","category-kolom","tag-bundesliga","tag-featured","tag-hannover-96","tag-jerman","tag-slider","tag-vfb-stuttgart"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-17T07:35:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-02-17T11:50:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga\",\"datePublished\":\"2017-02-17T07:35:17+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-17T11:50:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/\"},\"wordCount\":1325,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/VfB-Stuttgart.jpg\",\"keywords\":[\"Bundesliga\",\"Featured\",\"Hannover 96\",\"Jerman\",\"Slider\",\"VfB Stuttgart\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\",\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/\",\"name\":\"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/VfB-Stuttgart.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-17T07:35:17+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-17T11:50:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/VfB-Stuttgart.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/VfB-Stuttgart.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"VfB Stuttgart, salah satu alasan mengapa 2. Bundesliga musim ini semakin menarik untuk diikuti.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia","description":"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia","og_description":"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-02-17T07:35:17+00:00","article_modified_time":"2017-02-17T11:50:22+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga","datePublished":"2017-02-17T07:35:17+00:00","dateModified":"2017-02-17T11:50:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/"},"wordCount":1325,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg","keywords":["Bundesliga","Featured","Hannover 96","Jerman","Slider","VfB Stuttgart"],"articleSection":["Eropa","Jerman","Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/","name":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg","datePublished":"2017-02-17T07:35:17+00:00","dateModified":"2017-02-17T11:50:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Lewat tulisan ini, penulis mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam kasta kedua kompetisi Bundesliga Jerman: 2. Bundesliga!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/VfB-Stuttgart.jpg","width":594,"height":396,"caption":"VfB Stuttgart, salah satu alasan mengapa 2. Bundesliga musim ini semakin menarik untuk diikuti."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/agar-kamu-sebaiknya-menonton-2-bundesliga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agar Kamu Sebaiknya Menonton 2. Bundesliga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}