{"id":1465,"date":"2017-02-17T14:24:30","date_gmt":"2017-02-17T07:24:30","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=1465"},"modified":"2017-02-17T14:24:30","modified_gmt":"2017-02-17T07:24:30","slug":"mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/","title":{"rendered":"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto"},"content":{"rendered":"<p>Meskipun merupakan penguasa di Portugal dan juga salah satu kekuatan Eropa di masa klasik, FC Porto sempat meredup karena mereka kalah saing dari dua rival utama mereka Benfica dan Sporting di era 90-an. Mereka seakan muncul kembali ketika berhasil memenangkan Piala UEFA (kini Europa League) dan Liga Champions secara beruntun dalam rentang waktu 12 bulan saja. Jose Mourinho menjadi aktor utama keberhasilan Porto kala itu.<\/p>\n<p>Porto dikenal sebagai salah satu kesebelasan yang berhasil memproduksi banyak bakat-bakat hebat. Bukan hanya bakat domestik Portugal\u00a0 saja, tetapi juga bakat-bakat yang berasal dari Amerika Selatan. Kedekatan kultural antara Portugal dan negara-negara benua latin tersebut, terutama Brasil, membuat Porto bisa dengan mudah memanen para calon bintang dari sana. Radamel Falcao adalah salah satu bakat terbaik yang dientaskan oleh Porto dan kemudian sukses di klub lain.<\/p>\n<p>Falcao datang dari River Plate ke Porto pada musim 2009\/2010. Di musim perdananya di Portugal, El Tigre yang kala itu masih berusia 23 tahun berhasil menyarangkan 25 gol. Sekaligus membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Liga Portugal musim tersebut. Setelah sukses mengantarkan Porto meraih gelar Europa League pada 2011, Falcao kemudian hijrah ke Atletico Madrid dengan mahar transfer sebesar 40 juta euro.<\/p>\n<p>Di Atleti, ia kembali mempersembahkan gelar juara Europa League. Falcao juga berhasil membawa Atleti menjadi kampiun Copa del Rey pada tahun 2013. Dua musim bermain di Spanyol, Falcao kemudian hijrah ke Prancis untuk bermain di AS Monaco. Kepindahan Falcao dari Atleti ke Monaco melibatkan nilai transfer sebesar 60 juta euro. Sebuah angka yang luar biasa.<\/p>\n<p>Falcao adalah salah satu contoh pemain Porto yang hijrah ke kesebelasan lain dengan transfer besar. Dan juga berhasil sukses di kesebelasan barunya. Namun ternyata ada juga pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru meredup dan tampil tidak sesuai ekspetasi di kesebelasan barunya. Berikut diantaranya:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1466 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Jackson-Martinez.jpg\" width=\"594\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Jackson-Martinez.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Jackson-Martinez-334x225.jpg 334w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Jackson-Martinez-564x380.jpg 564w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Jackson-Martinez-560x377.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Jackson Martinez<\/strong><\/h3>\n<p>Romansa antara penyerang Porto yang hijrah ke Atleti berlanjut. Terkesan dengan kinerja dari Falcao, Atleti kemudian mengontrak penyerang asal Kolombia, Jackson Martinez dengan transfer sebesar 25 juta paun. Wajar saja apabila Atleti sampai membayar dengan nilai demikian tinggi untuk Jackson.<\/p>\n<p>Dari tiga musimnya di Portugal, ia berhasil menyarangkan 92 gol dari 132 pertandingan. Ia juga berhasil membawa Porto menjadi kampiun Piala Super Portugal dua tahun beruntun. Ditambah penampilan mengesankannya di Piala Dunia 2014 yang diselenggarkan di Brasil.<\/p>\n<p>Tapi, ketajaman yang Jackson tunjukan di Portugal seakan hilang ketika ia mendarat di tanah Spanyol. Dari 15 laga ia hanya berhasil menyarangkan dua gol. Tidak sampai semusim Jackson berada di Atleti karena ia kemudian hijrah ke Chinese Super League dan mendarat di Guangzhou Evergrande dengan transfer sebesar 31 juta paun.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_1467\" aria-describedby=\"caption-attachment-1467\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1467 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Anderson.jpg\" width=\"594\" height=\"469\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Anderson.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Anderson-285x225.jpg 285w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Anderson-481x380.jpg 481w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Anderson-560x442.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1467\" class=\"wp-caption-text\">Anderson (tengah) saat masih membela FC Porto.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Anderson<\/strong><\/h3>\n<p>Para pemandu bakat Manchester United menyebutnya dua kali lipat lebih hebat dari Wayne Rooney ketika mereka melaporkan soal pemuda asal Brasil bernama Anderson yang kala itu bermain untuk Porto. Apalagi pemuda dengan rambut eksentrik ini merupakan pemain terbaik Piala Dunia U-17 beberapa tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Sir Alex Ferguson yang penasaran kemudian memutuskan untuk menyaksikan sang pemain secara langsung. Sangat terkesan saat menonton, akhirnya ia kemudian mendaratkan Anderson dengan harga 23 juta paun pada Juli 2007. Sebuah nilai yang sangat tinggi untuk pemain yang bahkan belum genap berusia 20 tahun.<\/p>\n<p>Musim perdananya dijalani dengan luar biasa. Ia berhasil mengantarkan United menjadi juara Inggris dan juara Eropa sekaligus. Bahkan di final Liga Champions musim 2007\/2008 tersebut Anderson juga menjadi salah satu algojo yang sukses di babak adu penalti melawan Chelsea. Ia juga mendapatkan gelar Golden Boy atau pemain muda terbaik dunia pada musim tersebut.<\/p>\n<p>Sayang, setelahnya Anderson tidak mampu menggapai ekspektasi yang dibebankan kepadanya. Masalah kelebihan berat badan semakin menyulitkan dirinya. Setelah sempat mengalami masa peminjaman di Fiorentina, Anderson kemudian dilepas secara gratis oleh United ke klub asal Brasil, Internacional.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1468 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Danilo.jpg\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Danilo.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Danilo-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Danilo-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Danilo-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Danilo<\/strong><\/h3>\n<p>Datang ke FC Porto pada tahun 2012 dari Santos. Danilo Luiz da Silva atau biasa disebut Danilo saja ini kemudian langsung mengunci posisi bek kanan di tim utama Porto. Selama tiga musimnya di Porto ia berhasil memberikan dua gelar juara Liga Portugal dan satu gelar Piala Super Portugal. Kemudian tawaran dari klub tersukses di dunia, Real Madrid pun datang.<\/p>\n<p>Danilo didaratkan ke Santiago Bernabeu dengan mahar sebesar 23 juta paun. Awalnya Danilo didaratkan untuk menggantikan Dani Carvajal yang penampilannya agak menurun. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Danilo justru meredup bahkan hanya menjadi sekadar pelapis bagi bek asal Spanyol tersebut.<\/p>\n<p>Danilo dikritik terlalu lambat dan tidak cukup disiplin seperti Carvajal. Di beberapa pertandingan terakhirnya belakangan, ia seringkali terlambat turun, walau sebenarnya memiliki atribut menyerang yang lumayan apik untuk ukuran bek kanan. Keteledorannya menjadi salah satu catatan penting tersingkirnya Madrid dari Copa Del Rey kala disingkirkan oleh Celta Vigo.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1469 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Eliaquim-Mangala.jpg\" width=\"594\" height=\"429\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Eliaquim-Mangala.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Eliaquim-Mangala-312x225.jpg 312w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Eliaquim-Mangala-526x380.jpg 526w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Eliaquim-Mangala-560x404.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Eliaquim Mangala<\/strong><\/h3>\n<p>32 juta paun adalah harga yang mesti dibayarkan Manchester City untuk mendaratkan Eliaquim Mangala dari Porto. Tangguh dalam duel udara dan juga penekel yang hebat. Itulah kesan yang didapatkan ketika melihat Mangala saat masih berseragam Porto. Beberapa bahkan menyebutnya jauh lebih hebat ketimbang Raphael Varane.<\/p>\n<p>Namun ketika ia mendarat di Inggris, segala sesuatunya adalah bencana. Ia tampak kikuk dan kebingungan menghadapi sepak bola Inggris. Bahkan apabila ia diduetkan dengan mantan tandemnya di Porto, Nicolas Otamendi, akan terjadi sebuah prahara besar di lini pertahanan City.<\/p>\n<p>Mangala sering disalahkan atas penampilan buruk City bahkan lebih jauh lagi adalah penyebab utama dipecatnya Manuel Pellegrini. Ketika Pep Guardiola datang, Mangala kemudian dijauhkan dengan dipinjamkan ke Valencia. Dan di Valencia, ia masih sering melakukan kesalahan-kesalahan gila yang membuat timnya kemasukan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1470 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Ricardo-Quaresma.jpg\" width=\"594\" height=\"403\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Ricardo-Quaresma.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Ricardo-Quaresma-332x225.jpg 332w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Ricardo-Quaresma-560x380.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ricardo Quaresma<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum ada Cristiano Ronaldo, nama Ricardo Quaresma adalah bocah ajaib favorit Portugal. Ia tiba di Porto setelah tidak begitu sukses di Barcelona. Hijrahnya Quaresma ke Porto sempat menimbulkan polemik karena ia merupakan produk akademi Sporting. Quaresma mendarat di Porto sebagai salah satu bagian dari transfer Deco ke Barcelona.<\/p>\n<p>Di Porto ia seakan mendapatkan kehidupan kedua. Ia menjadi kunci FC Porto menjuarai Liga Portugal selama tiga musim beruntun (2006, 2007 dan 2008). Di sana Quaresma seakan menunjukkan bahwa ialah anak emas sepak bola Portugal, bukan Ronaldo. Kegemilangan di Porto kemudian membuat Inter Milan tertarik. Tim Italia tersebut kemudian membayar 18,45 juta paun kepada Porto untuk mengangkut Quaresma.<\/p>\n<p>Meskipun sempat menunjukkan penampilan baik di laga-laga perdananya, nyatanya secara keseluruhan karier Quaresma di Inter tidak terlalu baik. Lebih sering berurusan dengan cedera membuat Quaresma kesulitan berkembang di Italia. Sempat dipinjamkan ke Chelsea selama setengah musim, Inter kemudian melego Quaresma ke tim asal Turki, Besiktas pada tahun 2010.<br \/>\n<strong>***<\/strong><\/p>\n<p>Sedikit menjadi trivia bahwa sebenarnya, bertahan di Porto tetap opsi yang menarik sebagai pertimbangan karier sepak bola, bukan?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aun Rahman (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\">@<span class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun merupakan penguasa di Portugal dan juga salah satu kekuatan Eropa di masa klasik, FC Porto sempat meredup karena mereka kalah saing dari dua rival utama mereka Benfica dan Sporting di era 90-an. Mereka seakan muncul kembali ketika berhasil memenangkan Piala UEFA (kini Europa League) dan Liga Champions secara beruntun dalam rentang waktu 12 bulan saja. Jose Mourinho menjadi aktor utama keberhasilan Porto kala itu. Porto dikenal sebagai salah satu kesebelasan yang berhasil memproduksi banyak bakat-bakat hebat. Bukan hanya bakat domestik Portugal\u00a0 saja, tetapi juga bakat-bakat yang berasal dari Amerika Selatan. Kedekatan kultural antara Portugal dan negara-negara benua latin tersebut, terutama Brasil, membuat Porto bisa dengan mudah memanen para calon &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1471,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,89,78],"tags":[282,129,348,122],"class_list":["post-1465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-kolom","category-lannya","tag-fc-porto","tag-featured","tag-portugal","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-17T07:24:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto\",\"datePublished\":\"2017-02-17T07:24:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/\"},\"wordCount\":1064,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/Quaresma.jpg\",\"keywords\":[\"FC Porto\",\"Featured\",\"Portugal\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Kolom\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/\",\"name\":\"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/Quaresma.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-17T07:24:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/02\\\/17\\\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/Quaresma.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/02\\\/Quaresma.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Ricardo Quaresma, satu dari sekian pemain yang sempat bersinar terang bersama FC Porto.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia","description":"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia","og_description":"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-02-17T07:24:30+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto","datePublished":"2017-02-17T07:24:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/"},"wordCount":1064,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg","keywords":["FC Porto","Featured","Portugal","Slider"],"articleSection":["Eropa","Kolom","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/","name":"Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg","datePublished":"2017-02-17T07:24:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"FC Porto dikenal sebagai pabrik pemain bintang Eropa, namun ternyata ada pemain yang hijrah dari Porto dengan transfer besar tapi justru tampil redup.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/17\/mereka-redup-usai-hengkang-dari-porto\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Quaresma.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Ricardo Quaresma, satu dari sekian pemain yang sempat bersinar terang bersama FC Porto."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}