{"id":10996,"date":"2017-09-17T14:00:00","date_gmt":"2017-09-17T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10996"},"modified":"2017-09-17T12:33:09","modified_gmt":"2017-09-17T05:33:09","slug":"mengaudisi-pendamping-granit-xhaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/","title":{"rendered":"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal"},"content":{"rendered":"<p>Arsenal bermain seperti ayam tanpa kepala ketika menjamu FC K\u00f6ln, khususnya di babak pertama. Bahkan, The Gunners tertinggal terlebih dahulu karena blunder David Ospina. Merasa Arsenal bermain begitu buruk, di babak kedua, Arsene Wenger mengubah skema dari 3-4-2-1 menjadi 4-3-3. Hasilnya manis, Arsenal menang dengan skor 3-1.<\/p>\n<p>Pertanyaannya adalah, apakah skema tiga bek ala Wenger sudah habis? Paruh akhir musim lalu, skema ini sukses mengembalikan performa tim dan pemain secara keseluruhan. Pun, dengan dasar skema 3-4-2-1, Arsenal sukses mengalahkan Manchester City dan Chelsea dalam upaya mereka menggondol Piala FA musim lalu.<\/p>\n<p>Nah, selama pra-musim 2017\/2018, Wenger masih mempertahankan skema ini. Harapannya adalah performa pemain tetap terjaga dengan mempertahankan skema yang berjalan dengan baik. Namun sayang, di awal musim ini, performa tiga bek Arsenal tak meyakinkan, terutama setelah digelontor empat gol oleh Liverpool.<\/p>\n<p>Sudah saatnya Arsenal mencoba variasi lain?<\/p>\n<p>Salah satu skema yang dianggap cocok untuk Arsenal adalah 4-3-3. Keberadaan satu pemain lebih banyak di lini tengah dipandang akan memberikan keseimbangan bagi Meriam London ini. Pendapat tersebut sudah menemui kebenarannya setelah Arsenal sukses mengejar ketinggalan dari K\u00f6ln.<\/p>\n<p>Lantas, apa kesulitannya?<\/p>\n<p>Kesulitannya adalah mencari komposisi tiga gelandang yang paling seimbang. Tak hanya harus tetap kreatif ketika menyerang, namun juga kokoh ketika bertahan. Secara singkat, hal ini sudah saya tuliskan dalam artikel <em>\u201c<\/em><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal<\/em><\/a><em>\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Nah, salah satu kuota dari tiga pemain di tengah kemungkinan besar akan secara otomatis diberikan kepada Granit Xhaka. Maka, siapa dua pemain lain yang cocok mendampingi pemain Swiss tersebut?<\/p>\n<p>Saat ini, selain Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga. Para pemain audisi tersebut adalah Aaron Ramsey, Jack Wilshere, Mohamed Elneny, Ainsley Maitland-Niles, Francis Coquelin, dan Calum Chambers. Betul, Calum Chambers layak dipertimbangkan.<\/p>\n<p>Mari kita simak kelebihan dan kekurangan masing-masing:<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/aaron-ramsey-of-arsenal-during-the-premier-league-match-between-and-picture-id844921488\" width=\"1024\" height=\"733\" \/><\/p>\n<h3><strong>Aaron Ramsey<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain asal Wales ini paling sering bermain bersama Xhaka. Kelebihan Ramsey adalah kecerdasannya memilih waktu yang tepat untuk masuk ke dalam kotak penalti. Selain itu, kebiasannya untuk mengisi lini di antara Xhaka dan Mesut \u00d6zil membuat proses menyerang Arsenal menjadi lebih nyaman.<\/p>\n<p>Ramsey punya teknik umpan yang cukup bagus sehingga memudahkan Arsenal bermain satu atau dua sentuhan cepat di sekitar kotak penalti lawan. Stamina yang mumpuni membuatnya bisa membantu menciptakan situasi menang jumlah pemain (<em>overload<\/em>) hampir di setiap lini menyerang. Memudahkan kerja dua bek sayap dan gelandang serang.<\/p>\n<p>Seperti yang disinggung di atas, kecerdasan Ramsey masuk ke kotak penalti bisa menjadi alternatif mencetak gol bagi Arsenal. Ketika penyerang dan gelandang serang kehilangan momentum atau dikawal lawan, Ramsey bisa muncul dari lini kedua untuk menyelesaikan peluang. Kedua kaki yang hidup memudahkan Ramsey menyambut umpan silang dari kedua sisi lapangan.<\/p>\n<p>Kekurangan Ramsey adalah rendahnya kesadaran ketika bertahan. Kelemahan lain adalah ketika harus turun lebih dalam untuk terlibat aktif membangun serangan. Ramsey tak nyaman ketika harus menguasi bola cukup lama di wilayah sendiri. <em>Pressing resistance<\/em> Ramsey terlalu rendah sehingga bola di kaki mudah terebut oleh lawan, terutama ketika berada di wilayah sendiri.<\/p>\n<p>Kesadaran Ramsey untuk bertahan, untuk membantu Xhaka, tidak terlalu bagus. Kebiasaannya melakukan gerakan vertikal tidak diimbangi dengan pemahaman ruang di belakangnya. Oleh sebab itu, Xhaka harus mengawasi ruang yang terlalu luas. Gelandang bertahan terbaik di dunia pun, jika harus mengawasi ruang yang terlalu luas, praktis akan terlihat seperti pemain medioker.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/arsenals-jack-wilshere-during-uefa-europa-league-group-h-match-and-picture-id847493074\" width=\"1024\" height=\"750\" \/><\/p>\n<h3><strong>Jack Wilshere<\/strong><\/h3>\n<p>Jujur saja, banyak Gooner yang sudah kangen melihat <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/cinta-yang-besar-untuk-jack-wilshere\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">putra asli Arsenal ini<\/a> bermain penuh. Apalagi melihat Wilshere mendampingi Xhaka, dua pemain kreatif dengan seleksi umpan yang memuaskan mata. Dan melawan K\u00f6ln tempo hari, Gooner melihat cara Wilshere memberi solusi keseimbangan di lini tengah.<\/p>\n<p>Ketika melawan K\u00f6ln dan Arsenal masih dalam fase bertahan, Wilshere akan turun ke bawah, tepatnya di sisi kiri Mohamed Elneny. Ketika masuk dalam transisi menyerang dan bola masih di wilayah Arsenal, Wilshere banyak menyediakan diri sebagai opsi umpan, baik dari kaki Nacho Monreal atau Sead Kolasinac.<\/p>\n<p>Ketika bola sampai di lapangan tengah dan berprogres ke sepertiga akhir, Wilshere beberapa kali bergerak ke depan, tepatnya di ruang pemain nomor 10. Pemosisian diri ini membuat progresi serangan Arsenal menjadi lebih halus. Wilshere bisa dengan cepat menyebar umpan dengan akurasi yang baik. Pun, kreativitasnya sangat berguna ketika serangan balik, terutama dengan umpan terobosan vertikal menembus lini lawan.<\/p>\n<p>Kekurangan Wilshere adalah kebugarannya. Karena sangat rentan cedera, Wenger mungkin tak bisa memainkannya setiap saat ketika jadwal tengah padat. Misalnya ketika ada pertandingan Liga Europa setiap minggu. Menit bermain Wilshere harus disesuaikan dengan tingkat beban fisik yang sudah diserap.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/mohamed-elneny-of-arsenal-in-action-during-the-uefa-europa-league-h-picture-id847142936\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mohamed Elneny<\/strong><\/h3>\n<p>Gaya bermain pemain asal Mesir ini sedikit mirip Xhaka, terutama dari sisi posisi. Elneny cukup nyaman ketika harus ikut membangun serangan dari bawah, teknik umpannya tidak terlalu buruk. Ditambah stamina yang sangat baik, mantan pemain FC Basel ini bisa bergerak menjemput bola dari kaki bek tengah Arsenal.<\/p>\n<p>Sisi bertahan Elneny memang cukup mencolok, membuat keberadaannya akan sangat sesuai dengan kebutuhan Xhaka. Ketika terjadi situasi serangan balik lawan, biasanya ketika berduet dengan Ramsey, Xhaka harus menutup ruang yang sangat luas. Keberadaan Elneny, dalam skema 4-3-3, akan meringankan beban Xhaka. Keduanya bisa saling mengisi untuk menutup ruang di belakang pemain yang biasanya dimanfaatkan lawan.<\/p>\n<p>Kekurangan Elneny adalah ceroboh. Ketika performa tim tengah turun, penampilan Elneny juga menurun. Seleksi umpannya menjadi buruk dan beberapa kali meleset. Elneny juga sering salah menempatkan diri, terutama ketika transisi bertahan, sehingga harus kerepotan berlari mengejar lawan. Jika bisa lebih didisiplinkan, Elneny adalah pendamping yang menarik untuk Xhaka.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ainsley-maitlandniles-of-arsenal-during-the-uefa-europa-league-group-picture-id847106608\" width=\"1024\" height=\"727\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ainsley Maitland-Niles<\/strong><\/h3>\n<p>Menjamu K\u00f6ln, saat Arsenal bermain begitu buruk di babak pertama, Ainsley menunjukkan ketenangan yang mengagumkan. Padahal, di babak pertama, ia bermain sebagai bek sayap kiri. Pemain berusia 20 tahun ini bermain sesederhana mungkin. Ia cepat mengalirkan bola dan pengambilan waktu untuk melakukan <em>overlap<\/em> sangat baik.<\/p>\n<p>Ainsley bermain jauh lebih baik ketika digeser ke tengah mendampingi Elneny dan Wilshere. Ketenangannya masih tetap terasa dan memudahkan lini tengah Arsenal mensirkulasikan bola. Ainsley sangat nyaman dengan bola. Kemampuan menggiringnya juga sangat baik. Keberaniannya melakukan penetrasi di babak kedua bahkan hampir membuahkan gol.<\/p>\n<p>Jika terus mendapatkan kepercayaan bermain, Ainsley akan menjadi salah satu gelandang yang penting untuk Arsenal. Ketenangan yang memuaskan di usia muda dan teknik yang matang adalah dasar yang baik. Kelemahan Ainsley? Pengalaman bertanding di level tinggi yang masih minim bisa menyulitkan Ainsley ketika tampil menghadapi lawan-lawan yang berat.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/francis-coquelin-of-arsenal-during-the-arsenal-1st-team-photocall-at-picture-id826446214\" width=\"1024\" height=\"688\" \/><\/p>\n<h3><strong>Francis Coquelin<\/strong><\/h3>\n<p>Mungkin, dengan perubahan skema menjadi 4-3-3, Coquelin akan mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Kebutuhan pemain yang bisa memudahkan kerja Xhaka bisa membuat Wenger mempertimbangkan memainkan Coquelin sebagai \u201cpengawas\u201d. Ia tak akan banyak bergerak ke atas, dan tugasnya fokus bertahan.<\/p>\n<p>Namun, kemampuan Coquelin cukup terbatas. Ia sangat baik ketika tugasnya tak terlalu rumit, misalnya ketika \u201cmenjaga\u201d Santi Cazorla. Duet Coquelin dan Santi Cazorla sempat menjadi duet yang menjanjikan. Namun, Xhaka tentu berbeda dengan Cazorla yang bisa melakukan penetrasi dengan menggiring bola.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, pilihan Arsenal untuk membangun serangan akan cukup terbatas ketika Coquelin bermain. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Freiburg ini mungkin akan cocok untuk jenis pertandingan tertentu ketika Arsenal akan lebih banyak bertahan. Misalnya ketika bertemu lawan sejenis Bayern M\u00fcnchen dan klub teras Eropa lainnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/calum-chambers-of-arsenal-during-the-match-between-arsenal-u23-and-picture-id847501818\" width=\"1024\" height=\"723\" \/><\/p>\n<h3><strong>Calum Chambers<\/strong><\/h3>\n<p>Chambers adalah pemain yang menarik, terutama ketika Wenger beralih ke skema 4-3-3. Praktis, saat ini, Chambers menjadi pilihan terakhir sebagai bek tengah setelah Laurent Koscielny, Shkodran Mustafi, Rob Holding, Per Mertesacker, dan Nacho Monreal. Ia juga pilihan kedua sebagai bek kanan setelah Hector Bellerin.<\/p>\n<p>Sebagai bek tengah, Chambers punya olah bola yang cukup bagus. Ia nyaman membangun serangan dari bawah. Bahkan, teknik umpan Chambers masih sedikit lebih baik ketimbang Coquelin. Maka, memainkannya sebagai gelandang tengah mendampingi Xhaka akan sangat menarik, terutama dari ketersediaan menit bermain.<\/p>\n<p>Aspek bertahan Chambers yang kuat akan meringankan beban Xhaka. Ia juga nyaman ketika harus menguasai bola di area sendiri, menjadi opsi membangun serangan selain Xhaka. Bahkan, kemampuan mengiring bolanya tidak terlalu buruk. Asal tersedia opsi mengumpan, Chambers bisa bermain sesederhana mungkin dan menghindari membuat kesalahan yang tak perlu.<\/p>\n<p>Kelemahan Chambers adalah rentan cedera, inkonsistensi, dan kadang ceroboh. Ketika situasi tak menguntungkan, seleksi umpan Chambers akan memburuk dan terlihat sedikit panik. Jika hendak menggunakan Chambers, sebaiknya Wenger memastikan struktur tim terjaga selama 90 menit pertandingan.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Nah, kelebihan dan kekurangan beberapa pemain audisi di atas sudah dijelaskan. Penulis sendiri memilih trio Xhaka, Elneny, dan Ramsey sebagai pilihan utama. Bagaimana dengan pembaca?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arsenal bermain seperti ayam tanpa kepala ketika menjamu FC K\u00f6ln, khususnya di babak pertama. Bahkan, The Gunners tertinggal terlebih dahulu karena blunder David Ospina. Merasa Arsenal bermain begitu buruk, di babak kedua, Arsene Wenger mengubah skema dari 3-4-2-1 menjadi 4-3-3. Hasilnya manis, Arsenal menang dengan skor 3-1. Pertanyaannya adalah, apakah skema tiga bek ala Wenger sudah habis? Paruh akhir musim lalu, skema ini sukses mengembalikan performa tim dan pemain secara keseluruhan. Pun, dengan dasar skema 3-4-2-1, Arsenal sukses mengalahkan Manchester City dan Chelsea dalam upaya mereka menggondol Piala FA musim lalu. Nah, selama pra-musim 2017\/2018, Wenger masih mempertahankan skema ini. Harapannya adalah performa pemain tetap terjaga dengan mempertahankan skema yang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10997,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[120,286,129,232,122],"class_list":["post-10996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-arsenal","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-granit-xhaka","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-17T07:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal\",\"datePublished\":\"2017-09-17T07:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/\"},\"wordCount\":1367,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Granit Xhaka\",\"Slider\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/\",\"name\":\"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-17T07:00:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/17\\\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Granit Xhaka\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-17T07:00:00+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal","datePublished":"2017-09-17T07:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/"},"wordCount":1367,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg","keywords":["Arsenal","English Premier League","Featured","Granit Xhaka","Slider"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/","name":"Mengaudisi Pendamping Granit Xhaka dalam Skema 4-3-3 Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg","datePublished":"2017-09-17T07:00:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Saat ini, selain Granit Xhaka ada lima pemain yang bisa diseleksi sebagai gelandang, ditambah satu pemain yang mungkin tidak pembaca duga.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/17\/mengaudisi-pendamping-granit-xhaka\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Mengaudisi-Pendamping-Granit-Xhaka.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Granit Xhaka"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10996"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10996\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}