{"id":11719,"date":"2017-09-27T12:30:32","date_gmt":"2017-09-27T05:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11719"},"modified":"2017-09-27T07:07:58","modified_gmt":"2017-09-27T00:07:58","slug":"persekabpas-persmin-200","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/","title":{"rendered":"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik"},"content":{"rendered":"<p>Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 bisa dibilang merupakan kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, salah duanya adalah Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa. Keduanya bukan tim besar di wilayah masing-masing, tapi berhasil melaju hingga babak semifinal.<\/p>\n<p>Di babak reguler, Persmin lebih perkasa dari Persekabpas. Bermodal dua pilar asing, Jorge Toledo dan Daniel Campos, kemudian disokong bek sarat pengalaman, Djet Donald La\u2019ala, dan diperkuat Miro Baldo Bento di lini depan, Manguni Makasiouw berhasil keluar sebagai pemuncak klasemen Wilayah Dua.<\/p>\n<p>Di laga pertama saja, Persmin sudah membuat kejutan dengan mengalahkan PSM Makassar. Pertahanan kuat memang menjadi andalan skuat Djoko Malis untuk mengalahkan para lawannya. Walaupun hanya mencetak 37 gol di babak reguler (terminim kedua di empat besar klasemen bersama Persiba Balikpapan), Persmin hanya kemasukan 26 kali.<\/p>\n<p>Sebaliknya di kubu Persekabpas, anak asuh Subangkit justru sangat mendewakan permainan ofensif. Kreativitas Zah Rahan, ditopang dengan kecepatan Siswanto dan Kasan Soleh, membuat kerja Alfredo Figueroa menjadi lebih mudah di lini depan. Untuk sektor pertahanan, Laskar Sakera memasang Uilian Souza dan Francisco Rotuno sebagai <em>double pivot<\/em>, menemani Murphy Kumonple, Jordy Kartiko, dan Heri Ismanto di lini belakang.<\/p>\n<p>Di Ligina XII, Persekabpas tergabung di Wilayah Satu. Mereka berhasil melaju ke babak 8 besar setelah finis di peringkat keempat, di bawah Arema Malang, Persija Jakarta, dan PSIS Semarang. Total 35 gol mereka ceploskan di babak reguler, alias terbanyak kedua di grup tersebut setelah Arema.<\/p>\n<p>Sebelum bersua di laga kedua babak 8 besar Grup Timur, Persekabpas berada di posisi yang lebih menguntungkan. Di pertandingan pertama mereka berhasil mengalahkan Persija dengan skor 3-1, sedangkan Persmin bermain imbang 2-2 dengan PSM Makassar. Namun, ketika keduanya diadu, Persmin justru tancap gas lebih dulu.<\/p>\n<h3><strong>Jelang pertandingan<\/strong><\/h3>\n<p>Dari materi pemain, kedua tim tidak mengubah susunan <em>winning team <\/em>mereka. Di kubu Persmin, Djet Donald La\u2019ala dan Etoga Romaric tetap menjaga jantung pertahanan, kemudian Jorge Toledo, Daniel Campos, dan Eugene Gray bahu-membahu di lini serang.<\/p>\n<p>Serupa dengan Persmin, Persekabpas juga mempertahankan materi pemain terbaik mereka, terutama di sisi sayap yang dihuni Siswanto dan Kasan Soleh. Zah Rahan tetap ditugaskan sebagai pemain nomor 10, sedangkan Alfredo Figueroa bertarung sendirian di depan sebagai penyerang tunggal.<\/p>\n<p>Selain kesamaan dalam mempertahankan susunan pemain <em>outfield<\/em>, kedua pelatih juga sama-sama mengganti kiper mereka di pertandingan ini. Hendra Pandeynuwu kali ini dipercaya mengawal gawang Persmin untuk menggantikan Sukirmanto, sedangkan gawang Persekabpas dijaga oleh Ronny Tri Prasnanto yang menggantikan Ahmad Nurosadi yang sering membuat blunder.<\/p>\n<p>Strategi yang diusung kedua pelatih di laga ini juga tidak berubah. Djoko Malis selaku arsitek tim Persmin menginstruksikan anak asuhnya untuk menunggu bola sambil mencari celah saat melancarkan serangan balik. Di kubu lawan, Subangkit yang menakhodai Persekabpas tetap mengusung permainan ofensif dengan formasi 3-6-1.<\/p>\n<p>Laga yang digelar pada sore hari ini pun dimulai, dan suporter kedua tim serta pemirsa layar kaca di rumah tentu sangat antusias menyaksikan duel dua kuda hitam dari dua wilayah ini. Gaya bermain kedua tim yang bertolak belakang juga membuat pertandingan ini semakin nikmat untuk disaksikan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Hendra Pandeynuwu beterbangan dan 94 menit yang tak terlupakan<\/strong><\/h3>\n<p>Di Stadion Tri Dharma, Gresik, pemain Persmin sudah berselebrasi merayakan gol di menit keempat. Eugene Gray yang menanduk umpan dari tendangan bebas memang tidak langsung menyarangkan gol karena bola membentur mistar gawang, tetapi bola sapuan dari pemain Persekabpas justru kembali mengarah ke Gray dan Persmin unggul 1-0.<\/p>\n<p>Unggul satu gol, Persmin bermain semakin rapat. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/djet-donald-laala-si-bek-tangguh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Djet Donald<\/a> berkali-kali mematahkan serangan Persekabpas. Kalaupun ia lolos, masih ada Hendra Pandeynuwu yang sangat sigap untuk terbang mengahalau tembakan maupun umpan silang pemain Persekabpas.<\/p>\n<p>Persekabpas pun mengurung pertahanan Persmin, tapi mereka minim kreativitas karena Zah Rahan selalu ditempel minimal dua pemain Persmin. Asyik menyerang, Persekabpas lupa pertahanan. Sekitar seperempat jam berselang, gawang Persekabpas jebol untuk yang kedua kalinya lewat serangan balik cepat.<\/p>\n<p>Daniel Campos melakukan aksi individu dan diakhiri dengan sontekan keras dari sudut sempit. Sebuah gol yang sangat berkelas. Dua gol Persmin unggul, dan jalan Persekabpas untuk mengejar ketertinggalan semakin terjal, karena lini belakang Manguni Makasiouw tak kunjung berhasil ditembus. Namun, mereka tidak patah arang.<\/p>\n<p>Berbekal lini serang dahsyat dan didukung ribuan Sakeramania dari atas tribun, anak asuh Subangkit tak kenal lelah membombardir pertahanan Persmin. Pertandingan saat itu bisa dibilang hanya berlangsung setengah lapangan, karena Persmin menerapkan garis pertahanan yang sangat rendah, sedangkan tiga bek Persekabpas maju hingga garis tengah lapangan.<\/p>\n<p>Siswanto dan Kasan Soleh sangat aktif menggempur dari sisi sayap, coba menarik pemain lawan untuk mengendurkan pengawalan pada Zah Rahan, sedangkan Alfredo Figueroa tak dapat berbuat banyak karena ia terkunci di lini depan.<\/p>\n<p>Di babak kedua, Djoko Malis melakukan penyegaran di lini belakang dengan memasukkan Jalaludin, sedangkan Subangkit menambah penyerang dengan menurunkan Ahmad Junaedi. Dengan masuknya Junaedi, Persekabpas kini bermain dengan dua penyerang dalam formasi 4-4-2.<\/p>\n<p>Akhirnya di masa <em>injury time<\/em>, momen dramatis itu pun tiba. Menit ke-93, Zah Rahan melakukan tendangan saat kemelut terjadi di kotak penalti Persmin. Bola membentur pemain Persmin dan masuk ke gawang Hendra yang sudah mati langkah. 2-1 skor sementara dan Persekabpas kian bernafsu menyamakan skor.<\/p>\n<p>Satu menit kemudian, hasilnya sungguh di luar dugaan dan sangat dramatis. Supriyadi yang berposisi sebagai bek naik membantu serangan, dan mengirimkan umpan silang tepat di jantung pertahanan Persmin. Sebuah umpan yang sangat sederhana, dan seharusnya bisa dihalau dengan mudah, Namun, para penggawa Persmin yang dilanda keletihan sudah hilang konsentrasi.<\/p>\n<p>Ahmad Junaedi berdiri bebas dan menanduk bola dengan akurat. Gawang Hendra Pandeynuwu bobol untuk kedua kalinya. Para pemain Persekabpas merayakannya dengan penuh suka cita, ribuan Sakeramania bersorak sorai, tak terkecuali sosok lelaki tambun yang bertelanjang dada dan mengecat seluruh tubuhnya dengan warna putih.<\/p>\n<p>Sebuah pertandingan yang sangat seru, sangat berkualitas. Menurut saya, hingga bertahun-tahun kemudian belum ada yang menyaingi keharuan di laga Persekabpas kontra Persmin ini. Bahkan, final antara Persik melawan PSIS yang golnya juga terjadi di menit-menit akhir menurut saya belum bisa menyamai bobot drama yang tersaji di Gresik.<\/p>\n<p>Skor 2-2 tersebut memang merupakan antiklimaks bagi Persmin. Mereka baru mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan, tapi pada akhirnya tetap bisa melaju ke semifinal setelah menahan imbang Persija 0-0 di pertandingan terakhir. Dengan kata lain, Persmin lolos dari babak 8 besar dengan tiga hasil imbang, tanpa satupun kemenangan dan kekalahan.<\/p>\n<p>Sebaliknya di kubu Persekabpas, dua gol dramatis saat melawan Persmin semakin membangkitkan kepercayaan diri mereka. Di laga terakhir kontra PSM Makassar, Juku Eja mereka gebuk dengan skor 5-1. Siswanto mencetak <em>hattrick<\/em>, kemudian Kasan Soleh dan Zah Rahan masing-masing menyumbang satu gol.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 bisa dibilang merupakan kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, salah duanya adalah Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa. Keduanya bukan tim besar di wilayah masing-masing, tapi berhasil melaju hingga babak semifinal. Di babak reguler, Persmin lebih perkasa dari Persekabpas. Bermodal dua pilar asing, Jorge Toledo dan Daniel Campos, kemudian disokong bek sarat pengalaman, Djet Donald La\u2019ala, dan diperkuat Miro Baldo Bento di lini depan, Manguni Makasiouw berhasil keluar sebagai pemuncak klasemen Wilayah Dua. Di laga pertama saja, Persmin sudah membuat kejutan dengan mengalahkan PSM Makassar. Pertahanan kuat memang menjadi andalan skuat Djoko Malis untuk mengalahkan para lawannya. Walaupun hanya mencetak 37 gol &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11720,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,1942,1943,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-27T05:30:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-27T00:07:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\",\"name\":\"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-27T05:30:32+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-27T00:07:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Persekabpas\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia","description":"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia","og_description":"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-27T05:30:32+00:00","article_modified_time":"2017-09-27T00:07:58+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/","name":"Persekabpas-Persmin 2006: Duel Kuda Hitam Terbaik | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg","datePublished":"2017-09-27T05:30:32+00:00","dateModified":"2017-09-27T00:07:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Musim ke-12 Liga Indonesia pada tahun 2006 adalah kompetisi yang sangat bersahabat bagi tim kuda hitam, termasuk Persekabpas Pasuruan dan Persmin Minahasa.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/27\/persekabpas-persmin-200\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Persekabpas-Persmin-2006-Duel-Kuda-Hitam-Terbaik.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Persekabpas"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11719"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11719\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}