{"id":10792,"date":"2017-09-14T13:00:35","date_gmt":"2017-09-14T06:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10792"},"modified":"2017-09-14T11:05:28","modified_gmt":"2017-09-14T04:05:28","slug":"indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/","title":{"rendered":"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah"},"content":{"rendered":"<p>Pada suatu hari, 21 tahun yang lalu, seorang remaja belasan tahun yang masih duduk di bangku SMA, baru saja tiba di bandara Indonesia. Ia datang dari Italia, setelah tinggal di sana selama dua tahun. Ia memang terbang dari Eropa, tapi dia bukan penduduk Benua Biru, karena di sana ia tergabung dengan sekelompok remaja lain yang dikirim dari Indonesia untuk mengasah kemampuan bermain sepak bola.<\/p>\n<p>Saat itu, ia baru lima bulan bersekolah dan harus terbang ke Negeri Pizza untuk mengikuti program pembinaan pemain muda yang dinamai PSSI Primavera. Setelah tiba di Tanah Air, remaja laki-laki itu kemudian kembali berlatih dengan klubnya, Arseto Solo, melanjutkan kiprahnya di kompetisi antar-SSB di Diklat Arseto.<\/p>\n<p>Jumat, 29 Maret 1996, suasana negara kita tercinta di hari itu biasa-biasa saja seperti biasanya. Anak-anak dengan semangat berangkat ke sekolah, para pekerja kantor juga masih sibuk dengan rutinitasnya masing-masing walau sedikit kurang fokus karena tak sabar ingin berakhir pekan, dan para ibu rumah tangga melakukan pekerjaan harian mereka seperti biasanya. Namun, bagi seorang remaja bernama Indriyanto Nugroho, hari itu bukan hari yang biasa baginya.<\/p>\n<p>Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto adalah salah satu penyerang terbaik yang menetas di Italia. Sama seperti si Kurus juga, setelah pulang ke Indonesia, nama Indriyanto mendadak tenar dan ia menjadi komoditi panas di bursa transfer. Akan tetapi, status sebagai pemain buruan utama saat itu ternyata berujung pada perebutan hak milik.<\/p>\n<p>Polemik ini diawali dengan kebijakan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/mempertanyakan-ambisi-ketua-umum-pssi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSSI<\/a> yang menetapkan bahwa semua pemain hasil binaan proyek Primavera akan dilepas ke klub dengan penawaran tertinggi. Indriyanto sebenarnya saat itu tercatat sebagai pemain Arseto Solo, tapi masalahnya ia tidak terikat kontrak. Itulah titik lemah yang diincar oleh Nirwan Bakrie, pemilik klub Pelita Jaya yang hendak meminang Indriyanto.<\/p>\n<p>Arseto jelas tidak terima dengan pernyataan itu, karena bersama Arseto-lah nama Indriyanto pertama kali meroket di kancah sepak bola nasional. Lagipula, sebelum dan sesudah Indriyanto mengikuti proyek Primavera, ia tetap berlatih di Arseto.<\/p>\n<p>Tak ingin masalah ini terjadi berlarut-larut, PSSI kemudian mempertemukan kedua klub di kantor Sekretariat Liga. Pertemuan saat itu berlangsung panas, karena selain kedua kubu yang saling <em>ngeyel<\/em> perihal kepemilikan Indriyanto, sang pemain juga semakin memperkeruh suasana dengan mengatakan ke salah satu media cetak bahwa ia tidak dibesarkan oleh Arseto.<\/p>\n<p>Kubu Arseto jelas sangat sakit hati akibat pernyataan Indriyanto itu, melengkapi rasa kecewa mereka pada sikap Nirwan Bakrie yang ditengarai sengaja mengatur situasi untuk merekrut penyerang setinggi 173 sentimeter ini. Nirwan saat itu memang merangkap dua jabatan sekaligus. Selain menjadi direktur komite tim nasional, ia juga merupakan pemilik Pelita Jaya, selain menjadi penyandang dana utama proyek Primavera.<\/p>\n<p>Darah harus dibalas dengan darah, dan penghinaan harus dibalas dengan penghinaan. Arseto, klub yang dimiliki oleh Sigit Harjoyudanto, putra keluarga Cendana, menetapkan angka 100 rupiah sebagai nilai transfer Indriyanto ke Pelita Jaya. Sebuah nilai transfer yang sangat rendah, karena mereka juga merasa direndahkan oleh anak asuhnya sendiri. Bahkan, uang berwarna merah itupun kabarnya dipinjam dari salah satu staf PSSI, karena saat itu para bos besar Pelita Jaya tidak ada yang memiliki uang sekecil itu di dompetnya.<\/p>\n<p>Peristiwa legendaris itu kemudian berbuah julukan Mister Cepek bagi Indriyanto. Perihal julukannya itu, dirinya pernah berkomentar bahwa sebenarnya ia lebih baik pindah dengan bebas transfer daripada hanya dihargai 100 rupiah. Akan tetapi, terkadang pemain besar memang dilahirkan dari peristiwa besar.<\/p>\n<p>Uang 100 rupiah yang saat ini mungkin setara dengan seribu rupiah, tak hanya menjadi awal karier Indriyanto sebagai pesepak bola profesional, tapi juga menjadi saksi bisu lesatan karier pemain yang akrab disapa Nunung ini di lapangan hijau.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1925px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.pilaradiocirebon.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/nunung-psgj-w.jpg\" width=\"1925\" height=\"1054\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Pilaradio<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Dari SSB dan kembali ke SSB<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam penuturannya pada <em>Juara<\/em>, pria yang pada hari ini berulang tahun ke-41 ini mengatakan bahwa kariernya di dunia kulit bulat ia mulai pada tahun 1986 ketika bergabung dengan Fortuna Sukoharjo, Sekolah Sepak Bola (SSB) pertamanya.<\/p>\n<p>\u201cSaya masih ingat bagaimana harus mendaftar ke SSB yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Namanya Fortuna Sukoharjo di Kabupaten Sukoharjo. Itu SSB pertama saya sekitar tahun 1986. Saya masih duduk di bangku sekolah dasar dan mesti naik bus sepulang sekolah untuk ke tempat latihan,\u201d ujar legenda yang pernah berkarier di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/13\/psis-semarang-misi-besar-mahesa-jenar-demi-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSIS Semarang<\/a>, Persiba Bantul, Persik Kediri, dan Persih Tembilahan ini.<\/p>\n<p>Berkat performa impresifnya, ia pun mendapat panggilan untuk terbang ke Italia, berlatih bersama PSSI Primavera, hingga menjadi pemain tenar di sepak bola nasional pada pertengahan tahun 1990-an.<\/p>\n<p>\u201cPrimavera menjadi tonggak karier saya hingga akhirnya bisa menjadi seperti saat ini. Pada usia 16 tahun sudah bermain dan tinggal di luar negeri, di mana anak-anak seumur saya saat itu masih merasakan nikmatnya menjadi siswa SMA, adalah sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Saya mengejar masa depan saya di sana dan itu menjadi pengalaman berharga untuk anak didik saya saat ini,&#8221; kisahnya seperti dikutip dari <em>Bola<\/em>.<\/p>\n<p>Ya, betul, anak didik. Sebutan itu diungkapkan oleh Indriyanto, karena setelah membawa Persepam Madura United promosi ke Indonesia Super League (ISL) tahun 2013 lalu, ia memutuskan gantung sepatu dan meniti karier menjadi juru taktik, dimulai dari tingkat SSB.<\/p>\n<p>Uniknya, meski ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Solo, namun tawaran pertama untuk melatih justru datang dari SSB Kabomania di Bogor. Adalah sang adik, Haryanto \u2018Tommy\u2019 Prasetyo, yang mengajaknya ke sana setelah Indriyanto mendapat lisensi kepelatihan C AFC.<\/p>\n<p>Sebagai informasi tambahan, Indriyanto memang dilahirkan di keluarga yang lekat dengan aroma sepak bola. Mulai dari kakek, ayah, dan kedua adiknya, pernah meniti karier sebagai seniman lapangan hijau. Bahkan, ibunya juga sempat bermain di kompetisi Galanita sekitar tahun 1982.<\/p>\n<p>Kembali ke kariernya di tepi lapangan, ketekunannya untuk membina bibit muda akhirnya membuahkan hasil. Ia terpilih sebagai pelatih untuk tim Indonesia yang diberangkatkan ke Piala Gothia 2015 di Swedia. Pria yang selama tiga tahun dipercaya mengenakan seragam timnas ini mengalahkan empat kandidat pelatih lain melalui adu presentasi.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Namanya memang sudah lama sekali menghilang dari keriuhan kompetisi sepak bola nasional. Akan tetapi, meski pemain-pemain muda dan legiun asing bintang lima di Indonesia Super League (ISL), Torabika Soccer Championship (TSC), maupun <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/go-jek-traveloka-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Go-Jek Traveloka Liga 1<\/a> selalu datang silih berganti, sejuta kenangan terindah tentang kiprah Indriyanto Nugroho takkan lekang oleh waktu.<\/p>\n<p>Dalam dua tahun ke depan, ia berharap dapat dipercaya menangani klub Liga 2. Di hari ulang tahunnya ini, mari kita doakan agar keinginannya tersebut dapat tercapai, sehingga kelak ia dapat kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Sebagai pelatih dengan 100 variasi taktik yang berawal dari uang 100 rupiah.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada suatu hari, 21 tahun yang lalu, seorang remaja belasan tahun yang masih duduk di bangku SMA, baru saja tiba di bandara Indonesia. Ia datang dari Italia, setelah tinggal di sana selama dua tahun. Ia memang terbang dari Eropa, tapi dia bukan penduduk Benua Biru, karena di sana ia tergabung dengan sekelompok remaja lain yang dikirim dari Indonesia untuk mengasah kemampuan bermain sepak bola. Saat itu, ia baru lima bulan bersekolah dan harus terbang ke Negeri Pizza untuk mengikuti program pembinaan pemain muda yang dinamai PSSI Primavera. Setelah tiba di Tanah Air, remaja laki-laki itu kemudian kembali berlatih dengan klubnya, Arseto Solo, melanjutkan kiprahnya di kompetisi antar-SSB di Diklat Arseto. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10833,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,105,1848,122],"class_list":["post-10792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-featured","tag-indonesia","tag-indriyanto-nugroho","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-14T06:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah\",\"datePublished\":\"2017-09-14T06:00:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/\"},\"wordCount\":1047,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/14-indriyanto-1200.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Indonesia\",\"Indriyanto Nugroho\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/\",\"name\":\"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/14-indriyanto-1200.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-14T06:00:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/14\\\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/14-indriyanto-1200.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/14-indriyanto-1200.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Indriyanto Nugroho\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia","description":"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-14T06:00:35+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah","datePublished":"2017-09-14T06:00:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/"},"wordCount":1047,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg","keywords":["Featured","Indonesia","Indriyanto Nugroho","Slider"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/","name":"Indriyanto Nugroho: Seratus Rupiah untuk Sejuta Kenangan Indah | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg","datePublished":"2017-09-14T06:00:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bersama Kurniawan Dwi Julianto, Indriyanto Nugroho adalah salah satu penyerang terbaik asal Indonesia yang menetas di Italia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/14\/indriyanto-nugroho-dan-sejuta-kenangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/14-indriyanto-1200.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Indriyanto Nugroho"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}