{"id":10675,"date":"2017-09-12T09:00:39","date_gmt":"2017-09-12T02:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10675"},"modified":"2017-09-12T06:37:58","modified_gmt":"2017-09-11T23:37:58","slug":"aroma-para-legenda-di-fiorentina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/","title":{"rendered":"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina"},"content":{"rendered":"<p>Bagi yang sudah mengikuti sepak bola sejak tahun 1990-an, rasanya akan semakin merasa tua ketika melihat Eusebio Di Francesco, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/23\/zinedine-zidane-karismatik-dan-mematikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zinedine Zidane<\/a>, atau Diego Simeone, menyebut beberapa contoh nama, kini duduk di bangku pelatih.<\/p>\n<p>Namun perasaan merasa tua itu akan kian terkonfirmasi ketika melihat nama anak-anak mereka mulai menghiasi berita terkait performa di lapangan hijau.<\/p>\n<p>Federico Di Francesco, putra dari Eusebio, kini tengah menjalani musim keduanya bermain di kompetisi Serie A Italia. Kesebelasan Bologna cukup mengandalkan pemain berusia 23 tahun ini sebagai penyisir sayap kiri. Sementara <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/08\/tentang-enzo-yang-ingin-lepas-dari-bayang-bayang-zidane\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Enzo Alan Zidane Fernandez<\/a>, yang notabene putra dari Zinedine Zidane, kini berbaju Deportivo Alaves.<\/p>\n<p>Frasa \u201cbuah jatuh tidak jauh dari pohonnya\u201d atau \u201cpohon mangga buahnya juga mangga\u201d menjadi tepat ketika membicarakan nama-nama ini. Meski karier mereka masih panjang dan masih jauh dari prestasi yang ditorehkan ayah-ayah mereka, namun fakta bahwa mereka mewarisi bakat dari ayah masing-masing tidaklah terbantahkan.<\/p>\n<p>Dibandingkan Federico Di Francesco atau Enzo Zidane, kiprah Giovanni Simeone patut diberi perhatian lebih. Pasalnya sejak musim lalu ketika masih berbaju Genoa, Simeone telah menunjukkan potensi besarnya. Berposisi sebagai penyerang, ia mencetak 11 gol untuk Rossoblu. Dua gol di antaranya bahkan ia borong ke gawang Juventus yang dijaga Gianluigi Buffon.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/giovanni-simeone-of-acf-fiorentina-in-action-during-the-serie-a-match-picture-id839993668\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><\/p>\n<h3><strong>Petualangan baru di Florence<\/strong><\/h3>\n<p>Mulai musim 2017\/2018 ini, Simeone resmi berbaju Fiorentina. Uang sebesar 15 juta euro harus dikeluarkan La Viola untuk memindahkannya dari Luigi Ferraris ke Artemio Franchi. Kehadiran Simeone tentu saja sesuai dengan kebutuhan, karena nyaris seluruh penghuni <em>starting eleven<\/em> kesebelasan ini hijrah ke kesebelasan lain.<\/p>\n<p>Simeone pun datang membawa beban berat. Tidak hanya menyandang nama besar sang ayah, tetapi ia juga diharapkan mampu menggantikan peran <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/17\/yang-dicari-ac-milan-dari-kalinic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nikola Kalinic<\/a>, juru gedor asal Kroasia yang mencetak 20 gol bagi Fiorentina musim lalu, namun kini sudah digaet AC Milan.<\/p>\n<p>Setelah dua pertandingan dilalui dengan kekalahan, akhirnya kemenangan datang juga bagi Fiorentina pada pekan ketiga Serie A. Simeone sendiri berhasil mencetak sebuah gol pembuka yang berkontribusi pada kemenangan impresif Fiorentina atas tuan rumah Hellas Verona dengan skor 0-5.<\/p>\n<p>Dalam pertandingan itu, penyerang berusia 22 tahun ini mencetak gol pertama yang menginspirasi Fiorentina mencetak gol demi gol berikutnya. La Viola pun patut bernafas lega, karena kemenangan ini memutus rangkaian performa buruk dalam dua pertandingan awal, sekaligus menjadi pelecut yang meningkatkan kepercayaan diri menghadapi laga-laga sengit berikutnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ianis-hagi-of-acf-fiorentina-in-training-prior-to-the-santiago-2017-picture-id840742078\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ianis Hagi<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Berkumpulnya <\/strong><strong>p<\/strong><strong>utra-<\/strong><strong>p<\/strong><strong>utra <\/strong><strong>l<\/strong><strong>egenda<\/strong><strong> di Fiorentina<\/strong><\/h3>\n<p>Jika melihat susunan pemain Fiorentina pada laga melawan Verona, terlihat satu nama lagi yang terasosiasi dengan mantan pemain top. Dia adalah Federico Chiesa, penyerang sayap yang juga merupakan putra dari Enrico Chiesa, mantan penyerang andalan Fiorentina dan tim nasional Italia pada akhir dekade 1990-an.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/23\/transisi-masif-fiorentina-bersama-stefano-pioli-di-musim-20172018\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transformasi<\/a> Fiorentina yang ditandai hengkangnya para pemain kunci Fiorentina plus pelatih Paulo Sousa yang pernah saya bahas beberapa waktu lalu ini, memang memberi ruang terbuka lebar bagi pemain muda seperti Chiesa. Bahkan bukan tidak mungkin jika musim ini, terbuka pula kesempatan bagi dua pemain muda lainnya, Ianis Hagi dan Riccardo Sottil.<\/p>\n<p>Tidak asing dengan nama belakang dua pemain ini? Anda memang tidak salah duga. Ianis Hagi adalah seorang <em>wonderkid<\/em> yang juga putra dari legenda Rumania, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/05\/catatan-tentang-gheorghe-hagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gheorghe Hagi<\/a>, sementara Riccardo Sottil merupakan putra dari Andrea Sottil, pelatih Livorno yang juga mantan bek Fiorentina dan beberapa klub Serie A lain. Namun melihat usia keduanya yang masih 18 tahun, rasanya kurang tepat untuk berharap mereka bersinar musim ini.<\/p>\n<p>Namun demikian, memiliki Simeone, Chiesa, Hagi, dan Sottil, menjadikan Fiorentina sebagai kesebelasan pengoleksi anak mantan pemain. Uniknya, dari keempat nama ini, hanya Chiesa yang merupakan produk akademi Fiorentina.<\/p>\n<p>Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub. Bukan tidak mungkin, jika di masa depan ketika nama mereka mapan di skuat inti Fiorentina, para penggemar lawas sepak bola akan seperti mengalami <em>deja<\/em> <em>vu<\/em> ketika komentator (yang informatif, tentunya) menyebut nama belakang mereka dalam satu pertandingan.<\/p>\n<p>Aroma nostalgia pun makin terasa ketika melihat nama Giancarlo Antagnoni, mantan legenda Fiorentina, sebagai salah satu petinggi. Tidak cukup sampai di situ, jika melihat sektor pemain muda, akan terlihat dua nama Bigica, yaitu Niccolo Bigica yang tergabung dalam skuat Fiorentina U-17 dan sang ayah, Emiliano, yang menjabat sebagai pelatih tim Primavera.<\/p>\n<p>Menempatkan para mantan pemain, khususnya yang berstatus sebagai legenda klub, di jajaran direksi atau menjadikan mereka pelatih tim junior memang hal yang biasa dilakukan sebuah klub. Bayern M\u00fcnchen misalnya, menempatkan trio Franz Beckenbauer, Uli H\u00f6ness dan Karl-Heinz Rummenigge di jajaran petinggi. Hal yang sama dilakukan Borussia Dortmund yang mempekerjakan Michael Zorc yang notabene mantan pemain legendanya sebagai direktur olahraga.<\/p>\n<p>Berbicara sektor kepelatihan, AC Milan sudah sejak lama memberikan posisi pelatih Primavera bagi para mantan pemainnya. Filippo Inzaghi, Cristian Brocchi, Stefano Nava, dan kini Gennaro Gatusso menjadi pelatih sekaligus pendidik bagi para penggawa muda Rossoneri.<\/p>\n<p>Fiorentina pun melakukan hal sama dengan menempatkan Emiliano Bigica, yang notabene mantan penggawa lini tengah Fiorentina pada era Gabriel Batistuta dan Manuel Rui Costa.<\/p>\n<p>Keberadaan sosok-sosok familiar dalam klub tidak hanya sebagai bentuk penghargaan klub atas jasa-jasa sang mantan pemain, tetapi lebih dari itu, para mantan pemain ini juga membagikan langsung pengalaman mereka pada para pemain muda. Selain itu, mereka juga tentu saja bertugas mendoktrin para pemain akan arti dari seragam dan lambang klub. Memang, efek dari kebijakan ini tidaklah instan, namun jika dilakukan secara konsisten, hasilnya dapat terlihat dalam jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Aditya Nugroho (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aditchenko\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aditchenko<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi yang sudah mengikuti sepak bola sejak tahun 1990-an, rasanya akan semakin merasa tua ketika melihat Eusebio Di Francesco, Zinedine Zidane, atau Diego Simeone, menyebut beberapa contoh nama, kini duduk di bangku pelatih. Namun perasaan merasa tua itu akan kian terkonfirmasi ketika melihat nama anak-anak mereka mulai menghiasi berita terkait performa di lapangan hijau. Federico Di Francesco, putra dari Eusebio, kini tengah menjalani musim keduanya bermain di kompetisi Serie A Italia. Kesebelasan Bologna cukup mengandalkan pemain berusia 23 tahun ini sebagai penyisir sayap kiri. Sementara Enzo Alan Zidane Fernandez, yang notabene putra dari Zinedine Zidane, kini berbaju Deportivo Alaves. Frasa \u201cbuah jatuh tidak jauh dari pohonnya\u201d atau \u201cpohon mangga buahnya &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10698,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[129,491,1839,109,131],"class_list":["post-10675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-featured","tag-fiorentina","tag-giovanni-simeone","tag-italia","tag-serie-a"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-12T02:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina\",\"datePublished\":\"2017-09-12T02:00:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/\"},\"wordCount\":871,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Fiorentina\",\"Giovanni Simeone\",\"Italia\",\"Serie A\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/\",\"name\":\"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-12T02:00:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Fiorentina\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia","description":"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-12T02:00:39+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina","datePublished":"2017-09-12T02:00:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/"},"wordCount":871,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg","keywords":["Featured","Fiorentina","Giovanni Simeone","Italia","Serie A"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/","name":"Giovanni Simeone dan Aroma Para Legenda di Fiorentina | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-09-12T02:00:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kebijakan pembelian pemain muda yang dilakukan Fiorentina-lah yang kemudian mengumpulkan anak-anak para mantan pesepak bola ternama ini dalam satu klub.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/aroma-para-legenda-di-fiorentina\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Giovanni-Simeone-Aroma-Para-Legenda-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Fiorentina"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}