{"id":12250,"date":"2017-10-06T10:30:51","date_gmt":"2017-10-06T03:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=12250"},"modified":"2017-10-06T07:09:49","modified_gmt":"2017-10-06T00:09:49","slug":"alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/","title":{"rendered":"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan"},"content":{"rendered":"<p>Jason Baranowski, lewat situsweb <a href=\"https:\/\/afcstuff.com\/2017\/09\/29\/how-should-wenger-utilize-alexis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>afcstuff.com<\/em><\/a>, menulis bahwa Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/alexis-sanchez\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alexis Sanchez<\/a>. Selain kontraknya yang akan habis di akhir musim ini, Jason menegaskan bahwa saat ini yang paling penting adalah mempertahankan stabilitas tim dan memastikan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a> punya pemain muda pengganti Alexis (dan Mesut \u00d6zil) musim depan.<\/p>\n<p>Pengasuh <em>Two Yellows Podcast<\/em> tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/25\/belajar-rendah-hati-seperti-alex-iwobi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alex Iwobi<\/a> bisa menjadi solusi jika Arsene Wenger mencadangkan Alexis. Seperti misalnya ketika Arsenal ditahan imbang Chelsea, Iwobi berduet dengan Danny Welbeck, untuk menopang Alexandre Lacazette sebagai penyerang utama.<\/p>\n<p>Iwobi juga bisa menjadi solusi ketika \u00d6zil absen. Pemain muda asal Nigeria tersebut lebih kokoh secara fisik ketimbang \u00d6zil. Sementara itu, Welbeck menghadirkan opsi bertahan yang lebih kuat jika dibandingkan Alexis. Keduanya, Iwobi dan Welbeck, sangat sesuai digunakan untuk pertandingan-pertandingan berat seperti di kandang <em>The Blues<\/em>.<\/p>\n<p>Alasan lain yang disajikan Jason adalah masalah ketahanan fisik Alexis. Saat ini, usia Alexis sudah menginjak 28 tahun dengan situasi empat tahun penuh terlibat dalam kompetisi, baik klub maupun negara. Betul, sudah empat tahun pemain asal Cile tersebut tak berlibur ketika musim panas. Mulai dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/dunia\/piala-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia<\/a>, Copa America, Piala Konfederasi, dan tahun depan, jika Cile lolos, Alexis jelas akan bermain di Piala Dunia Rusia 2018.<\/p>\n<p>Pemain yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menyegarkan tubuhnya di jeda kompetisi dalam waktu yang lama, tentu akan memberi efek yang merugikan. Pada titik tertentu, si pemain akan semakin rentan cedera. Beban yang harus dipikul otot semakin berat sementara keberadaan Alexis bagi negaranya sangat penting.<\/p>\n<p>Salah satu buktinya adalah Alexis membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke kebugaran terbaik di awal musim ini. Mantan pemain Udinese tersebut membutuhkan setidaknya empat laga, dengan masing-masing bermain dengan waktu yang dibatasi, demi mencapai kondisi fisik yang ideal untuk laga dengan intensitasi tinggi di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/english-premier-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Liga Primer Inggris<\/a>.<\/p>\n<p>Boleh dikata, baru ketika Arsenal mengalahkan Brighton yang lalu, Alexis menunjukkan ketajaman gerakan yang lebih ideal. Ia memang tidak mencetak gol. Namun, Alexis sudah mulai bisa mengikuti ritme pertandingan. Alexis membuat satu asis indah untuk gol Iwobi. Sebuah bukti kecepatan berpikir yang ditunjang fisik yang semakin sempurna.<\/p>\n<p>Satu hal terakhir yang ditegaskan Jason adalah, mumpung jadwal Arsenal akan lebih ringan di awal Oktober ini, sebaiknya, pemain-pemain muda yang mendapat panggung. Setelah jeda pertandingan antar-negara, di bulan Oktober ini, Arsenal akan menghadapi Watford, Red Star Belgrade, Everton, Norwich City, dan Swansea City.<\/p>\n<p>Semua lawan di kompetisi domestik tengah berada dalam periode yang buruk. Meski sepak bola memang tak bisa ditebak, namun di atas kertas, kesempatan Arsenal menyapu bersih kemenangan sangat kentara. Tentu, situasi ini membuat situasi yang lebih \u201caman\u201d untuk Wenger untuk bereksperimen.<\/p>\n<p>Dengan situasi tersebut, apakah memang sudah waktunya Arsenal mengesampingkan Alexis (dan \u00d6zil)?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alexis-sanchez-and-mesut-ozil-of-arsenal-during-a-training-session-at-picture-id685904604\" width=\"1024\" height=\"742\" \/><\/p>\n<h3><strong>Rasa canggung<\/strong><\/h3>\n<p>Rasa khawatir para pendukung Arsenal akan totalitas Alexis (dan \u00d6zil) tentu beralasan. Rasa canggung sangat terasa ketika Alexis bermain dalam waktu yang terbatas. Selain karena kondisi fisik yang belum optimal, bahasa tubuh Alexis ketika Arsenal berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan, sangat mengganggu.<\/p>\n<p>Ketika berada di atas lapangan, Alexis menunjukkan bahasa tubuh yang negatif, seperti menyalahkan rekan-rekannya secara terang benderang. Ketika berada di bangku cadangan, Alexis bisa bercanda dengan lepas, berbagi tawa dengan Petr Cech dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/gabriel-paulista-hengkang-demi-kebaikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gabriel Paulista<\/a> (kala itu). Sebuah bahasa tubuh yang memancing rasa canggung.<\/p>\n<p>Memang, tak ada salahnya ekspresif di atas lapangan, tapi jangan sampai si pemain terlihat \u201cmerajuk\u201d dan manja. Sebuah tim berisi 11 pemain di atas lapangan. Satu pemain akan selalu membuat kesalahan, namun tentu bukan pada tempatnya Alexis \u201cmenuding serta menghakimi\u201d dengan bahasa tubuh yang negatif.<\/p>\n<p>Meski begitu, tak bisa dimungkiri juga bahwa Alexis adalah pemain terbaik Arsenal saat ini di posisinya. Ia punya ketajaman seorang penyerang, kecerdasan pengatur serangan, dan seorang pemain dengan determinasi yang tinggi ketika berada dalam situasi hati yang mendukung. Ia adalah sosok pengubah situasi ketika Arsenal sangat membutuhkan.<\/p>\n<p>Apakah Gooner masih bisa menaruh kepercayaan kepadananya, bahkan ketika Alexis menunjukkan bahasa tubuh yang negatif? Saya optimis, bisa.<\/p>\n<p>Di Cile, Alexis tumbuh besar di lingkungan yang keras, salah satu wilayah miskin. Ia paham artinya dedikasi, jika tidak untuk timnya, paling tidak untuk nama baik dirinya sendiri. Alexis memang tak suka dengan kemandegan, ia selau ingin berkembang, ingin menang. Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk angkat kaki dari Barcelona.<\/p>\n<p><em>The Gunners<\/em> memang sudah tidak perlu terlalu berharap bahwa Alexis akan memperpanjang kontraknya. Ia akan hengkang, bahkan dengan status bebas transfer, dan Gooner tak perlu meratapinya. Ini sebuah cara yang paling sederhana untuk tidak larut dalam kesedihan dan secepat mungkin menunjukkan respons yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Namun jelas, Alexis tak akan menurunkan level permainannya. Ia perlu terus bermain apik, menunjukkan bahwa ia masih profesional kepada para peminat. Ingat, tentu para peminat akan berpikir ratusan kali apabila menemukan fakta bahwa Alexis tak bisa bersetia dengan kontraknya. Ketika menerima Alexis kelak, para peminat tentu mengharapkan level performa yang sama.<\/p>\n<p>Pada titik ini, Alexis tak punya cara lain selalu mempersembahkan yang terbaik untuk Arsenal. Saat ini, yang harus Gooner lakukan hanya perlu menyiapkan satu keping kepercayaan bahwa Alexis akan total ketika diberi kesempatan bermain. Satu saja, supaya tidak terbawa dalam kekecewaan, ketika Alexis hengkang di musim panas 2018.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez. Selain kontraknya yang akan habis di akhir musim ini, Jason menegaskan bahwa saat ini yang paling penting adalah mempertahankan stabilitas tim dan memastikan Arsenal punya pemain muda pengganti Alexis (dan Mesut \u00d6zil) musim depan. Pengasuh Two Yellows Podcast tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini, Alex Iwobi bisa menjadi solusi jika Arsene Wenger mencadangkan Alexis. Seperti misalnya ketika Arsenal ditahan imbang Chelsea, Iwobi berduet dengan Danny Welbeck, untuk menopang Alexandre Lacazette sebagai penyerang utama. Iwobi juga bisa menjadi solusi ketika \u00d6zil absen. Pemain muda asal Nigeria tersebut lebih kokoh secara fisik ketimbang \u00d6zil. Sementara itu, Welbeck &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12272,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[1296,120,286,129,376,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-06T03:30:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-10-06T00:09:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\",\"name\":\"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-06T03:30:51+00:00\",\"dateModified\":\"2017-10-06T00:09:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"bergantung kepada Alexis Sanchez\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia","description":"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-10-06T03:30:51+00:00","article_modified_time":"2017-10-06T00:09:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/","name":"Alexis Sanchez, Rasa Canggung, dan Sebuah Kepercayaan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg","datePublished":"2017-10-06T03:30:51+00:00","dateModified":"2017-10-06T00:09:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jason Baranowski, lewat situsweb afcstuff.com, menulis bahwa saat ini Arsenal tidak boleh lagi bergantung kepada Alexis Sanchez.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/06\/alexis-sanchez-rasa-canggung-dan-sebuah-kepercayaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/mengapa-arsenal-masih-bisa-mengndalkan-alexis.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"bergantung kepada Alexis Sanchez"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12250"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}