{"id":11033,"date":"2017-09-18T10:30:25","date_gmt":"2017-09-18T03:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=11033"},"modified":"2017-09-18T08:41:14","modified_gmt":"2017-09-18T01:41:14","slug":"lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/","title":{"rendered":"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti?"},"content":{"rendered":"<p>Kabar duka datang dari Milanello. Bek kanan jempolan yang didatangkan musim ini dari Atalanta, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/andrea-conti-menepi-enam-bulan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Andrea Conti<\/a>, harus menepi hingga enam bulan lamanya akibat cedera <em>Anterior Cruciate Ligament<\/em> (ACL) di lutut kirinya.<\/p>\n<p>Pertanyaan pun mengemuka, apa yang akan dilakukan Vincenzo Montella untuk menggantikan Conti? Jawabannya bisa Tribes dapatkan di laga kontra Austria Vienna dan Udinese, yaitu skema tiga bek.<\/p>\n<p>Namun, apakah keputusan ini merupakan jalan terbaik?<\/p>\n<h3><strong>Tiga bek di laga kontra Austria Vienna<\/strong><\/h3>\n<p>Vincenzo Montella memakai strategi ini di <em>matchday <\/em>pertama Liga Europa (14\/9) lalu dengan trio Cristi\u00e1n Zapata, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/sifat-lancang-leonardo-bonucci\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Leonardo Bonucci<\/a>, dan Alessio Romagnoli mengisi pos lini belakang. Mereka bertiga ditopang oleh Luca Antonelli yang bermain sebagai <em>wingback <\/em>kiri dan Ignazio Abate di sisi seberangnya.<\/p>\n<p>Hasilnya secara skor memang sangat memuaskan, tapi secara individu, kedua bek sayap tidak menunjukkan performa gemilang. Bagaimana dengan tiga bek tengah yang diturunkan saat itu? Materi pemain Austria Wien sangat jauh perbedaan kualitasnya dengan Milan, sehingga laga di malam Jumat itu tidak bisa dipakai sebagai patokan untuk mengukur ketangguhan ketiganya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dirilis dari <em>WhoScored<\/em>, tidak ada satu pun dari Zapata, Bonucci, dan Romagnoli yang meraih nilai lebih dari 6,8. Hal yang wajar karena di pertandingan itu, Austria Vienna hampir tak pernah menyentuh kotak penalti Milan, sehingga ketiganya tak banyak terlibat duel. Tribes bisa melihat perbandingan operan yang dilakukan kedua tim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_11035\" aria-describedby=\"caption-attachment-11035\" style=\"width: 983px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11035 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9.png\" alt=\"\" width=\"983\" height=\"593\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9.png 983w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9-768x463.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9-800x483.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9-350x211.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9-630x380.png 630w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-9-560x338.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 983px) 100vw, 983px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11035\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: WhoScored<\/figcaption><\/figure>\n<p>Mayoritas operan yang dilakukan tuan rumah terjadi di area pertahanan sendiri, karena trio Franck Kessi\u00e9, Lucas Biglia, dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/03\/cara-memaksimalkan-hakan-calhanoglu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hakan \u00c7alhano\u011flu<\/a> sangat dominan untuk mematahkan serangan malam itu. Nama terakhir bahkan mencetak dua asis dan satu gol, di mana salah satu asisnya dilakukan setelah merebut bola dari kaki lawan melalui tekel.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, kinerja trio bek tengah Milan saat itu sangat terbantu dengan kinerja apik gelandang Il Diavolo Rosso, sehingga mereka lebih sering menganggur ketimbang menegur satu sama lain akibat serangan-serangan lawan yang mampu menembus area kekuasaan mereka.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan kedua bek sayap. Tidak ada yang mencapai nilai 7, alias tidak berbanding jauh dengan tiga rekan yang bergerak di belakang mereka. Bahkan. Luca Antonelli merupakan pemain dengan nilai terburuk di Milan, yaitu 6,5. Adapun hal ini terjadi karena pembagian peran yang menurut saya masih perlu dimatangkan lagi.<\/p>\n<p>\u00c7alhano\u011flu yang bermain sebagai gelandang tengah kiri seringkali \u201cmenjajah\u201d area bermain Antonelli. Ketika bermain dengan 4-3-3, \u00c7alhano\u011flu tidak bertabrakan peran dengan bek kiri, karena eks pemain Bayer Leverkusen ini menempati <em>halfspace <\/em>kiri, sedangkan Ricardo Rodriguez menempati pos bek kiri, akan lebih banyak beredar di dekat garis tepi lapangan.<\/p>\n<p>Pemain asal Turki itu memang selalu mengisi sektor tersebut jika Milan bermain dengan formasi 4-3-3, baik sebagai gelandang kiri maupun sayap kiri, dan tampaknya ia belum terbiasa berbagi wilayah dengan <em>wingback <\/em>kiri di formasi tiga bek.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan kombinasi Kessi\u00e9-Abate di sektor kanan. Nama pertama merupakan gelandang <em>box-to-box <\/em>dengan daya jelajah yang luas, dengan <em>halfspace <\/em>kanan sebagai area kekuasaan utamanya. Abate, di satu sisi juga merupakan bek sayap ofensif yang bagus, tapi jika Kessi\u00e9-Abate sama-sama maju mendekati area kotak penalti lawan, sisi kanan Milan akan sangat mudah ditembus lewat serangan balik.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, mereka harus bergantian maju dan mundur untuk menyeimbangkan lini tengah, dan salah satu dari gelandang jangkar ataupun bek tengah, juga bisa difungsikan untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan keduanya jika mereka terlambat turun.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, menurut saya komposisi tiga bek di pertandingan ini masih mentah, atau mungkin memang sengaja dilakukan Montella untuk mencoba skema barunya mengingat lawan yang dihadapi tidak terlalu berat. Koordinasi menjadi aspek utama yang perlu ditingkatkan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Tiga bek di laga kontra Udinese<\/strong><\/h3>\n<p>Skema yang sama juga diterapkan saat mengalahkan Udinese 2-1 di <em>giornata <\/em>keempat <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/serie-a\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Serie A<\/a>, Minggu (17\/9) kemarin. Namun, komposisi lini belakang di pertandingan ini sedikit berbeda. Romagnoli dipasang untuk menggantikan Zapata, sedangkan Davide Calabria dan Ricardo Rodriguez bermain sejak peluit awal dibunyikan.<\/p>\n<p>Di pertandingan ini Montella tetap memainkan Lucas Biglia. Bersama Franck Kessi\u00e9, Biglia menjadi gelandang yang tak dirotasi setelah laga <em>midweek<\/em>, karena mereka yang membuat lini tengah sekaligus kedua sayap Milan berjalan seimbang.<\/p>\n<p>Biglia adalah gelandang bertahan murni, dan di skema 3-1-4-2 yang diusung Montella saat itu, ia sangat aktif bergerak vertikal untuk menutup area-area kosong yang ditinggal maju oleh rekan-rekannya, terutama Franck Kessi\u00e9. Tribes bisa melihat <em>heatmap <\/em>Biglia di bawah ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11036\" aria-describedby=\"caption-attachment-11036\" style=\"width: 979px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11036 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1.png\" alt=\"\" width=\"979\" height=\"591\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1.png 979w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1-768x464.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1-800x483.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1-350x211.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1-629x380.png 629w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-1-560x338.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 979px) 100vw, 979px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11036\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: WhoScored<\/figcaption><\/figure>\n<p>109 sentuhan dan 95 operan yang dilakukan Biglia merupakan yang terbanyak di antara semua pemain Milan di pertandingan itu. Biglia menjadi otak serangan Milan sekaligus pemutus alur serangan lawan dengan catatan lima tekel, dua sapuan, dan empat <em>blocks<\/em>. Hebatnya lagi, ia tak sekalipun kehilangan bola.<\/p>\n<p>Luwesnya pergerakan Biglia sangat membantu kedua <em>wingback <\/em>untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan. Ricardo Rodr\u00edguez sangat aktif menjelajah sisi kiri, sedangkan Calabria mengukir satu asis dan mengokupansi sisi kanan dengan sangat baik. Kessi\u00e9 dan Bonaventura pun dapat bergantian maju membantu serangan tanpa perlu khawatir dengan area yang ditinggalkannya.<\/p>\n<p>Kesimpulannya,<a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> peran Biglia<\/a> akan sangat krusial dalam skema tiga bek yang diusung Montella. Akan tetapi, permasalahannya di sini adalah bagaimana jika Biglia absen?<\/p>\n<p>Sebagai gelandang pengangkut air, Biglia memiliki resiko terkena kartu yang sangat tinggi. Di laga kontra Udinese saja ia membuat empat pelanggaran, terbanyak dari seluruh penggawa Milan saat itu.<\/p>\n<p>Riccardo Montolivo mungkin adalah kandidat terkuat pengganti Biglia, tapi performa sang wakil kapten seringkali inkonsisten dan ia pun rawan terkena cedera kambuhan. Mencoba formasi lain juga perlu dipertimbangkan secara matang, karena pemain akan butuh masa adaptasi dengan sistem baru.<\/p>\n<p>Jadi, sejauh mana skema tiga bek akan membawa Milan melaju di Serie A dan Eropa musim ini selepas absennya Conti sampai tahun depan?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar duka datang dari Milanello. Bek kanan jempolan yang didatangkan musim ini dari Atalanta, Andrea Conti, harus menepi hingga enam bulan lamanya akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di lutut kirinya. Pertanyaan pun mengemuka, apa yang akan dilakukan Vincenzo Montella untuk menggantikan Conti? Jawabannya bisa Tribes dapatkan di laga kontra Austria Vienna dan Udinese, yaitu skema tiga bek. Namun, apakah keputusan ini merupakan jalan terbaik? Tiga bek di laga kontra Austria Vienna Vincenzo Montella memakai strategi ini di matchday pertama Liga Europa (14\/9) lalu dengan trio Cristi\u00e1n Zapata, Leonardo Bonucci, dan Alessio Romagnoli mengisi pos lini belakang. Mereka bertiga ditopang oleh Luca Antonelli yang bermain sebagai wingback kiri dan Ignazio &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11064,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[99,129,1872,131,122],"class_list":["post-11033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-ac-milan","tag-featured","tag-lucas-biglia","tag-serie-a","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-18T03:30:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti?\",\"datePublished\":\"2017-09-18T03:30:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/\"},\"wordCount\":947,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg\",\"keywords\":[\"AC Milan\",\"Featured\",\"Lucas Biglia\",\"Serie A\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/\",\"name\":\"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-18T03:30:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/18\\\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Lucas Biglia\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia","description":"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-18T03:30:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti?","datePublished":"2017-09-18T03:30:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/"},"wordCount":947,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg","keywords":["AC Milan","Featured","Lucas Biglia","Serie A","Slider"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/","name":"Lucas Biglia dan Skema Tiga Bek: Opsi Terbaik Pengganti Andrea Conti? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg","datePublished":"2017-09-18T03:30:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Luwesnya pergerakan Lucas Biglia sangat membantu kedua wingback AC Milan untuk menjalankan tugasnya sebagai penguasa sisi lapangan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/18\/lucas-biglia-dan-skema-tiga-bek\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Opsi-Pengganti-Conti-Peran-Krusial-Biglia.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Lucas Biglia"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}