{"id":12107,"date":"2017-10-03T21:59:26","date_gmt":"2017-10-03T14:59:26","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=12107"},"modified":"2017-10-03T21:59:26","modified_gmt":"2017-10-03T14:59:26","slug":"sepak-bola-slovenia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/","title":{"rendered":"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya"},"content":{"rendered":"<p>Slovenia adalah negara yang terletak di semenanjung Balkan, yang merupakan pecahan dari negara yang memiliki nama mashyur dalam sejarah sepak bola dunia, Yugoslavia. Bersama saudaranya, Kroasia, negara yang berbatasan dengan Italia di sebelah barat ini resmi berpisah dari induk negara federasi mereka tersebut pada tahun 1991.<\/p>\n<p>Slovenia dan Kroasia memiliki perekonomian yang jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara federasi Yugoslavia lainnya, yakni Makedonia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Serbia, dan Kosovo<em>. <\/em>Dan hal tersebut merupakan alasan utama dibalik keberanian mereka memisahkan diri dari negara berjuluk Brasil Eropa itu. Selain (tentunya) dipicu oleh alasan klasik khas Balkan: primordialisme.<\/p>\n<p>Slovenia yang penduduknya nyaris homogen (83 persen penduduknya beretnis Slovenia dan sisanya beretnis Kroasia, Serbia, serta Bosnia) tidak mengalami kendala berarti ketika menyatakan kemerdekaannya. Buku sejarah mencatat, Slovenia berperang \u201chanya\u201d selama tujuh hari melawan tentara Federal Yugoslavia (yang mayoritas beretnis Serbia) yang berusaha menggagalkan niat mereka untuk merdeka.<\/p>\n<p>Bandingkan dengan Kroasia yang terlibat perang selama berbulan-bulan dalam menghadapi tentara federal terkait pernyataan kemerdekaan mereka pada tanggal 25 Juni 1991. Bahkan seorang Zvonimir Boban turut menyumbangkan uangnya bagi militer Kroasia demi meraih kemenangan dalam perang dan lepas dari belenggu tentara Yugoslavia.<\/p>\n<figure style=\"width: 672px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/anillustratedhistoryofslavicmisery.files.wordpress.com\/2016\/11\/olimpija-3.jpg?w=672\" alt=\"NK Olimpija Ljubljana\" width=\"672\" height=\"372\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">NK Olimpija Ljubljana<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sepak bola Slovenia sebelum tahun 1991<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum merdeka pada tahun 1991, tim nasional Slovenia hanyalah sebatas tim regional yang tidak diakui secara resmi oleh UEFA dan FIFA, mirip dengan status <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/01\/ke-liga-mana-barcelona-akan-berlabuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tim nasional Catalunya<\/a> (daerah otonomi khusus di Spanyol) saat ini, walaupun memiliki asosiasi sepak bolanya sendiri. Tim nasional Slovenia hanya sebatas memainkan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola di ruang lingkup sepak bola Yugoslavia.<\/p>\n<p>Asosiasi sepak bola yang bernama <em>Ljubljana Football Subassociation<\/em>, yang merupakan cabang dari Asosiasi Sepak Bola Yugoslavia, dibentuk pada tahun 1920 untuk menjalankan liga sepak bola Slovenia.<\/p>\n<p>Liga sepak bola Yugoslavia sendiri memiliki empat level liga (dari teratas ke terendah) yakni liga federal 1, liga federal 2, liga federal 3, dan liga republik (terdiri dari Liga Kroasia, Liga Slovenia, Liga Makedonia, Liga Bosnia, Liga Serbia, dan Liga Vojvodina). Juara dari masing-masing liga republik berhak promosi ke liga di atasnya.<\/p>\n<p>Dua tim Slovenia yang paling banyak tampil di Liga Federal 1 adalah NK Olimpija Ljubljana dan NK Maribor, masing-masing sebanyak 40 dan 25 musim kompetisi.<\/p>\n<p>Pada tanggal 23 Juni 1921, di kota Ljubljana, diadakan pertandingan persahabatan antara timnas Prancis melawan tim seleksi Slovenia yang bermaterikan para pemain dari klub-klub Slovenia.<\/p>\n<p>Penggagas pertandingan ini adalah pejabat sementara Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet, yang juga merupakan penggagas turnamen <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/dunia\/piala-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia<\/a>. Pertandingan ini dimenangkan oleh timnas Prancis, dan walaupun tidak resmi, diakui sebagai penampilan perdana timnas Slovenia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ljubljana-slowenien-rumaenien-21-trainer-srecko-katanecsvn-picture-id52889726\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"700\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Srecko Katanec<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sepak bola Slovenia setelah merdeka<\/strong><\/h3>\n<p>Pertandingan resmi pertama timnas Slovenia di kancah Internasional terjadi pada tanggal 3 Juni 1992 kala bertandang ke Estonia di Tallinn. Pertandingan berakhir sama kuat 1-1 dengan Igor Benedejcic menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol pertama dalam sejarah Slovenia. Pelatih pertama mereka saat itu adalah Bojan Prasnikar.<\/p>\n<p>Negara yang memiliki kandungan air terbanyak di Eropa ini pernah memiliki pemain dengan nama besar dalam diri Srecko Katanec. Para penggemar Serie-A lawas pasti ingat betul dengan sosok yang pernah memperkuat Sampdoria pada rentang tahun 1989 hingga 1994 ini.<\/p>\n<p>Bahu-membahu bersama Gianluca Pacliuca, Amedeo Carboni, Pietro Vierchowod, Luca Pellegrini, Gianluca Vialli, dan Roberto Mancini, Katanec berhasil mempersembahkan Piala Winners di tahun pertamanya, gelar Scudetto di tahun keduanya, dan <em>r<\/em><em>unner-up<\/em> Piala Champions di tahun ketiganya (dikalahkan Barcelona 0-1 di partai final yang digelar di Wembley, Inggris) bersama Sampdoria.<\/p>\n<p>Katanec, sebelum memperkuat timnas Slovenia, juga pernah memperkuat timnas Yugoslavia di ajang Piala Eropa 1984 di Prancis danPiala Dunia 1990 di Italia.<\/p>\n<p>Turnamen besar yang pernah diikuti oleh Slovenia adalah Piala Eropa tahun 2000, Piala Dunia 2002, dan Piala Dunia 2010, walaupun di ketiga turnamen tersebut mereka tak pernah lolos ke babak gugur.<\/p>\n<p>Uniknya, Slovenia lolos di semua ajang tersebut melalui babak <em>play<\/em><em>&#8211;<\/em><em>off<\/em>. Mereka lolos ke Piala Eropa 2000 setelah mengalahkan Ukraina yang kala itu masih diperkuat oleh penyerang oportunis <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/ac-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">AC Milan<\/a>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/29\/andriy-shevchenko-dan-ingatan-yang-pendek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Andriy Shevchenko<\/a>. Dua tahun kemudian, mereka menyingkirkan Rumania untuk lolos ke Piala Dunia 2002. Adalah Zlatko Zahovic, pemain yang pernah bermain untuk Valencia, Porto, dan Benfica, yang berjasa meloloskan Slovenia di dua turnamen besar ini.<\/p>\n<p>Selanjutnya, generasi baru Slovenia yang diperkuat oleh dua saudara sepupu (Samir dan Jasmin Handanovic, keduanya berposisi sebagai penjaga gawang), Valter Birsa, Rene Krhin, dan kolega, berhasil\u00a0 lolos ke Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Rusia yang dilatih oleh Guus Hiddink di babak <em>play<\/em><em>&#8211;<\/em><em>off<\/em>.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/diego-jan-oblak-of-atletico-de-madrid-in-action-during-the-uefa-c-picture-id854823342\" width=\"1024\" height=\"685\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Jan Oblak<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Slovenia saat ini yang tangguh di sektor penjaga gawang<\/strong><\/h3>\n<p>Berdasarkan data dari <em>Transfermarkt<\/em>, total nilai pasar dari seluruh pemain timnas Slovenia saat ini adalah sebesar 82,75 juta euro. Menariknya, hampir setengah dari nilai tersebut adalah milik penjaga gawang utama mereka saat ini, Jan Oblak (Atletico Madrid).<\/p>\n<p>Jan Oblak merupakan salah satu dari empat penjaga gawang termahal di dunia yang berharga 40 juta euro, termasuk Manuel Neuer (Bayern M\u00fcnchen), Thibaut Courtois (Chelsea), dan David de Gea (Manchester United).<\/p>\n<p>Sedangkan penjaga gawang Slovenia yang akan tampil jika Oblak berhalangan bermain adalah Vid Belec, pemain muda Benevento pinjaman dari Internazionale Milano, yang diyakini sebagai pemain masa depan Slovenia berikutnya.<\/p>\n<p>Seandainya <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/vse-najboljse-samir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Samir Handanovic<\/a> (Internazionale) tidak memutuskan pensiun setelah gagal lolos ke Piala Eropa 2016, bisa dipastikan timnas Slovenia saat ini akan memiliki sektor penjaga gawang bernilai pasar paling mahal di dunia.<\/p>\n<p>Sayangnya, mewahnya kualitas penjaga gawang yang dimiliki oleh Slovenia saat ini tidak diikuti oleh sektor lainnya. Tim yang dilatih oleh Srecko Katanec ini tidak memiliki pemain berkualitas jempolan dan hanya memiliki beberapa pemain berkategori \u201clumayan\u201d dalam diri Miha Mevlja (Zenit St. Petersburg), Nejk Skubic (Atiker Konyaspor), Rene Krhin (FC Nantes), Josip Ilicic (Atalanta), Jasmin Kurtic (Atalanta), dan Valter Birsa (Chievo Verona).<\/p>\n<p>Kampanye mereka menuju Piala Dunia 2018 di Rusia pun terasa berat. Walaupun pada pertandingan terakhir mereka sukses menghancurkan Lithuania dengan skor 4-0 di kandang sendiri, Slovenia saat ini masih tertahan di posisi tiga klasemen sementara Grup F dengan 14 poin, di bawah Inggris (20 poin) dan Slovakia (15 poin).<\/p>\n<p>Dua pertandingan tersisa akan sangat berat bagi Oblak dan kolega karena akan menghadapi peringkat satu Inggris (tandang) dan peringkat empat yang memiliki poin yang sama dengan mereka, Skotlandia (kandang). Bandingkan dengan Slovakia, yang selain memiliki keunggulan satu poin, juga tidak akan berhadapan dengan Inggris lagi pada dua pertandingan tersisa mereka.<\/p>\n<p>Namun, walaupun kecil, peluang lolos ke Rusia itu masih ada, dan perjuangan akan dimulai dengan menghadapi Inggris di mana Harry Kane akhir-akhir ini sedang \u201cmenggila\u201d. Di sinilah, rakyat Slovenia akan menggantungkan asa pada refleks dan kehebatan penjaga gawang terbaik mereka, bahkan dunia, yang bernama Jan Oblak.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yves Vincent Muaya (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/YvMuaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">YvMuaya<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Slovenia adalah negara yang terletak di semenanjung Balkan, yang merupakan pecahan dari negara yang memiliki nama mashyur dalam sejarah sepak bola dunia, Yugoslavia. Bersama saudaranya, Kroasia, negara yang berbatasan dengan Italia di sebelah barat ini resmi berpisah dari induk negara federasi mereka tersebut pada tahun 1991. Slovenia dan Kroasia memiliki perekonomian yang jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara federasi Yugoslavia lainnya, yakni Makedonia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Serbia, dan Kosovo. Dan hal tersebut merupakan alasan utama dibalik keberanian mereka memisahkan diri dari negara berjuluk Brasil Eropa itu. Selain (tentunya) dipicu oleh alasan klasik khas Balkan: primordialisme. Slovenia yang penduduknya nyaris homogen (83 persen penduduknya beretnis Slovenia dan sisanya beretnis Kroasia, Serbia, serta &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4468,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[129,224,122,1981],"class_list":["post-12107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-lannya","tag-featured","tag-sepak-bola","tag-slider","tag-slovenia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-03T14:59:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya\",\"datePublished\":\"2017-10-03T14:59:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/\"},\"wordCount\":1060,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Samir.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Sepak Bola\",\"Slider\",\"Slovenia\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/\",\"name\":\"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Samir.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-03T14:59:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/10\\\/03\\\/sepak-bola-slovenia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Samir.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Samir.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Samir Handanovic\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia","description":"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-10-03T14:59:26+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya","datePublished":"2017-10-03T14:59:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/"},"wordCount":1060,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg","keywords":["Featured","Sepak Bola","Slider","Slovenia"],"articleSection":["Eropa","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/","name":"Sepak Bola Slovenia dan Para Penjaga Gawang Tangguhnya | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg","datePublished":"2017-10-03T14:59:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sedikit kisah tentang sepak bola Slovenia, negara pecahan Yugoslavia yang mempunyai deretan pemain hebat di sektor penjaga gawang.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/03\/sepak-bola-slovenia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Samir.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Samir Handanovic"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12107"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12107\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}