{"id":10935,"date":"2017-09-16T17:00:14","date_gmt":"2017-09-16T10:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10935"},"modified":"2017-09-16T16:45:00","modified_gmt":"2017-09-16T09:45:00","slug":"karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/","title":{"rendered":"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund"},"content":{"rendered":"<p>Olympiastadion di M\u00fcnchen, Jerman, 28 Mei 1997 bergemuruh saat pertandingan final <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/eropa\/champions-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Liga Champions<\/a> Eropa baru memasuki menit ke-29. Umpan Paul Lambert dari sisi kanan penyerangan Borussia Dortmund, diterima dengan dada oleh Karl-Heinz Riedle sebelum melepas sontekan dan masuk dengan deras ke gawang Juventus yang dikawal Angelo Peruzzi.<\/p>\n<p>Hanya berselang lima menit, Riedle kembali membuat suporter Die Borussen bersuka cita menyambut gol keduanya. Sesuai dengan julukannya, <em>Air<\/em>, atau dalam bahasa Indonesia berarti udara, pemain kelahiran Weiler im Allg\u00e4u tepatnya 52 tahun yang lalu itu menyundul bola ke gawang Juventus hasil sepakan pojok rekannya. Meski I Bianconeri sempat memperkecil kedudukan berkat Alessandro Del Piero, Dortmund keluar sebagai juara Liga Champions untuk kali pertama setelah Lars Ricken memastikan kemenangan 3-1.<\/p>\n<p>\u201cYa, mungkin dua gol saya merupakan yang paling penting dalam sejarah Dortmund,\u201d bilang Riedle saat diwawancarai <em>FourFourTwo<\/em>, dua tahun lalu. Berselang 20 tahun, raihan di Olympiastadion jadi satu-satunya prestasi tertinggi Dortmund di ajang sepak bola kasta tertinggi antarklub Eropa.<\/p>\n<p>Meski sejatinya tak terlalu mengilap di klub asal North Rhine-Westphalia itu, dua gol Riedle di final telah menancapkan namanya sebagai salah satu pahlawan terbesar klub hingga sejauh ini. Bagi pencinta sepak bola Jerman, sosok yang memulai karier junior di TSV Ellhofen itu merupakan sosok sempurna pada waktu yang tepat.<\/p>\n<p>Pada level tim nasional, Riedle enam tahun membela Jerman. Dari kurun waktu tersebut, dia termasuk dalam anggota tim Der Panzer saat memenangi Piala Dunia 1990 di Italia dan jadi <em>runner-up<\/em> Piala Eropa 1992 serta medali perunggu Olimpiade 1988. Pada Piala Eropa 1992, Riedle bahkan dinobatkan sebagai top skor bersama Henrik Larsen, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/bergkamp-yang-mulia-di-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dennis Bergkamp<\/a>, dan Tomas Brolin.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/karlheinz-riedle-picture-id52943714\" width=\"1024\" height=\"723\" \/><\/p>\n<h3><strong>Si raja udara<\/strong><\/h3>\n<p>Di antara banyak aksinya di atas lapangan, publik mengingat Riedle sebagai penyundul yang ulung. Dia bisa melakukan lompatan tinggi melewati pemain belakang lawan untuk kemudian menceploskan bola lewat kepala. Tak heran jika orang-orang menjulukinya Karl-Heinz \u2018Air\u2019 Riedle, kemampuan yang diwariskannya ke penyerang legendaris timnas Jerman lainnya, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/09\/manusia-baik-itu-bernama-miroslav-klose\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Miroslav Klose<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cMiro Klose melompat setinggi saya,\u201d buka Riedle kepada <em>11Freunde<\/em>. Saat ditanya rahasia lompatan tinggi, dia menjelaskan, \u201cSaat masih kanak-kanak, saya mencoba banyak olahraga, antara lain dengan terus melompat. Pada dinding rumah kami, saya menggambar sebuah kotak dengan kapur tulis dan terus mencoba menjangkau ujung-ujungnya. Ya, banyak kerja keras yang saya lakukan.\u201d<\/p>\n<p>Kerja keras memang cukup identik dengan permainan Riedle mulai dari awal karier profesionalnya di FC Augsburg, Blau-Wei\u00df Berlin, hingga meraih trofi Bundesliga 1 bersama Werder Bremen musim 1987\/1988. Dia sempat mencoba peruntungan di Italia bersama Lazio pada 1990 sebelum akhirnya kembali ke Jerman dan memperkuat Dortmund, tiga tahun kemudian.<\/p>\n<p>Di Westfalenstadion, Riedle berduet dengan St\u00e9phane Chapuisat dan sempat mencicipi dua gelar Bundesliga 1 beruntun pada musim 1994\/1995 dan 1995\/1996. Namun setelah kesuksesan final Liga Champions 1997, Riedle malah memutuskan pindah ke klub Liga Primer Inggris, Liverpool. Kehadiran pelatih Nevio Scala yang menggantikan Ottmar Hitzfeld disinyalir jadi pemicunya.<\/p>\n<p>Sayangnya di Anfield, Riedle tak pernah bisa kembali menemukan ketajamannya, hingga pindah ke Fulham dan pensiun di sana. Dia sempat dipercaya jadi <em>caretaker<\/em> The Cottagers, tapi tak berlangsung lama. Pada 2014 silam, dirinya dipercaya jadi <em>ambassador<\/em> untuk final Liga Champions 2015 di Olympiastadion, tempatnya menorehkan sejarah.<\/p>\n<p><em>Alles gute um geburtstag<\/em>, Karl-Heinz \u2018Air\u2019 Riedle!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span> <\/a>\u200f<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Olympiastadion di M\u00fcnchen, Jerman, 28 Mei 1997 bergemuruh saat pertandingan final Liga Champions Eropa baru memasuki menit ke-29. Umpan Paul Lambert dari sisi kanan penyerangan Borussia Dortmund, diterima dengan dada oleh Karl-Heinz Riedle sebelum melepas sontekan dan masuk dengan deras ke gawang Juventus yang dikawal Angelo Peruzzi. Hanya berselang lima menit, Riedle kembali membuat suporter Die Borussen bersuka cita menyambut gol keduanya. Sesuai dengan julukannya, Air, atau dalam bahasa Indonesia berarti udara, pemain kelahiran Weiler im Allg\u00e4u tepatnya 52 tahun yang lalu itu menyundul bola ke gawang Juventus hasil sepakan pojok rekannya. Meski I Bianconeri sempat memperkecil kedudukan berkat Alessandro Del Piero, Dortmund keluar sebagai juara Liga Champions untuk kali &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10936,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[419,129,1861,122,155],"class_list":["post-10935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","tag-borussia-dortmund","tag-featured","tag-karl-heinz-riedle","tag-slider","tag-uefa-champions-league"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-16T10:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1790\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1271\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund\",\"datePublished\":\"2017-09-16T10:00:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/\"},\"wordCount\":517,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-52916979.jpg\",\"keywords\":[\"Borussia Dortmund\",\"Featured\",\"Karl-Heinz Riedle\",\"Slider\",\"UEFA Champions League\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/\",\"name\":\"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-52916979.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-16T10:00:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/16\\\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-52916979.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-52916979.jpg\",\"width\":1790,\"height\":1271,\"caption\":\"Karl-Heinz Riedle\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia","description":"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia","og_description":"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-16T10:00:14+00:00","og_image":[{"width":1790,"height":1271,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund","datePublished":"2017-09-16T10:00:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/"},"wordCount":517,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg","keywords":["Borussia Dortmund","Featured","Karl-Heinz Riedle","Slider","UEFA Champions League"],"articleSection":["Eropa","Jerman"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/","name":"Karl-Heinz Riedle dan Gol Terpenting dalam Sejarah Dortmund | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg","datePublished":"2017-09-16T10:00:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Di antara banyak aksinya di atas lapangan hijau, publik mengingat sosok Karl-Heinz Riedle sebagai penyundul yang ulung nan handal.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/karl-heinz-riedle-dan-sejarah-dortmund\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-52916979.jpg","width":1790,"height":1271,"caption":"Karl-Heinz Riedle"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}