{"id":11300,"date":"2017-09-21T13:00:31","date_gmt":"2017-09-21T06:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11300"},"modified":"2017-09-21T11:55:00","modified_gmt":"2017-09-21T04:55:00","slug":"tim-impian-persipura-jayapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/","title":{"rendered":"Tim Impian Persipura Jayapura"},"content":{"rendered":"<p>Sebelumnya kami sudah membuat <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/tim-impian-psm-makassar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tim impian PSM Makassar<\/a> dalam 20 tahun terakhir. Kini, giliran tim tersukses sepak bola Indonesia era modern, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/24\/pesona-persipura-jayapura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persipura Jayapura<\/a>.<\/p>\n<p>Sejarah dari Persipura sendiri memang agak kabur. Bahkan pihak klub sendiri agak sangsi jika tim berjuluk Mutiara Hitam ini berdiri pada tahun 1963. Karena adanya bukti-bukti lain yang justru menunjukan bahwa Persipura lahir jauh sebelum tahun tersebut.<\/p>\n<p>Tetapi yang pasti, sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura di kancah sepak bola nasional. Meskipun baru satu dekade kemudian mereka berhasil menjadi juara.<\/p>\n<p>Memang masih sering diperdebatkan mana yang lebih sukses di era modern sepak bola Indonesia di antara Sriwijaya FC atau Persipura Jayapura. Tetapi empat gelar juara liga plus satu gelar juara kompetisi pengganti liga, Torabika Soccer Championship, setidaknya menjadi pertanda bahwa tim ini memang berbeda dengan kebanyakan tim lain yang ada di sepak bola Indonesia.<\/p>\n<p>Berikut kami berikan daftar 11 pemain yang masuk tim impian Persipura Jayapura versi Football Tribe Indonesia.<\/p>\n<figure style=\"width: 673px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdn1-a.production.liputan6.static6.com\/medias\/1201045\/big\/005136200_1460465607-_20160411NH_Yoo_Jae_Hoon_001.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bola.com<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Kiper: Yoo Jae-hoon<\/strong><\/h3>\n<p>Sebenarnya menentukan posisi kiper di tim impian Persipura Jayapura ini agak sulit. Ada dua nama besar yang dipertimbangkan, yaitu Jendri Pitoy dan Yoo Jae-hoon. Namun, mengingat secara kuantitas gelar yang dimiliki kiper asing asal Korea Selatan ini lebih banyak, maka pilihan kemudian jatuh kepada Jae-hoon. Ia terlibat dalam kesuksesan Persipura ketika menjadi juara pada tahun 2011 dan 2013, serta satu medali tambahan di TSC lalu. Boleh jadi andai Yoo Jae-hoon bermain di partai final ISL 2014 lalu, gelar juara tidak akan jatuh ke tangan Persib Bandung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/wearemania.net\/resource\/images\/collection\/2014_06_24_victor_igbonefo_persipura.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"350\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Victor Igbonefo. Kredit: Aremania.net<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Bek: Victor Igbonefo<\/strong><\/h3>\n<p>Victor Chukwuekezie Igbonefo mendarat di Indonesia di usia 23 tahun. Ia termasuk ke dalam tim Persipura yang juara pada tahun 2005 ketika ditangani oleh Rahmad Darmawan. Meskipun terlihat memiliki fisik yang superior, nyatanya Victor memiliki gaya bertahan yang mengandalkan visi. Ia cerdas dan bisa membangun permainan. Selain gelar pada tahun 2005, Victor juga memberika gelar untuk tim Mutiara Hitam pada tahun 2009 dan 2011.<\/p>\n<h3><strong>Bek: Bio Paulin<\/strong><\/h3>\n<p>Berbeda dengan Victor, Bio Paulin lebih terkenal karena kekuatannya. Ada masa ketika Bio bukan lawan yang bisa dihadapi secara langsung oleh penyerang tim-tim lain di kancah sepak bola Indonesia. Ia tinggi, besar, kuat, namun bisa mengejar pemain lawan. Setelah bertahan selama satu dekade di Persipura, akhirnya pada tahun 2017 ini ia hengkang ke Sriwijaya FC.<\/p>\n<h3><strong>Bek: Ricardo Salampessy<\/strong><\/h3>\n<p>Bersama Boaz Solossa dan Korinus Fingkrew, Ricardo Salampessy adalah bintang di tim PON Papua 2004 yang legendaris itu. Meskipun demikian, tidak seperti rekan-rekannya yang lain, Ricardo mesti bermain di Persiwa Wamena terlebih dahulu baru kemudian bergabung dengan Persipura. Loyalitas Ricardo tidak terbantahkan. Sejak tahun 2006, ia sudah memperkuat Persipura Jayapura hingga saat ini. Meskipun pada tahun 2014 lalu, ia sempat memperkuat Persebaya Surabaya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/static.goal.com\/48200\/48223.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"355\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Eduard Ivakdalam. Kredit: Alchetron<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Gelandang: Eduard Ivakdalam<\/strong><\/h3>\n<p>Jauh sebelum nama Boaz Solossa dielu-elukan di tanah Papua, ada nama Eduard Ivakdalam. Di masa jayanya, pemain yang akrab disapa Edu ini merupakan perancang permainan yang hebat bukan main. Ia juga memiliki kaki kiri yang dashyat. Memperkuat Persipura selama 16 tahun, sayangnya akhir karier Edu di Persipura tidak begitu baik. Pokok permasalahan yang beredar kabarnya karena klub merasa Edu sudah uzur, dan mesti melakukan regenerasi. Meskipun belakangan terkuat bahwa inti perselisihan adalah soal nilai kontrak. Meskipun demikian, nama Edu Ivakdalam selalu dikenang di Stadion Mandala.<\/p>\n<h3><strong>Gelandang: Zah Rahan<\/strong><\/h3>\n<p>Sebenarnya berposisi sebagai gelandang bertahan, akan tetapi ketika tiba di sepak bola Indonesia, Zah Rahan Krangar kemudian memainkan peran yang lebih menyerang. Kariernya melesat ketika memperkuat Persekabpas Pasuruan. Ia kemudian masuk ke dalam bagian dari rencana besar Rahmad Darmawan untuk membuat tim super di Sriwijaya FC. Hingga akhirya Zah Rahan mendarat di Persipura Jayapura dan memberikan dua gelar juara liga kepada tim Mutiara Hitam.<\/p>\n<h3><strong>Gelandang: Manu Wanggai<\/strong><\/h3>\n<p>Immanuel \u201cManu\u201d Wanggai, bersama Boaz Solossa, dan Ian Louis Kabes, bahkan hingga saat ini, masih menjadi poros tim Persipura Jayapura. Masuk ke tim utama ketika Mutiara Hitam menjadi juara pada tahun 2005, Manu terus bertahan. Ia hanya \u201cmembelot\u201d ketika kompetisi terhenti pada tahun 2016 lalu. Ketika itu Manu bergabung dengan tim Timor Leste, Cersae.<\/p>\n<h3><strong>Gelandang: Christian Warobay<\/strong><\/h3>\n<p>Christian Warobay terpilih sebagai pemain terbaik ketika Persipura berhasil menjadi juara liga pada tahun 2005. Warobay merupakan <em>fullback<\/em> modern sepak bola Indonesia sebelum era Supardi Nasir dan Muhammad Ridwan. Ia bisa menyerang dan sangat disiplin membantu pertahanan. Warobay juga menjadi bagian ketika Rahmad Darmawan membentuk tim super di Sriwijaya FC.<!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 3000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/Goal_Indonesia\/cc\/8e\/boaz-solossa-persipura_647gh9982dab1p13s11zd9bs7.jpg?t=-1728797563\" width=\"3000\" height=\"1688\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Penyerang kanan: Ian Louis Kabes<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak yang menyangka bahwa Ian Louis Kabes berusia lebih muda dari Boaz Solossa, padahal kenyataanya mereka sebaya. Ian dan Boaz sama-sama lahir di tahun 1986.\u00a0 Raihan gelar juara Ian juga sama dengan yang diraih oleh Boaz. Keduanya juga merupakan alumnus tim PON Papua. Nasib Ian serupa dengan Ricardo Salampessy. Setelah tim PON 2004, Ian tidak langsung mendapatkan kesempatan bermain di Persipura. Ia mesti bertualang dulu ke Persijap Jepara, meskipun hanya sebentar saja.<\/p>\n<h3><strong>Penyerang tengah: Beto Goncalves<\/strong><\/h3>\n<p>Alberto Goncalves da Silva atau yang akrab disapa Beto ini harus diakui merupakan salah satu penyerang asing terbaik yang berlaga di kancah sepak bola Indonesia. Jaminan gelontoran gol menjadi pembuktian penyerang asal Brasil ini. Bahkan di usianya yang kini 36 tahun pun, ia masih mencetak banyak gol untuk timnya Sriwijaya FC. Beto memberikan gelar juara bagi Persipura pada tahun 2008 dan 2011.<\/p>\n<h3><strong>Penyerang kiri: Boaz Solossa<\/strong><\/h3>\n<p>Nama Boaz Solossa di tanah Papua setara dengan Francesco Totti di Roma. Boaz merupakan <em>captain, leader, legend<\/em> untuk Persipura Jayapura. Boaz bukan saja diidolakan di tanah Papua, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia. Ia adalah pemain yang boleh jadi jarang ada di kancah sepak bola Indonesia. Peluang sekecil apapun, dalam posisi sesulit apapun, bisa dijadikan gol oleh pemain kelahiran Sorong ini. Boaz menjadi bagian penting sejak klub ini meraih gelar juara di Liga Indonesia tahun 2005.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aun Rahman (@aunrrahman)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelumnya kami sudah membuat tim impian PSM Makassar dalam 20 tahun terakhir. Kini, giliran tim tersukses sepak bola Indonesia era modern, Persipura Jayapura. Sejarah dari Persipura sendiri memang agak kabur. Bahkan pihak klub sendiri agak sangsi jika tim berjuluk Mutiara Hitam ini berdiri pada tahun 1963. Karena adanya bukti-bukti lain yang justru menunjukan bahwa Persipura lahir jauh sebelum tahun tersebut. Tetapi yang pasti, sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura di kancah sepak bola nasional. Meskipun baru satu dekade kemudian mereka berhasil menjadi juara. Memang masih sering diperdebatkan mana yang lebih sukses di era modern sepak bola Indonesia di antara Sriwijaya FC &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tim Impian Persipura Jayapura&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11304,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,208,122],"class_list":["post-11300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-featured","tag-persipura-jayapura","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-21T06:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Tim Impian Persipura Jayapura\",\"datePublished\":\"2017-09-21T06:00:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/\"},\"wordCount\":964,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Persipura Jayapura\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/\",\"name\":\"Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-21T06:00:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/21\\\/tim-impian-persipura-jayapura\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Persipura Jayapura\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia","description":"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-21T06:00:31+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Tim Impian Persipura Jayapura","datePublished":"2017-09-21T06:00:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/"},"wordCount":964,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg","keywords":["Featured","Persipura Jayapura","Slider"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/","name":"Tim Impian Persipura Jayapura | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg","datePublished":"2017-09-21T06:00:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sejak unifikasi kompetisi yang terjadi pada tahun 1994, waktu itu juga menjadi pertanda perjalanan Persipura Jayapura di kancah sepak bola nasional.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/21\/tim-impian-persipura-jayapura\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Tim-Impian-Persipura-Jayapura.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Persipura Jayapura"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}