{"id":11113,"date":"2017-09-19T12:30:15","date_gmt":"2017-09-19T05:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11113"},"modified":"2017-09-19T08:39:06","modified_gmt":"2017-09-19T01:39:06","slug":"mendung-sepak-bola-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/","title":{"rendered":"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><em>Tak perlu lagi bertanya panjang lebar dan sebesar apa gairah bangsa Indonesia pada sepak bola. Puja-puji akan potensi selalu ada pada gimmick setiap tulisan tentang sepak bola Indonesia. Pemaparan pada gairah dan kebesaran nama sepak bola tak usah lagi dipertanyakan. Yang lebih penting untuk dipermasalahkan adalah, \u201cMengapa terus menerus berada di papan bawah sepak bola dunia?\u201d <\/em><em style=\"line-height: inherit\"><strong>(Anthony Sutton dalam buku \u201c<a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/24\/menikmati-buku-antony-sutton-sepakbola-indonesian-way-life\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sepakbola The Indonesian Way Of Life<\/a>\u201d)<\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Luka lantaran Timnas U-22 gagal meraih emas <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/sea-games-2017\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SEA Games 2017<\/a> Malaysia belum sempurna kering, tetapi luka yang baru sudah menggerogoti lagi. Kali ini luka datang dari sang adik, Timnas U-19, yang tengah berkompetisi di Piala AFF U-18 Myanmar. Alasan di balik kedua luka itu pun serupa, yaitu tersungkur di babak semifinal.<\/p>\n<p>Padahal besar harapan kami, bangsa Indonesia, akan gelar juara yang diraih Timnas U-19 di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/aff-u-18-2017\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala AFF U-18<\/a> ini. Sebab, kami terlampau lelah dijejali harapan, terlampau bosan dihantam kerinduan. Ya, kami rindu juara. Ketika Timnas U-22 sudah gagal meraih emas, kepada Timnas U-19 pun kami berharap gelar juara dibawa pulang.<\/p>\n<p>Melihat permainan yang disajikan Timnas U-19 di Piala AFF U-18 ini, kami sebenarnya cukup yakin gelar juara tak lagi sekadar angan-angan. Di laga pembuka melawan Myanmar, Timnas U-19 mencatat kemenangan dengan skor 2-1. Kemudian di laga melawan Filipina, Rachmat Irianto dan kolega menang telak dengan skor 9-0. Meski kemudian takluk dari Vietnam dengan skor 0-3, Timnas U-19 kembali menunjukan tajinya ketika melawan Brunei Darussalam. Di laga itu, Timnas U-19 sukses menggulung Brunei Darussalam dengan skor meyakinkan, 8-0.<\/p>\n<p>Terlepas dari soal lawan yang sebanding atau tidak, saya pikir kemenangan besar yang ditunjukan Timnas U-19 saat melawan Filipina dan Brunei Darussalam sudah menunjukkan bukti bahwa anak asuh <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/kunci-utama-indra-sjafri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indra Sjafri<\/a> ini bermental juara. Mereka tidak cepat merasa puas hingga akhirnya berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak, <em>clean<\/em> <em>sheet<\/em> pula.<\/p>\n<p>Ketika melawan Thailand di laga semifinal pun Timnas U-19 konsisten menunjukkan permainan cantiknya. Timnas U-19 mampu menggempur pertahanan Thailand. Peluang demi peluang pun didapatkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/klub-potensial-untuk-egy-maulana-vikry\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Egy Maulana Vikri<\/a> dan kawan-kawan. Bahkan ketika Timnas U-19 harus bermain dengan 10 pemain lantaran <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/insiden-saddil-ramdani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saddil Ramdani<\/a> diusir wasit keluar lapangan setelah menyikut salah satu pemain Thailand. Hanya saja, peluang-peluang itu berakhir sia-sia. Tidak ada satu gol pun yang tercipta. Memang, kualitas kiper Thailand tidak boleh diragukan.<\/p>\n<p>Skor kacamata yang tidak berubah hingga akhir babak kedua akhirnya berujung pada adu penalti sebagai penentuan. Di adu penalti itulah permainan apik Timnas U-19 sepanjang 2&#215;45 menit tidak ada artinya lagi. Kualitas penjaga gawang Thailand yang cenderung lebih baik membuat Indonesia harus gigit jari. Indonesia kalah lagi&#8230;<\/p>\n<p>Keunggulan\u00a0 3-2 Thailand dalam adu penalti menjadi bukti.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DJ-GC1EUIAAD7sf.jpg\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredt: PSSI<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sepak <\/strong><strong>b<\/strong><strong>ola Indonesia: Berbenah <\/strong><strong>s<\/strong><strong>ampai <\/strong><strong>k<\/strong><strong>apan?<\/strong><\/h3>\n<p>Saya tahu, melawan Thailand di babak semifinal bukan pertandingan mudah bagi Rachmat Irianto dan kawan-kawan. Apalagi hanya bermain dengan 10 pemain dan harus menghadapi adu penalti sebagai penentuan. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasa gugup yang dihadapi para anak muda itu. <em>Lha wong<\/em> saya yang tidak main dan hanya menyaksikannya di layar kaca saja ikut <em>deg-degan<\/em>.<\/p>\n<p>Saya juga mengerti, Timnas U-19 berjuang sepenuh hati. Tentu mereka ingin mempersembahkan kemenangan untuk bangsa Indonesia. Namun, drama di atas lapangan hijau memang tidak sederhana. Bermain apik sepanjang jalannya pertandingan tidak menjamin suatu kesebelasan mampu mengantongi kemenangan. Maka tak heran ketika kekalahan di depan mata, para anak muda itu menangis di lapangan. Kesedihan sudah jelas mengguncang perasaan.<\/p>\n<p>Ya, saya tahu dan mengerti. Saya pun turut merasakan kesedihan ini. Namun, saya merasa muak dengan semuanya. Saya yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami merindukan gelar juara.<\/p>\n<p>Rasanya amat menyakitkan ketika gelar juara yang dirindukan itu masih saja menjadi angan-angan yang tak kunjung terealisasikan. Terlampau sering terdengar celotehan \u201cIndonesia bisa!\u201d ataupun \u201cIndonesia juara!\u201d, tetapi kata-kata itu tidak ada dalam kenyataan. Kenyataan justru memberikan kata-kata yang menampar. Kekalahan!<\/p>\n<p>Lalu, kekalahan itu dibalut kalimat-kalimat yang mencoba menenangkan. \u201cTetap tegakkan kepalamu. Kami tetap bangga\u201d, misalnya. Atau kalimat menghibur lain, seperti \u201cKekalahan ini bukan akhir dari segalanya\u201d. Apalagi Timnas U-19 masih berkesempatan memperebutkan gelar juara ketiga, gelar pelipur lara. Dan meski gagal di Piala AFF U-18, Timnas U-19 memiliki kesempatan untuk berprestasi di Piala Asia U-19 tahun depan.<\/p>\n<p>Sejatinya saya tidak menolak kalimat-kalimat itu. Bagaimanapun,saya juga tetap berterima kasih atas perjuangan skuat Garuda. Sekali lagi, saya mengerti jika mereka berjuang sepenuh hati. Saya hanya merasa bosan. Barangkali karena terlampau sering menelan kekecewaan. Atau mungkin karena terlalu besar dalam menaruh harapan. Namun, bukankah berharap kebanggan menjadi juara adalah hal yang wajar?<\/p>\n<p>Kegagalan timnas Indonesia meraih gelar juara di SEA Games 2017 dan Piala AFF U-18 adalah kekecewaan yang hakiki di tahun ini. Memang, sepak bola Indonesia tidak hanya seperti benang kusut. Sepak bola Indonesia sudah seperti seperti awan mendung yang terkungkung.<\/p>\n<p>Ya, sepak bola Indonesia memang masih harus berbenah. Namun, \u2018\u2018Mau berbenah sampai kapan?\u201d. Sungguh, kami sudah bosan merindukan gelar juara.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Riri Rahayuningsih (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ririrahayu_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ririrahayu_<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Mahasiswi komunikasi yang mencintai sepak bola dalam negeri<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak perlu lagi bertanya panjang lebar dan sebesar apa gairah bangsa Indonesia pada sepak bola. Puja-puji akan potensi selalu ada pada gimmick setiap tulisan tentang sepak bola Indonesia. Pemaparan pada gairah dan kebesaran nama sepak bola tak usah lagi dipertanyakan. Yang lebih penting untuk dipermasalahkan adalah, \u201cMengapa terus menerus berada di papan bawah sepak bola dunia?\u201d (Anthony Sutton dalam buku \u201cSepakbola The Indonesian Way Of Life\u201d) Luka lantaran Timnas U-22 gagal meraih emas SEA Games 2017 Malaysia belum sempurna kering, tetapi luka yang baru sudah menggerogoti lagi. Kali ini luka datang dari sang adik, Timnas U-19, yang tengah berkompetisi di Piala AFF U-18 Myanmar. Alasan di balik kedua luka itu &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11155,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,105,147,224,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-19T05:30:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-19T01:39:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\",\"name\":\"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-19T05:30:15+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-19T01:39:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Sepak Bola Indonesia\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia","description":"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia","og_description":"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-19T05:30:15+00:00","article_modified_time":"2017-09-19T01:39:06+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/","name":"Sepak Bola Indonesia: Mendung yang Terkungkung | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg","datePublished":"2017-09-19T05:30:15+00:00","dateModified":"2017-09-19T01:39:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"kami yakin, pencinta sepak bola Indonesia yang lain pasti juga merasakan hal serupa. Sebab, kami sudah sangat merindukan gelar juara.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/19\/mendung-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/sepak-bola-indonesia.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Sepak Bola Indonesia"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11113"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}