{"id":12225,"date":"2017-10-05T11:30:04","date_gmt":"2017-10-05T04:30:04","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=12225"},"modified":"2017-10-05T07:21:10","modified_gmt":"2017-10-05T00:21:10","slug":"takdir-pelatih-di-liga-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/","title":{"rendered":"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan"},"content":{"rendered":"<p>Nil Maizar, sosok pelatih yang sangat lekat dengan Semen Padang dalam satu dekade terakhir, akhirnya harus lengser dari jabatannya. Gagal menang dalam sembilan laga terakhir di mana empat di antaranya adalah kekalahan beruntun, menjadi penyebab berakhirnya kerjasama Kabau Sirah dengan pelatih asal Payakumbuh itu.<\/p>\n<p>Di Go-Jek Traveloka Liga 1 musim ini, Nil Maizar adalah pelatih ke-12 tidak yang harus melepas jabatannya. Dengan kata lain, dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya berlaga di pinggir lapangan. Mereka adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/celana-pendek-simon-mcmenemy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Simon McMenemy<\/a>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/08\/passion-robert-rene-alberts\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Robert Ren\u00e9 Alberts<\/a>, Gomes de Olivera, Stefano \u2018Teco\u2019 Cugurra, Jacksen F. Tiago, dan Hanafi.<\/p>\n<p>Terlalu kejam? Bisa jadi.<\/p>\n<p>Namun, manajemen klub pasti memiliki pertimbangan sendiri terkait surat pemecatan yang mereka turunkan. Mulai dari tuntutan suporter dan desakan sponsor untuk berprestasi, bisa menjadi beberapa pertimbangan untuk melayangkan surat PHK, meskipun sang pelatih memiliki jasa yang amat besar di tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Tak hanya Nil Maizar, beberapa pelatih yang sebelumnya pernah mengukir cerita manis kini kariernya juga\u00a0 berakhir tragis di Go-Jek Traveloka Liga 1, seperti Djadjang Nurdjaman dan Jafri Sastra. <em>Coach <\/em>Djanur yang pernah membawa Persib menjuarai Liga Indonesia di tahun 2014 mundur karena serentetan hasil buruk, begitu pula Jafri Sastra yang membawa Mitra Kukar menjadi kampiun di Piala Jenderal Sudirman 2015.<\/p>\n<figure style=\"width: 2508px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.baliutd.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/1489403904701.jpg\" alt=\"\" width=\"2508\" height=\"1672\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Hans-Peter Schaller (Kreditr: Bali United)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Selalu diawali kekalahan beruntun<\/strong><\/h3>\n<p>Jika ditelisik lebih lanjut, ada pola unik yang terjadi di Liga 1 terkait pergantian pelatih, yakni kekalahan beruntun. Tak peduli berapa pun jumlah kekalahan beruntun yang diderita, entah dua, tiga, atau lima, surat pemecatan pasti akan menyusul jika sang pelatih tidak berniat mengundurkan diri.<\/p>\n<p>Hans-Peter Schaller menjadi pelatih pertama yang dipecat musim ini setelah kalah dalam dua laga beruntun bersama Bali United. Gelombang pemecatan kemudian meningkat di pekan ketiga, ketika dua pelatih asing lengser karena alasan yang berbeda.<\/p>\n<p>Timo Scheunemann mundur dari Persiba Balikpapan usai kalah beruntun di tiga pertandingan, sedangkan Lauret Hatton diberhentikan PS TNI secara misterius padahal ia sama sekali belum menelan kekalahan. Menariknya lagi, dua pemain asing PS TNI, Aboubacar Leo Camara dan Aboubakar Sylla, harus ikut angkat kaki karena termasuk satu paket dengan sang pelatih.<\/p>\n<p>Setelah sempat tenang selama beberapa pekan, di pertengahan putaran pertama hingga awal putaran kedua, sederet juru taktik kembali menjadi korban kejamnya kompetisi domestik di Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya termasuk nama besar dan beberapa juga tak bisa dikatakan gagal total.<\/p>\n<p>Liestiadi harus berpisah dengan Persipura usai kalah beruntun dari PSM dan Madura United, kemudian Yusak Sutanto juga harus angkat kaki dari Perseru padahal performa tim memang begitu adanya, lalu Dragan \u0110ukanovi\u0107 yang harus terdepak karena hasil buruk di laga tandang walaupun perkasa di kandang, dan Jafri Sastra yang catatannya sama dengan Dragan.<\/p>\n<p>Tim yang diasuh keempat pelatih tersebut memang berulang kali diterpa kekalahan, tapi secara poin sebenarnya mereka tidak terlalu gagal. Terbukti, para pengganti mereka tidak dapat mengangkat performa tim secara signifikan, kecuali Wanderley Junior yang meneruskan tongkat kepelatihan Liestiadi.<\/p>\n<p>Jelang akhir putaran pertama hingga awal putaran kedua, jumlah pelatih yang angkat kaki kian bertambah. Aji Santoso, Herry Kiswanto, Djadjang Nurdjaman, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/02\/selamat-datang-kembali-ivan-kolev\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ivan Kolev<\/a>, dan Osvaldo Lessa harus angkat kaki karena kekalahan beruntun. Pengecualian untuk Milomir \u0160e\u0161lija karena ia menghilang secara misterius.<\/p>\n<p>Aji Santoso <em>resign <\/em>setelah kalah dari Persipura dan Semen Padang yang membuatnya gagal memenuhi target masuk lima besar. Herry Kiswanto lengser setelah kekalahan beruntun di empat laga, serupa dengan Ivan Kolev, kemudian Djadjang Nurdjaman dan Osvaldo Lessa gagal menunjukkan konsistensi di timnya masing-masing.<\/p>\n<p>Apabila trennya terus berlanjut seperti ini, siapa pun pelatihnya pasti tidak dapat bekerja dengan tenang. Kalah sekali masih oke, lalu ketika kalah lagi maka lutut langsung bergetar. Tekanan datang, dan ketenangan hilang seketika. Siapapun pelatihnya pasti akan kesulitan dengan iklim kerja seperti ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_7217\" aria-describedby=\"caption-attachment-7217\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7217 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S.jpg\" alt=\"Robert Rene Alberts\" width=\"960\" height=\"654\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S.jpg 960w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S-768x523.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S-800x545.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S-330x225.jpg 330w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S-558x380.jpg 558w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DD7IOfLVoAAGz_S-560x382.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7217\" class=\"wp-caption-text\">Robert Rene Alberts saat diwawancarai oleh Mahir Pradana (Football Tribe Indonesia). Kredit: PSM Makassar<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Berilah kepercayaan<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam beberapa kasus, ada kalanya manajemen klub harus bersabar dan tetap memberi kepercayaan penuh pada pelatih, contohnya PSM, Madura United, Persija, dan Barito Putera. Keempatnya pernah mengalami tren negatif, tapi tak satu pun dari mereka yang melengserkan pelatihnya.<\/p>\n<p>Hasilnya? Peningkatan performa setelah sempat jeblok.<\/p>\n<p>PSM pernah kalah beruntun dari dua pesaing utama mereka di tangga juara jelang akhir putaran pertama, dan kini mereka belum terkalahkan di putaran kedua. Madura United di awal putaran kedua sempat paceklik kemenangan di empat laga, tapi kini mereka baru saja meraih lima kemenangan beruntun.<\/p>\n<p>Persija sempat tiga kali kalah beruntun, tapi setelahnya mereka tak terkalahkan di 12 pertandingan dan meraih tujuh <em>clean sheets<\/em>. Kemudian Barito Putera yang juga pernah tiga kali kalah beruntun kini mulai stabil bertengger di peringkat delapan dan baru tiga kali kalah di putaran kedua.<\/p>\n<p>Dari data tersebut bisa dilihat bahwa jika para pelatih tidak terus menerus ditekan untuk menghasilkan poin, maka secara bertahap mereka juga dapat menunjukkan kualitas terbaiknya. Bhayangkara FC pun sempat dua kali menerima dua kekalahan beruntun, dan kini berdiri kokoh di puncak klasemen.<\/p>\n<p>Tidak ada yang instan di dunia ini, semuanya butuh proses. Bahkan mie instan pun butuh proses untuk dapat dimakan. Artinya, sesuatu yang dilakukan secara tergesa-gesa tidak akan nikmat, karena semuanya harus dilakukan secara bertahap.<\/p>\n<p>Jumlah 12 pelatih yang harus meletakkan jabatannya termasuk angka yang besar di sebuah liga domestik. Ke depannya, semoga fenomena ini tak terulang kembali, agar para pelatih dapat lebih tenang bekerja dan mengeluarkan potensi terbaiknya.<\/p>\n<p>Kalah beruntun bukan berarti pertanda untuk langsung mengganti pelatih. Bukankah begitu, Persegres?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nil Maizar, sosok pelatih yang sangat lekat dengan Semen Padang dalam satu dekade terakhir, akhirnya harus lengser dari jabatannya. Gagal menang dalam sembilan laga terakhir di mana empat di antaranya adalah kekalahan beruntun, menjadi penyebab berakhirnya kerjasama Kabau Sirah dengan pelatih asal Payakumbuh itu. Di Go-Jek Traveloka Liga 1 musim ini, Nil Maizar adalah pelatih ke-12 tidak yang harus melepas jabatannya. Dengan kata lain, dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya berlaga di pinggir lapangan. Mereka adalah Simon McMenemy, Robert Ren\u00e9 Alberts, Gomes de Olivera, Stefano \u2018Teco\u2019 Cugurra, Jacksen F. Tiago, dan Hanafi. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12226,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,1626,122],"class_list":["post-12225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-featured","tag-go-jek-traveloka-liga-1","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-05T04:30:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan\",\"datePublished\":\"2017-10-05T04:30:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/\"},\"wordCount\":917,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Go-Jek Traveloka Liga 1\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/\",\"name\":\"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-05T04:30:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/05\\\/takdir-pelatih-di-liga-1\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia","description":"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-10-05T04:30:04+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan","datePublished":"2017-10-05T04:30:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/"},"wordCount":917,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg","keywords":["Featured","Go-Jek Traveloka Liga 1","Slider"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/","name":"Takdir Pelatih di Liga 1: Kalah Beruntun adalah Perpisahan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg","datePublished":"2017-10-05T04:30:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dari 18 klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, hanya ada enam pelatih di Liga 1 yang masih awet mendampingi timnya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/takdir-pelatih-di-liga-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Klub-klub-Liga-1-ga-sabar-sama-pelatih.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}