{"id":11642,"date":"2017-09-26T12:30:21","date_gmt":"2017-09-26T05:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11642"},"modified":"2017-09-26T07:31:55","modified_gmt":"2017-09-26T00:31:55","slug":"ketegasan-laurent-koscielny","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/","title":{"rendered":"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal"},"content":{"rendered":"<p>Akhir periode 1990 hingga awal 2000 adalah sebuah periode di mana Arsenal dikenal dengan sepak bola indahnya. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a> datang ke Liga Primer Inggris seperti badai. Manajer asal Prancis tersebut memperkenalkan cara bermain yang baru kepada rekan-rekan pelatih di Inggris. Cara baru yang pada awalnya revolusioner.<\/p>\n<p>Wenger pernah revolusioner. Hal ini benar adanya, tentu saja. Ia mengenalkan cara bermain cepat dengan aliran umpan satu atau dua sentuhan. Cara bermain Arsenal yang baru ini membuat mereka sulit diadang lawan-lawannya. Permainan indah yang pada akhirnya menjadi fondasi puncak kejayaan Arsenal: 49 pertandingan zonder kekalahan.<\/p>\n<p>Waktu terus berjalan dan Wenger setia dengan filosofinya. Permainan indah ala <em>The Gunners<\/em>, satu dua sentuhan, serangan balik cepat, yang di kemudian hari juga dipentaskan dengan megah oleh rakasasa Catalan. Tak ada yang salah dengan kesetiaan. Namun di sepak bola, ada kalanya Anda harus berkembang.<\/p>\n<p>Sayang sekali, mantan manajer AS Monaco ini telat mengikuti arus zaman. Ketika <em>free-flowing game<\/em> yang ditunjukkan Arsenal kesulitan menundukkan tim-tim tradisional Britania, Wenger tetap bergeming. Ia keras kepala, dan itu benar adanya, dan salah satu buktinya adalah bertahun-tahun mempertahankan pemain yang tidak berkontribusi.<\/p>\n<p>Maka ketika Jose Mourinho mempertunjukkan bahwa \u201cbermain bertahan\u201d pun bisa menjadi juara, cara bermain Wenger mendapat cibiran. Jangan salah, \u201ccara bermain kuno\u201d Arsenal ini pun masih mendapatkan dukungan. Padahal, cara bermain yang pernah disegani ini sudah aus dimakan zaman dan sudah seperti menjadi dongeng.<\/p>\n<p>Wenger sendiri melunak ketika ia mengubah pendekatan 4-2-3-1 yang ortodok menjadi 3-4-2-1 yang \u201cnampak\u201d modern. Hasilnya sempat bagus. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a> tetap bisa mempertahankan cara bermain indah. Namun, tanpa konsistensi struktur taktik, kembali, bermain indah tak selalu berujung kemenangan. Jika ingin selalu menikmati yang indah-indah, sebaiknya Anda pergi ke pantai.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/laurent-koscielny-of-arsenal-during-the-premier-league-match-between-picture-id853794660\" width=\"1024\" height=\"707\" \/><\/p>\n<h3><strong>Suara Laurent Koscielny<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain sepak bola datang ke tempat latihan setiap pagi dan sore untuk satu tujuan, yaitu menjadi lebih kuat dan juara di akhir musim. Siapa saja pemainnya, bahkan jika dirinya adalah Paolo Maldini atau Francesco Totti, pemain satu klub sepanjang karier, tentu punya hasrat untuk menjad juara. Kesetiaan memang penting, namun juara juga tak kalah pentingnya untuk seorang atlet.<\/p>\n<p>Maka, suara tegas Laurent Koscielny menemui kebenarannya. <em>Win ugly<\/em>, adalah keniscayaan yang tak bisa ditampik seorang yang terlibat di dunia kompetisi, termasuk Wenger. Berbicara sebelum Arsenal menjamu West Bromwich Albion, Koscielny menegaskan pendapatnya kepada <em>The Telegraph<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cDi Inggris, setiap laga selalu sulit. Tidak ada tim dengan kasta yang lebih rendah dan jika Anda tidak siap, kekalahan bukan soal talenta. Setiap pertandingan adalah soal komitmen, dan fokus dengan cara bermain sendiri. Jika siap memenangi duel, memenangi <em>second ball<\/em>, dan setelah itu bermain dengan gaya sendiri, maka Arsenal bisa mengalahkan West Brom.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKami memenangi Piala FA dan Community Shield, tetapi Liga Primer adalah sesuatu yang berbeda karena berjalan selama sembilan atau sepuluh bulan. Hanya tim yang konsisten memenangi pertandingan yang bisa menjadi juara. Setiap tahun, kami tampil bagus di awal atau di akhir musim, namun tidak sepanjang musim.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSangat sulit untuk memenangi Liga Primer jika catatan kami seperti itu. Jadi, saya berharap kami bisa lebih konsisten mendapatkan kemenangan. Pada akhirnya, memang menyenangkan bermain indah, namun yang paling penting adalah mendapatkan tiga angka. Terkadang, Anda hanya perlu menang 1-0 dan bermain buruk, tapi kami mendapatkan tiga angka pada akhir laga. Kami harus belajar soal ini.\u201d<\/p>\n<p>Koscielny memahami bahwa kompetisi adalah maraton. Dan yang paling penting, liga tidak dimenangi hanya dengan menang tipis atas Leicester City atau mengatasi perlawanan Bournemouth. Kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga. Jika tidak konsisten, jangan harap bisa menjadi juara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/10\/laurent-koscielny-yang-menuai-hasil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Laurent Koscielny yang Menuai Hasil dari Kesabaran dan Kerja Keras<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Oleh sebab itu, tak selalu kemenangan dihasilkan dari permainan indah, dengan melakukan 50 umpan pendek sebelum Olivier Giroud mencetak gol dengan mencocor umpan datar dari Theo Walcott. Kemenangan juga bisa dihasilkan dari tembakan serampangan Nacho Monreal yang membentur dada pemain lawan sebelum menjadi gol.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, rentetan 10 kemenangan dengan cara bermain yang buruk akan lebih berarti ketimbang lima hasil imbang dan lima kekalahan ketika bermain cantik. Arsenal ikut kompetisi paling sengit di dunia, bukan ajang kecantikan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir periode 1990 hingga awal 2000 adalah sebuah periode di mana Arsenal dikenal dengan sepak bola indahnya. Arsene Wenger datang ke Liga Primer Inggris seperti badai. Manajer asal Prancis tersebut memperkenalkan cara bermain yang baru kepada rekan-rekan pelatih di Inggris. Cara baru yang pada awalnya revolusioner. Wenger pernah revolusioner. Hal ini benar adanya, tentu saja. Ia mengenalkan cara bermain cepat dengan aliran umpan satu atau dua sentuhan. Cara bermain Arsenal yang baru ini membuat mereka sulit diadang lawan-lawannya. Permainan indah yang pada akhirnya menjadi fondasi puncak kejayaan Arsenal: 49 pertandingan zonder kekalahan. Waktu terus berjalan dan Wenger setia dengan filosofinya. Permainan indah ala The Gunners, satu dua sentuhan, serangan balik &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11643,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,286,129,1825,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-26T05:30:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-26T00:31:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\",\"name\":\"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-26T05:30:21+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-26T00:31:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Ketegasan Laurent Koscielny\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-26T05:30:21+00:00","article_modified_time":"2017-09-26T00:31:55+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/","name":"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg","datePublished":"2017-09-26T05:30:21+00:00","dateModified":"2017-09-26T00:31:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ketegasan Laurent Koscielny yang mengatakan bahwa kompetisi adalah kumpulan kemenangan dengan level konsistensi yang terjaga.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Koscielny-dan-win-ugly.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Ketegasan Laurent Koscielny"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/26\/ketegasan-laurent-koscielny\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketegasan Laurent Koscielny dan Dongeng Sepak Bola Indah Arsenal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11642"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11642\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}