{"id":10889,"date":"2017-09-15T14:00:24","date_gmt":"2017-09-15T07:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10889"},"modified":"2017-09-15T09:21:53","modified_gmt":"2017-09-15T02:21:53","slug":"internazionale-amerika-latin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/","title":{"rendered":"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin"},"content":{"rendered":"<p>Sejak berdiri pada 9 Maret 1908, kesebelasan asal Italia, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/internazionale\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Internazionale Milano<\/a>, memang punya kisah yang cukup dekat dengan pemain-pemain dari kawasan Amerika Latin. Sebagai contoh, tim La Grande Inter yang sanggup menggondol banyak titel prestisius semisal tiga Scudetto dan masing-masing dua gelar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/eropa\/champions-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Champions<\/a> serta Piala Interkontinental, punya sesosok Jair Da Costa asal Brasil.<\/p>\n<p>Tak cukup sampai di situ, pada saat Inter meraih gelar <em>treble winners<\/em> di musim 2009\/2010 kemarin pun, ada beberapa penggawa andalan I Nerazzurri yang merupakan pemain asal Amerika Latin. Antara lain Esteban Cambiasso, Diego Milito, Walter Samuel, dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/surat-cinta-javier-zanetti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Javier Zanetti<\/a> (Argentina), Lucio, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/julio-cesar-dan-garis-finis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Julio Cesar<\/a>, dan Maicon (Brasil), sampai <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/11\/memori-manis-ivan-cordoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ivan Cordoba<\/a> (Kolombia).<\/p>\n<p>Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola dari Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut sejumlah nama yang gagal bersinar dari wilayah yang menjadi kiblat sepak bola dunia selain Eropa tersebut, khususnya dalam kurun satu setengah dekade terakhir.<\/p>\n<p>Siapa saja mereka? Berikut Football Tribe Indonesia merangkumnya untuk Anda:<\/p>\n<h2><strong>Kiper<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/www.nerazzurriale.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Fabian-Carini-.jpg\" width=\"738\" height=\"462\" \/><\/p>\n<h3><strong>Fabian Carini<\/strong><\/h3>\n<p>Entah apa yang ada di benak seorang Massimo Moratti tatkala menukar bek andal milik tim nasional Italia, Fabio Cannavaro, dengan penjaga gawang asal Uruguay yang ketika itu bermain untuk Juventus ini. Meski menjadi pilihan utama di timnas Uruguay, Carini tak sekalipun jadi pilihan utama tatkala memperkuat I Nerazzurri dalam rentang 2004-2007. Total, Carini hanya sembilan kali mengenakan seragam Inter di partai resmi sebelum akhirnya dilepas gratis ke klub Spanyol, Real Murcia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Bek<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/nelson-rivas-of-inter-milan-tries-to-tackle-siem-de-jong-of-ajax-the-picture-id82233064\" width=\"1024\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Nelson Rivas (kiri)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Nelson Rivas<\/strong><\/h3>\n<p><em>The Next Ivan Cordoba<\/em> adalah julukan yang sempat disematkan kepada pemain kelahiran Pradera, Kolombia ini. Mahar yang mesti dibayarkan Inter buat memboyongnya dari tim asal Argentina, River Plate, pun terbilang cukup mahal, menyentuh angka 5 juta euro. Sayangnya, kepindahan Rivas ke tanah Italia tak memberikan hasil positif. Dalam kurun 2007-2011, Rivas cuma bermain di 28 laga. Pada masa itu pula, dirinya beberapa kali dipinjamkan karena dianggap sebagai surplus di tubuh skuat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/pazzidinter.files.wordpress.com\/2014\/04\/sorondo-inter.jpg\" width=\"400\" height=\"300\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gonzalo Sorondo<\/strong><\/h3>\n<p>Digadang-gadang bisa menjadi seorang bek tengah kelas dunia, Inter pun rela merogoh kocek sebesar 6 juta euro dari klub Uruguay, Defensor, pada musim panas 2001. Nahas buat I Nerazzurri, harga cukup tinggi yang mereka keluarkan bagi Sorondo sia-sia. Sang pemain justru gagal bersinar di Stadion Giuseppe Meazza sehingga kerap dipinjamkan ke klub-klub lain. Selama membela Inter, Sorondo Cuma tampil di 12 partai saja.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/filippo-inzaghi-of-ac-milan-and-nelson-vivas-of-inter-milan-in-action-picture-id1662826\" width=\"1024\" height=\"803\" \/><\/p>\n<h3><strong>Nelson Vivas<\/strong><\/h3>\n<p>Bersamaan dengan kedatangan Sorondo di musim panas 2001, Inter juga melakukan pembelian pemain belakang asal Amerika Latin yang lain dalam wujud Vivas. Dirinya dicomot dari kesebelasan Inggris, Arsenal, seharga 7 juta euro. Namun investasi yang dilakukan Moratti kepada sosok yang satu ini nyatanya berakhir pahit. Vivas tak pernah jadi pilihan utama di Inter saat masih ditukangi Hector Raul Cuper. Selama dua musim berkostum I Nerazzurri, Vivas hanya merumput sebanyak 21 kali.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Gelandang<\/strong><\/h3>\n<p><strong>\u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/andres-guglielminpietro-of-inter-milan-and-pavel-nedved-of-juventus-picture-id1825762\" width=\"1024\" height=\"793\" \/><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Andres Guglielminpietro<\/strong><\/h3>\n<p>Ketimbang menyebut namanya yang panjang dan cukup sulit dilafalkan tersebut, publik sepak bola Italia lebih mengenalnya dengan nama Guly. Direkrut Inter secara gratis usai dilepas AC Milan pada Agustus 2001, pemain asal Argentina ini tak pernah bermain maksimal. Selama tiga musim membela panji Inter, Guly justru lebih banyak absen akibat masalah fisik. Dirinya pun hanya berlaga di 48 pertandingan bersama Inter.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/tribunnews\/foto\/bank\/images\/kerlon-moura-de-souza_20170107_193717.jpg\" width=\"680\" height=\"382\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kerlon<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain asal Brasil ini disebut-sebut oleh media sebagai salah satu bakat terbaik dari Brasil di masanya. Karena hal itu pulalah manajemen Inter berkenan untuk memboyongnya ke Italia via Chievo Verona. Namun harapan I Nerazzurri menyaksikan Kerlon berkembang layaknya apa yang diungkapkan media malah jauh panggang dari api. Pemain kelahiran Ipatinga ini malah tak sekalipun mencicipi rasanya mengenakan <em>jersey<\/em> Inter walau mengabdi di Appiano Gentile, markas latihan Inter, selama empat musim. Serentetan cedera membuat Kerlon lebih akrab dengan meja operasi ketimbang lapangan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ruben-botta-during-of-fc-internazionale-milano-training-session-on-picture-id452015486\" width=\"1024\" height=\"736\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ruben Botta<\/strong><\/h3>\n<p>Tanpa diduga-duga sebelumnya, Inter mendatangkan pemain asal Argentina ini dari klub Meksiko, Tigre, pada Agustus 2013 yang lalu. Kemampuannya yang cukup baik diyakini bakal memberi keuntungan bagi Inter. Namun sayang, pemain berpostur 177 sentimeter ini gagal memenuhi harapan. Botta sulit menembus tim utama dan justru kerap dirundung cedera. Selama dua musim berkiprah di kota Milan, cuma 12 kali Botta mengenakan seragam sakral kepunyaan I Nerazzurri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/aparecido-cesar-of-inter-milan-celebrates-after-scoring-the-second-picture-id76781624\" width=\"1024\" height=\"700\" \/><\/p>\n<h3><strong>Aparecido Cesar<\/strong><\/h3>\n<p>Bareng Lazio dalam kurun 2001-2006, penampilan Cesar sungguh ciamik sebagai pemain yang cakap menyisir sektor sayap kiri. Performa itu juga yang lantas mendorong Inter buat meminjamnya untuk kemudian ditebus secara permanen di bulan Januari 2006. Sialnya, kilau Cesar justru meredup kala berkandang di Stadion Giuseppe Meazza. Dirinya kalah bersaing dengan Cristian Chivu dan Maxwell Andrade yang jauh lebih konsisten. Tak ayal, Cesar pun hanya merumput sebanyak 36 kali selama dua musim berkostum Inter.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Penyerang<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/amantino-mancini-30072009-monaco-inter-milan-match-amical-stade-louis-picture-id822409380\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Amantino Mancini<\/strong><\/h3>\n<p>Nama Mancini mulai didengar publik usai tampil gemilang bersama AS Roma sejak 2003 sampai 2008. Dirinya saat itu dikenal sebagai pemain yang punya pergerakan dan teknik brilian serta piawai dalam mengiris-iris area sayap pertahanan lawan. Dana sebesar 13 juta euro lantas dikeluarkan Inter buat memboyongnya dari ibu kota. Tapi performa kerena Mancini selama berkostum I Giallorossi tak pernah bisa direplikasi bersama Inter. Dua musim memperkuat I Nerazzurri, Mancini hanya berlaga di 28 partai saja.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/diego-forlan-of-fc-internazionale-milano-looks-on-prior-to-the-uefa-picture-id141379008\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Diego Forlan<\/strong><\/h3>\n<p>Selepas kepergian Samuel Eto\u2019o ke Anzhi Makachkala, nama penyerang berkebangsaan Uruguay ini menjadi buruan Inter. Beruntung, I Nerazzurri sukses memboyongnya dari Atletico Madrid hanya dengan mahar sebesar 5 juta euro. Akan tetapi, sejumlah masalah yang mendekap Inter di musim kompetisi 2011\/2012, plus seringnya lelaki berambut gondrong ini dimainkan tidak pada posisi naturalnya, ikut memengaruhi performa Forlan secara umum. Hanya bertahan semusim di Stadion Giuseppe Meazza, Forlan bertempur di 20 partai dan menyumbang 2 gol buat Inter sebelum akhirnya hijrah ke Brasil guna bergabung dengan klub Internacional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/goal_it\/3\/79\/antonio-pacheco-inter_o8a5jortx03f1cjfy25w6g9fv.jpg?t=614386733\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><\/p>\n<h3><strong>Antonio Pacheco<\/strong><\/h3>\n<p>Jebolan akademi Penarol ini sukses memikat perhatian para pemandu bakat Inter di musim panas tahun 2000. Enam bulan berselang atau Januari 2001, Pacheco secara resmi didaratkan Inter ke Italia. Dirinya mendapat kontrak selama empat musim di Stadion Giuseppe Meazza. Celakanya, Pacheco yang brilian saat mengenakan kostum Penarol justru memble di Inter.<\/p>\n<p>Performanya inkonsisten dan sulit menggeser nama-nama seperti Mohammed Kallon, Alvaro Recoba, Ronaldo dan Christian Vieri yang saat itu menjadi pilihan utama. Praktis, dirinya pun lebih banyak dipinjamkan Inter ke kesebelasan yang lain sampai durasi kontraknya kedaluwarsa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10890 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/S__7585795-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak berdiri pada 9 Maret 1908, kesebelasan asal Italia, Internazionale Milano, memang punya kisah yang cukup dekat dengan pemain-pemain dari kawasan Amerika Latin. Sebagai contoh, tim La Grande Inter yang sanggup menggondol banyak titel prestisius semisal tiga Scudetto dan masing-masing dua gelar Piala Champions serta Piala Interkontinental, punya sesosok Jair Da Costa asal Brasil. Tak cukup sampai di situ, pada saat Inter meraih gelar treble winners di musim 2009\/2010 kemarin pun, ada beberapa penggawa andalan I Nerazzurri yang merupakan pemain asal Amerika Latin. Antara lain Esteban Cambiasso, Diego Milito, Walter Samuel, dan Javier Zanetti (Argentina), Lucio, Julio Cesar, dan Maicon (Brasil), sampai Ivan Cordoba (Kolombia). Walau punya cerita manis bersama &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10891,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[1856,129,100,109,131,122,1781],"class_list":["post-10889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-amerika-latin","tag-featured","tag-internazionale","tag-italia","tag-serie-a","tag-slider","tag-worst-xi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-15T07:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin\",\"datePublished\":\"2017-09-15T07:00:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/\"},\"wordCount\":994,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg\",\"keywords\":[\"Amerika Latin\",\"Featured\",\"Internazionale\",\"Italia\",\"Serie A\",\"Slider\",\"Worst XI\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/\",\"name\":\"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-15T07:00:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/15\\\/internazionale-amerika-latin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Amerika Latin\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia","description":"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia","og_description":"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-15T07:00:24+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin","datePublished":"2017-09-15T07:00:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/"},"wordCount":994,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg","keywords":["Amerika Latin","Featured","Internazionale","Italia","Serie A","Slider","Worst XI"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/","name":"Deretan Pemain Terburuk Internazionale Milano dari Amerika Latin | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg","datePublished":"2017-09-15T07:00:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Walau punya cerita manis bersama para pesepak bola Amerika Latin, realitanya Inter juga pernah merekrut pemain yang gagal bersinar dari wilayah tersebut.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/15\/internazionale-amerika-latin\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Deretan-Pemain-Terburuk-Inter-Milan-dari-Amerika-Latin.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Amerika Latin"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10889"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10889\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}