{"id":10748,"date":"2017-09-13T14:00:22","date_gmt":"2017-09-13T07:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10748"},"modified":"2017-09-13T09:57:12","modified_gmt":"2017-09-13T02:57:12","slug":"ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/","title":{"rendered":"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner"},"content":{"rendered":"<p>Seperti yang sudah jamak terjadi, relasi antara dewan direksi (pemilik klub, manajemen atau presiden klub) dengan suporter biasanya penuh dinamika. Ada suka, namun juga tak sedikit yang relasinya keduanya dipenuhi bumbu-bumbu amarah yang berkecamuk. Ada sudut pandang berbeda yang menjadi jurang terbesar antara suporter dan dewan direksi di dalam klub.<\/p>\n<p>Saya ambil contoh dua klub besar Eropa, Barcelona dan Manchester United. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/19\/virus-di-tubuh-barcelona-yang-bernama-josep-bartomeu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Josep Bartomeu<\/a> tengah digoyang karena kebijakan transfernya yang melenceng dari ideologi klub dan mulai berkurangnya kesempatan bagi para alumnus <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/02\/senjakala-la-masia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">La Masia<\/a> untuk menembus tim utama Blaugrana. Sang presiden juga tengah dirisak dari berbagai arah oleh suporter karena <em>mes que un club <\/em>yang digaungkan El Barca mulai memudar.<\/p>\n<p>Di Manchester United, situasi tak kalah pelik juga muncul, walau tak selamanya nampak di permukaan. Berdirinya FC United of Manchester misalnya, dilatarbelakangi kekecewaan segelintir suporter Setan Merah yang muak dengan kepemimpinan keluarga Malcolm Glazer yang menjadikan Setan Merah dari Inggris sebagai sapi perah dalam roda bisnis yang besar.<\/p>\n<p>Dan dengan beberapa contoh tersebut, tersembullah nama <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/supaya-klaim-ivan-gazidis-berfaeadah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ivan Gazidis<\/a>, <em>chief executive <\/em>Arsenal. Bila rantai komando diurutkan secara jelas, selain dewan pemilik saham The Gunners yang terbagi dalam beberapa pemilik, nama Gazidis adalah orang terkuat kedua di dalam klub setelah para pemegang saham.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2009, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi <em>chief executive, <\/em>menggantikan posisi David Dein, orang kepercayaan dan salah satu <em>soulmate <\/em>terbaik Arsene Wenger setelah <em>the one and only, <\/em>Pat Rice.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/arsenal-fc-ceo-ivan-gazidis-speaks-during-the-western-sydney-gold-picture-id814209886\" width=\"1024\" height=\"710\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gazidis, si botak yang dibenci<\/strong><\/h3>\n<p>Sejak mengisi kursi <em>chief <\/em>per 1 Januari 2009, kebijakan transfer yang dilakukan Gazidis dan Arsene Wenger memang tak pernah populer di mata suporter Arsenal. Dalam kurun waktu tersebut, hanya <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/kandang-monyet-mesut-ozil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mesut \u00d6zil<\/a>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alexis Sanchez<\/a>, Petr Cech, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/memaklumi-penjualan-shkodran-mustafi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shkodran Mustafi<\/a>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/03\/sumbu-pendek-granit-xhaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Granit Xhaka<\/a>, hingga Alexandre Lacazette yang termasuk pembelian populer dan bernilai lebih di mata suporter.<\/p>\n<p>Ada enam pemain berkualitas yang didatangkan manajemen pimpinan Gazidis, tapi jangan lupa, manajemen yang sama juga yang mendatangkan nama-nama seperti Sebastian Squillaci, Park Chu-young, Andre Santos, hingga Kim Kallstrom, yang kemudian sering dikaitkan suporter Arsenal dengan berbagai ejekan di dunia maya.<\/p>\n<p>Kebijakan penghematan yang diterapkan Arsenal akibat dari pembangunan Stadion Emirates memang menjadi pledoi terbaik. Tapi selepas 2015, ketika Arsene Wenger mengonfirmasi bahwa The Gunners sudah lepas dari masa penghematan dan kini punya dana untuk mendatangkan Lionel Messi sekalipun, ada satu masa di satu bursa transfer musim panas, Gazidis dan si kakek dari Strasbourg hanya mendatangkan seorang Petr Cech saja!<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ivan-gazidis-the-arsenal-ceo-talks-at-the-emirates-business-breakfast-picture-id452605578\" width=\"1024\" height=\"693\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gazidis, si kolot yang dicinta<\/strong><\/h3>\n<p>Satu alasan utama untuk mencintai Gazidis si botak, adalah sikapnya yang baru-baru ini mulai banyak melancarkan kritik kepada Arsene Wenger. Gazidis, dengan segala kejeliannya dalam menghasilkan keuntungan bagi Arsenal, terkadang mengucapkan kalimat tersirat kepada media bahwa ia kerap berseberangan dengan Arsene Wenger dalam berbagai situasi.<\/p>\n<p>Baru-baru ini, selepas mundurnya Dick Law, orang yang bertanggung jawab membantu Arsene perihal transfer, secara otomatis, Gazidis-lah orang pertama yang bersama sang manajer, akan memutuskan apakah Arsenal akan mendatangkan pemain atau tidak. Gazidis, si botak kolot, akan beradu sengit dengan Arsene Wenger yang hebatnya, juga sama-sama kolot!<\/p>\n<p>Inilah yang kemudian menimbulkan sedikit harapan bagi para Gooners. Dari beberapa sumber yang dilansir lewat <em>Arseblog <\/em>dan <em>Gunnerblog, <\/em>mundurnya Dick Law otomatis semakin menguatkan posisi Gazidis di jajaran direksi Arsenal. Setelah permintaannya agar Arsenal memiliki direktur olahraga ditolak mentah-mentah oleh Arsene, kini Gazidis memiliki momentum untuk sedikit mengatur langkah sang profesor di bursa transfer, dan itu akan dimulai Januari 2018 nanti.<\/p>\n<p>Beberapa media Inggris seperti <em>Daily Mail, Football London, <\/em>hingga <em>Mirror,<\/em> mulai gencar mengabakan bahwa Gazidis tengah memulai kampanye di dalam direksi Arsenal untuk memastikan mereka satu suara dalam upaya melengserkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/dinasti-arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a>. Walau berita masih sebatas rumor dan eks pelatih Nagoya Grampus itu masih menyisakan kontrak hingga Juni 2019, tak sedikit pendukung Arsenal yang berharap bahwa sudah saatnya Gazidis dan Arsene berpisah jalan.<\/p>\n<p>Klub ini tak bisa dipimpin dua orang kolot dengan arus sepak bola modern yang semakin kompleks dan dipenuhi inflasi nilai transfer yang sinting. Andai mengikuti naluri bisnis Gazidis dan pemikiran hemat Arsene Wenger, Arsenal tak akan pernah mampu bersaing dengan tim-tim kaya lain di Eropa untuk berburu pemain terbaik. Bila pemuda yang belum genap 20 tahun saja dihargai hampir 200 juta euro, apakah wajar Arsenal bila Arsenal pernah menawar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/10\/jika-thomas-lemar-berseragam-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Thomas Lemar<\/a> hanya dengan 35 juta paun?<\/p>\n<p>Selamat ulang tahun, Ivan Gazidis. Tolong jangan beli <em>the next Andre Santos <\/em>ya di bulan Januari nanti.<\/p>\n<p><em>#VCC<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Isidorus Rio Turangga (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/temannyagreg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">temannyagreg<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang sudah jamak terjadi, relasi antara dewan direksi (pemilik klub, manajemen atau presiden klub) dengan suporter biasanya penuh dinamika. Ada suka, namun juga tak sedikit yang relasinya keduanya dipenuhi bumbu-bumbu amarah yang berkecamuk. Ada sudut pandang berbeda yang menjadi jurang terbesar antara suporter dan dewan direksi di dalam klub. Saya ambil contoh dua klub besar Eropa, Barcelona dan Manchester United. Josep Bartomeu tengah digoyang karena kebijakan transfernya yang melenceng dari ideologi klub dan mulai berkurangnya kesempatan bagi para alumnus La Masia untuk menembus tim utama Blaugrana. Sang presiden juga tengah dirisak dari berbagai arah oleh suporter karena mes que un club yang digaungkan El Barca mulai memudar. Di Manchester &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10774,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,286,129,1798,122],"class_list":["post-10748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-arsenal","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-ivan-gazidis","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-13T07:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner\",\"datePublished\":\"2017-09-13T07:00:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/\"},\"wordCount\":716,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Ivan Gazidis\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/\",\"name\":\"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-13T07:00:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/13\\\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Ivan Gazidis\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia","description":"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-13T07:00:22+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner","datePublished":"2017-09-13T07:00:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/"},"wordCount":716,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg","keywords":["Arsenal","English Premier League","Featured","Ivan Gazidis","Slider"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/","name":"Ivan Gazidis: Dicinta dan Dibenci Para Gooner | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-09-13T07:00:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada 2009, Ivan Gazidis, nama pria dengan kewarganegaraan Yunani dan Afrika Selatan ini resmi menjadi chief executive, menggantikan posisi David Dein.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/13\/ivan-gazidis-dicinta-dan-dibenci\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Ivan-Gazidis-Dicinta-Dibenci-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Ivan Gazidis"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}