{"id":11722,"date":"2017-09-27T13:00:10","date_gmt":"2017-09-27T06:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11722"},"modified":"2017-09-27T07:15:30","modified_gmt":"2017-09-27T00:15:30","slug":"memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1?"},"content":{"rendered":"<p>Musim yang panjang, dengan banyaknya jumlah pertandingan mengharuskan semua klub bersiasat. Terutama, memaksimalkan semua sumber daya manusia yang ada. Tujuannya tentu untuk keperluan rotasi, memberi kesempatan kepada pemain muda, dan mengurangi risiko cedera apabila pemain di tim utama terlalu banyak bermain. Bagaimana dengan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a>?<\/p>\n<p>Ketika sebuah tim mengubah cara bermain, terkadang, ada satu atau dua pemain yang harus dikorbankan. Tentu ada banyak alasan logis. Salah satunya adalah corak permainan si pemain yang tak sesuai dengan skema tim. Alasan kedua adalah si pemain sangat sulit untuk beradaptasi dengan skema baru.<\/p>\n<p>Maka hukum alam yang berlaku. Yang paling kuat, atau mereka yang bisa beradaptsi, akan mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Pemain yang gagal beradaptasi akan kesulitan menembus tim utama. Bahkan ketika dahulu si pemain ini menyandang calon bintang, atau calon penerus legenda tim.<\/p>\n<p>Situasi yang sama tengah dirasakan Theo Walcott. Mantan <em>wonderkid<\/em> tersebut seperti canggung ketika diterjunkan ke dalam skema baru Arsenal. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Skema 3-4-2-1<\/a> yang kini digunakan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a> mengharuskan Walcott bermain di belakang penyerang tunggal, sebagai gelandang serang, bukan lagi pemain sayap atau penyerang tunggal yang dahulu ia idamkan.<\/p>\n<p>Maka yang terjadi adalah kekakuan. Walcott sangat sulit memaksimalkan kelebihannya ketika bermain di belakang penyerang. Ia bukan seorang kreator laiknya <em>playmaker<\/em>. Pemain asal Inggris tersebut adalah kreator dengan keterbatasan, yaitu menyisir sisi kanan, untuk melepaskan umpan silang atau melakukan penetrasi dari sisi sayap.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, menit bermain Walcott menjadi begitu terbatas. Ia adalah pilihan \u201ckesekian\u201d, tak bisa lagi merengek untuk mendapatkan jatah bermain lebih banyak. <em>The Gunners<\/em> sendiri tentu membutuhkan tenaga Walcott untuk musim yang panjang. Jangan saampai, pemain berusia 28 tahun tersebut makan gaji buta sebelum akhir dijual suatu saat nanti.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/20th-september-2017-emirates-stadium-london-england-carabao-cup-3rd-picture-id850313880\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Keterbatasan kemampuan<\/strong><\/h3>\n<p>Cara bermain Walcott tidak terlalu kompleks. Ia punya akselerasi sebagai kekuatan utama, ditambah olah bola yang rata-rata, dan kemampuan menembak bola yang cukup. Tiga corak kekuatan tersebut tak akan banyak bisa dikeluarkan Walcott ketika bermain dalam skema baru. Posisi di belakang penyerang menuntut beberapa hal yang Walcott tak punya.<\/p>\n<p>Ketika bermain sebagai gelandang serang, Walcott harus fasih menerima bola dengan kondisi punggung menghadap ke gawang. Celakanya, karena fisiknya yang kecil, Walcott hampir selalu kesulitan ketika harus mengontrol bola ketika lawan menekan dari belakangnya. Kontrol bola Walcott tidak istimewa, sehingga penguasaan dapat dengan mudah hilang.<\/p>\n<p>Sebagai gelandang serang, Walcott juga dituntut untuk terlibat aktif dalam proses membangun serangan. Karena teknik mengontrol bola ketika ditekan bek lawan dari belakang kurang baik, Arsenal sering kehilangan opsi ketika Walcott bermain. Suatu kali, Walcott bahkan bertindak layaknya penyerang, meski hal ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan.<\/p>\n<p>Jika kesulitan bermain sebagai gelandang, apakah Walcott bisa dimainkan di posisi lain? Apakah bek sayap kanan? Jawabannya mungkin tidak bisa. Aspek bertahan Walcott sangat buruk, meski sebagai pemain sayap kanan salah satu tugasnya adalah melindungi bek kanan. Ia tak bisa konsisten menutup ruang meski punya akselerasi yang bagus.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, opsi yang tersisa adalah penyerang tengah. Mengembalikan Walcott ke pos penyerang mungkin bisa menjadi solusi jangka pendek. Namun tentu saja, ada risiko harus mengorbankan penyerang lainnya dan Arsenal sendiri harus mengubah pendekatannya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/theo-walcott-of-arsenal-during-a-training-session-at-london-colney-on-picture-id849488446\" width=\"1024\" height=\"738\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pendekatan Arsenal<\/strong><\/h3>\n<p>Walcott bisa bermain sebagai penyerang dan ini adalah fakta. Namun, Arsenal harus mengubah cara bermain ketika menggunakan Walcott sebagai ujung tombak. Berbeda dengan cara bermain Alexandre Lacazette dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/07\/olivier-giroud-dan-mereka-yang-cemas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Olivier Giroud<\/a> yang bisa menjadi tembok, Walcott tak bisa melakukannya. Sentuhan pertama dan keterbatasan visi permainan membatasi mantan pemain akademi Southampton ini.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, setidaknya ada satu hukum yang mutlak diingat ketika menggunakan Walcott sebagai penyerang, yaitu pergerakan pemain dan tim tidak boleh statis.<\/p>\n<p>Sudah disinggung di atas bahwa Walcott tidak bisa menerima bola dengan punggung menghadap gawang lawan. Kontrol bola yang tidak prima justru akan menyulitkan pemain asal Inggris tersebut. Secara mudahnya, bola yang dilepaskan harus berada di jalur lari Walcott. Atau, sebelum menerima bola, tubuh Walcott harus diagonal sehingga memudahkan dirinya untuk berakselerasi.<\/p>\n<p>Selain tim yang harus melakukan pergerakan yang lebih banyak dan kompleks, Walcott sendiri juga tidak boleh malas. Walcott harus punya inisiatif untuk terus bergerak di antara celah pemain bertahan. Tujuannya untuk mengacaukan koordinasi pemain bertahan, untuk menciptakan\u00a0ruang bagi pemain Arsenal lain, sekaligus menciptakan ruang gerak dua hingga tiga meter untuk dirinya sendiri.<\/p>\n<p>Nah, ketika tim dan Walcott sendiri lebih dinamis bergerak, cara bermain Arsenal menjadi lebih enak untuk dinikmati. Perhatikan video di bawah ini:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Walcott: Dinamis dan Tajam\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/wi8jQ71iELc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Yang menarik tentu bagaimana Walcott memanfaatkan \u201clari kecil-kecil\u201d di antara bek West Bromwich Albion untuk menciptakan ruang bagi dirinya sendiri. Perhatikan juga arah lari Walcott yang selalu siap menyongsong bola diagonal, bukan hendak menerimanya dengan punggung menghadap gawang. Posisi badannya yang selalu menyerong memudahkan Walcott untuk memutar badan jika menerima bola.<\/p>\n<p>Keberanian Walcott untuk melepas tendangan setelah menerima bola juga patut masuk dalam catatan. Sebagai pemain yang berposisi paling depan dalam skema Arsenal, Walcott harus berani melepas tendangan. Jika pembaca jeli mencatat, beberapa pemain Arsenal, terutama gelandang, memiliki kemampuan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, beberapa kali kesempatan untuk melepas tendangan tidak dimanfaatkan. Di sini, Walcott harus menjadi pembeda dalam sistem Arsenal. Terutama, untuk memberikan variasi serangan dan efek kejut bagi bek lawan.<\/p>\n<p>Artinya, ada sebuah keinginan untuk memanfaatkan keunggulan lari jarak pendek dan keberanian melepas tendangan yang ditunjukkan Walcott. Gelandang-gelandang serang Arsenal juga tidak ragu memberikan bola terobosan karena melihat Walcott berada dalam posisi yang ideal.<\/p>\n<p>Selalu ada dua variabel dalam sebuah skema, yaitu si pemberi bola dan si penerima. Waktu yang hanya sekian detik adalah rentang yang cukup luas bagi si penerima untuk menempatkan diri dalam posisi terbaik, untuk menerima bola.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga berlaku bagi si pemberi, yaitu melihat secara cepat bahwa bola yang akan ia lepas akan berada di kaki yang tepat. Situasi ini membutuhkan gerak yang kontinu dan selaras. Jika Walcott hanya semi-statis, atau bahkan statis, situasi tersebut tidak akan tercipta.<\/p>\n<p>Perhatikan video ketiga di bawah ini. Video berdurasi 1 menit 8 detik ini adalah cuplikan proses gol kedua Walcott di laga yang sama.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Theo Walcott: Agility dan Finishing\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8cGT5f0OoVI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sebagai pemain yang diplot sebagai penyerang, Walcott mempunyai\u00a0<em>goal threat<\/em>\u00a0yang dapat dimaksimalkan.Kemampuan <em>finishing<\/em> Walcott cukup baik, terutama jika mendapatkan ruang untuk bergerak. Kemampuan tersebut terlihat dari\u00a0<em>agility<\/em>-nya untuk bergerak di tengah kerumunan bek WBA.<\/p>\n<p>Kecepatan berpikir untuk sedikit mencongkel bola lalu menembak dengan ujung kaki patut masuk dalam catatan. Artinya, jika dimainkan sebagai penyerang, Walcott harus berani memegang dan bergerak dengan bola. Syaratnya, Walcott harus secara konsisten kontinu bergerak dengan\u00a0pemilihan waktu\u00a0yang tepat.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/20th-september-2017-emirates-stadium-london-england-carabao-cup-3rd-picture-id850235500\" width=\"1024\" height=\"732\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sebuah harapan<\/strong><\/h3>\n<p>Memang, ketika menggunakan Walcott, Arsenal harus lebih repot dengan sedikit mengubah cara bermain. Susah payah tersebut tidak akan begitu dirasakan ketika Lacazette dan Giroud yang bermain di depan. Namun sekali lagi, untuk kompetisi yang panjang, tenaga Walcott akan dibutuhkan. Terutama, Walcott yang siap dan berada dalam performa terbaik.<\/p>\n<p>Memastikan Walcott bisa bermain dalam performa terbaik di posisi ideal memberi beberapa harapan untuk masa depan. Yang terutama tentu melihat kembali Walcott yang tajam dan penuh energi. Bukan pesakitan seperti saat ini yang akan banyak duduk di bangku cadangan. Mumpung usianya masih 28 tahun, memaksimalkan Walcott tentu sebuah kerja yang ideal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/25\/apakah-theo-walcott-masih-dibutuhkan-oleh-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Apakah Theo Walcott Masih Dibutuhkan oleh Arsenal?<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Harapan kedua adalah ketika Walcott bermain sebagai penyerang, Gooners bisa lebih banyak melihat <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/24\/reiss-nelson-ia-yang-berlari-kencang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Reiss Nelson<\/a> bermain di belakang penyerang. Gelandang kreatif berusia 17 tahun ini punya bakat besar dan tentu menyenangkan melihatnya bermain di lini serang selain sebagai bek sayap kanan.<\/p>\n<p>Memaksimalkan Walcott dalam skema 3-4-2-1 memang kerja yang tidak mudah. Namun itulah salah satu dinamika kehidupan seorang pemain dan pelatih. Kerja keras dan melelahkan yang dilakukan dengan kesadaran tentu akan terasa manis pada akhirnya. Memaksimalkan sumber daya manusia yang ada bisa menjadi solusi menatap musim yang panjang.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim yang panjang, dengan banyaknya jumlah pertandingan mengharuskan semua klub bersiasat. Terutama, memaksimalkan semua sumber daya manusia yang ada. Tujuannya tentu untuk keperluan rotasi, memberi kesempatan kepada pemain muda, dan mengurangi risiko cedera apabila pemain di tim utama terlalu banyak bermain. Bagaimana dengan Arsenal? Ketika sebuah tim mengubah cara bermain, terkadang, ada satu atau dua pemain yang harus dikorbankan. Tentu ada banyak alasan logis. Salah satunya adalah corak permainan si pemain yang tak sesuai dengan skema tim. Alasan kedua adalah si pemain sangat sulit untuk beradaptasi dengan skema baru. Maka hukum alam yang berlaku. Yang paling kuat, atau mereka yang bisa beradaptsi, akan mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Pemain yang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11723,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,381,129,122,1742],"class_list":["post-11722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-arsenal","tag-arsene-wenger","tag-featured","tag-slider","tag-theo-walcott"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-27T06:00:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1?\",\"datePublished\":\"2017-09-27T06:00:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/\"},\"wordCount\":1277,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"Arsene Wenger\",\"Featured\",\"Slider\",\"Theo Walcott\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/\",\"name\":\"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-27T06:00:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/27\\\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Memaksimalkan Theo Walcott\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia","description":"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-27T06:00:10+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1?","datePublished":"2017-09-27T06:00:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/"},"wordCount":1277,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg","keywords":["Arsenal","Arsene Wenger","Featured","Slider","Theo Walcott"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/","name":"Bagaimana Cara Arsenal Memaksimalkan Theo Walcott dalam Skema 3-4-2-1? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg","datePublished":"2017-09-27T06:00:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Daripada hanya menjadi pemanis di bangku cadangan, ada beberapa cara Arsene Wenger untuk memaksimalkan Theo Walcott dalam skuat Arsenal.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/memaksimalkan-theo-walcott-dalam-skema-3-4-2-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/bagaimana-cara-memaksimalkan-walcott-dalam-skema-3421.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Memaksimalkan Theo Walcott"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11722"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11722\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}