{"id":10668,"date":"2017-09-12T08:00:37","date_gmt":"2017-09-12T01:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10668"},"modified":"2017-09-12T06:35:53","modified_gmt":"2017-09-11T23:35:53","slug":"mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/","title":{"rendered":"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal"},"content":{"rendered":"<p>Jika ditarik waktu 12 bulan ke belakang, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a> sudah menggunakan tiga skema untuk <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a>. Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3-4-2-1<\/a> yang sukses mengantar The Gunners merebut Piala FA di akhir musim. Lantas, skema mana yang paling sesuai untuk Arsenal? Apakah salah satu di antara ketiga skema di atas? Atau ada skema baru?<\/p>\n<h3><strong>Masalah utama<\/strong><\/h3>\n<p>Skema 4-2-3-1 adalah favorit Wenger karena cocok untuk Alexis Sanchez yang biasanya berperan sebagai <em>false nine<\/em>. Pemain asal Cile in ini bisa bebas bergerak ke semua lini, meminta bola ke bawah, sekaligus menarik pemain bertahan keluar dari posisinya.<\/p>\n<p>Meskipun sangat menunjang kemampuan Alexis, skema ini masih menunjukkan banyak masalah. Salah satunya adalah okupansi di zona 14 (zona nomor 9, biasanya ditempati penyerang ketika proses menyerang). Perhatikan pembagian zona ala Louis van Gaal di bawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10669 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-4.png\" alt=\"\" width=\"351\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-4.png 351w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-4-151x225.png 151w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-4-256x380.png 256w\" sizes=\"auto, (max-width: 351px) 100vw, 351px\" \/><\/p>\n<p>Ketika melawan tim yang lebih lemah, Arsenal dapat dengan mudah mengontrol ruang dan mendikte permainan. Namun, ketika melawan tim yang lebih kuat, masalah okupansi di zona 14 menjadi masalah. Ketika melawan tim yang lebih kuat, Arsenal dibuat jarang mengontrol bola. Oleh sebab itu, Arsenal dipaksa bermain (mengontrol bola) di wilayah sendiri, atau sama sekali tak bisa menguasai bola.<\/p>\n<p>Masalahnya adalah, ketika Arsenal menguasai bola di wilayah sendiri, biasanya, Alexis akan terpancing ikut turun, dari wilayah lawan, hanya untuk meminta bola. Hasilnya, ketika mendapatkan bola, Alexis akan kehilangan pilihan umpan di antara lini lawan, kecuali ada penyerang sayap lainnya yang masuk ke dalam.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini sering dimanfaatkan lawan untuk membuat Arsenal menjadi frustasi karena tak punya struktur penempatan pemain (<em>positional structure<\/em>) yang baik ketika Alexis turun ke bawah.<\/p>\n<p>Namun, ada \u201cmasalah klasik\u201d lain yang menjangkiti Wenger dan sampai sekarang tak ketemu solusinya, yaitu serangan balik. Sering, bentuk pertahanan Arsenal ketika menderita serangan balik adalah 2-1 (dua bek dan satu gelandang). Pelatih seperti Tony Pulis atau Sam Allardyce sangat mudah menembus lini Arsenal dengan serangan balik.<\/p>\n<p>Arsenal sangat rentan dengan serangan balik karena tidak ada <em>cover<\/em> antar-pemain yang ideal. Ada dua alasan, yaitu Wenger selalu menginstruksikan dua bek sayap untuk naik begitu tinggi sekaligus melebar dan yang kedua adalah struktur lini tengah yang sangat buruk.<\/p>\n<p>Masalah ini seperti menghalangi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/03\/sumbu-pendek-granit-xhaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Granit Xhaka<\/a> mencapai level permainan terbaik. Pemain asal Swiss tersebut akan lebih ideal ketika bermain sebagai gelandang paling dalam supaya bisa mendikte permainan dan memaksimalkan jangkauan umpannya. Sebuah peran yang pada awalnya justru disangkal oleh Profesor Wenger.<\/p>\n<p>Kekurangan Xhaka adalah ia bukan \u201cgelandang bertahan\u201d dengan pergerakan tanpa bola (ketika bertahan) yang baik. Mantan pemain Borussia Moenchengladbach tersebut juga bukan gelandang bertahan yang punya kecepatan dan <em>mobile<\/em>. Oleh sebab itu, ketika struktur tak mendukung, banyak suporter yang dengan begitu buta nan bebal memandang Xhaka sebagai pemain medioker.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan teman duet Xhaka di tengah?<\/p>\n<p>Pemain yang paling sering berduet dengan Xhaka adalah Aaron Ramsey. Pemain asal Wales ini cukup sering turun ke bawah untuk meminta bola. Namun, Ramsey tak nyaman ketika harus menjadi pemain yang memprogresikan bola dari bawah (<em>dropping deep and dictate the tempo<\/em>).<\/p>\n<p>Ramsey akan sangat berguna ketika bermain dekat dengan kotak penalti dan memaksimalkan <em>third-man run<\/em> atau malakukan <em>overload<\/em> di sepertiga akhir lapangan. Oleh sebab itu, ketika Ramsey bermain, situasi 2-1 akan tetap terjadi dan Xhaka akan sangat terekspose ketika terjadi serangan balik.<\/p>\n<p>Situasi sama juga terjadi ketika Francis Coquelin yang dimainkan. Wenger ingin Coquelin berperan seperti Ramsey. Namun, pemain asal Prancis ini punya keterbatasan kemampuan. Ia tak bisa mensirkulasikan bola dan meringankan beban Xhaka.<\/p>\n<p>Lalu, ada dua pemain lagi yang berpotensi menjadi duet Xhaka, yaitu Mohamed Elneny dan Santi Cazorla. Elneny lebih mirip Xhaka ketimbang Coquelin. Ia bisa bermain di depan bek dan mensirkulasikan bola. Maka, dengan adanya Elneny, situasi 2-2 (dua bek dan dua gelandang) bisa diciptakan.<\/p>\n<p>Untuk Cazorla sendiri situasinya sedikit lebih pelik. Pemain asal Spanyol ini punya kemampuan progresi, baik dengan umpan maupun giringan. Namun, sisi bertahannya masih tidak sekuat Xhaka. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemain seperti Coquelin sebagai penyeimbang, mengamankan lini di belakang Cazorla.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, skema 4-2-3-1 tak lagi ideal untuk digunakan. Sebuah skema harus bisa membantu pemain mengeluarkan kemampuan terbaik. Namun, ketika skema justru mengeksploitasi tim, karena struktur yang buruk, maka skema ini justru merugikan Arsenal. Terutama ketika sebuah skema justru membuat Arsenal tidak seimbang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alexis-sanchez-and-mesut-ozil-of-arsenal-during-a-training-session-at-picture-id685904604\" width=\"1024\" height=\"742\" \/><\/p>\n<h3><strong>Masa depan 2-3-4-1?<\/strong><\/h3>\n<p>Skema 2-3-4-1 adalah bentuk yang terlihat ketika Arsenal menguasai bola. Skema ini menyediakan beberapa hal sesuai dengan preferensi Wenger selama ini.<\/p>\n<p>Pertama, menyediakan proteksi lini belakang dengan adanya tiga gelandang yang bisa turun ke bawah. Kedua, dua bek sayap bisa leluasa naik sekaligus melebar untuk merenggangkan struktur lawan. Ketiga, mengizinkan dua penyerang sayap untuk masuk ke tengah dan menguasai ruang di antara lini lawan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10670 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2.png\" alt=\"\" width=\"421\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2.png 421w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-236x225.png 236w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/2-399x380.png 399w\" sizes=\"auto, (max-width: 421px) 100vw, 421px\" \/><\/p>\n<p>Gelandang bertahan, tentu akan diisi Xhaka, yang akan mendapatkan \u201cbantuan\u201d dari empat pemain di dekatnya (dua bek dan dua gelandang tengah). Selain \u201cmelindungi\u201d Xhaka, bentuk ini juga akan memberi perlindungan lebih kepada dua bek tengah.<\/p>\n<p>Dua gelandang serang akan diisi Alexis dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/kandang-monyet-mesut-ozil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mesut \u00d6zil<\/a>. Keduanya mendapatkan peran untuk bebas bergerak di antara lini tengah dan belakang lawan. Sementara itu, Sead Kolasinac dan Hector Bellerin akan menjadi opsi di dua sisi lapangan. Keduanya punya aspek menyerang yang baik dan bisa dimanfaatkan lewat situasi ini.<\/p>\n<p>Nah, masalah utama adalah mengaudisi dua gelandang untuk menemani Xhaka. Tiga gelandang ini harus bisa bermain di wilayah sendiri untuk waktu yang panjang ketika menguasai bola. melihat situasi tersebut, maka dibutuhkan gelandang dengan aspek bertahan yang bagus, punya olah bola yang bagus, dan disiplin mempertahankan pemosisian diri di zona sendiri.<\/p>\n<p>Mempertimbangkan beberapa syarat di atas, beberapa nama harus dicoret. Misalnya, Ramsey dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/cinta-yang-besar-untuk-jack-wilshere\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jack Wilshere<\/a> akan kesulitan masuk ke dalam skuat. Ramsey bisa turun ke bawah menjemput bola. Namun, aspek bertahan Ramsey sangat buruk. Hal yang sama juga berlaku untuk Wilshere. Ketika keluar dari posisinya, keberadaan Ramsey atau Wilshere akan menyulitkan Xhaka.<\/p>\n<p>Coquelin? Ia akan kesulitan mensirkulasikan bola dari wilayah sendiri. Kemampuan dan jangkauan umpan yang terbatas akan menjadi penghambat.<\/p>\n<p>Maka, hanya ada dua pemain yang cocok untuk bermain bersama Xhaka saat ini. Mereka adalah Elneny dan Calum Chambers. Keduanya punya aspek bertahan yang baik dan cukup nyaman menguasai bola. Bahkan, penguasaan bola Chambers jauh lebih halus ketimbang Eric Dier. Kemampuan umpan Chambers juga sangat baik.<\/p>\n<p>Ketika bertahan cukup dalam, kedua bek sayap akan turun ke bawah dan membentuk skema 4-5-1. Catatan penting adalah bentuk 3-3 dari 4-3-3 yang juga akan terlihat. Bentuk 3-3 akan diisi Elneny-Xhaka-Chambers dan Alexis-Alexandre Lacazette-\u00d6zil. Situasi ini menuntut Alexis dan \u00d6zil untuk rajin bergerak ikut dalam proses bertahan (misalnya menekan lawan dari depan).<\/p>\n<p>Sekaligus, keduanya juga mesti waspada dengan pemosisian diri. Bentuk 3-3 menuntut semua pemain untuk tetap mempertahankan jarak ideal sekaligus menutup semua ruang yang mungkin dimanfaatkan lawan. Masalah utama adalah terletak kepada pemain dan pelatih itu sendiri.<\/p>\n<p>Jujur saja, masih sangat sulit melihat, baik \u00d6zil atau Alexis, yang bisa disiplin dalam bertahan ketika masih dilatih Wenger. Membandingkanya dengan kedisiplinan Jose Callejon dan Lorenzo Insigne bersama Maurizio Sarri tentu sangat sulit.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, memang sangat sulit untuk dibayangkan Wenger akan mencoba pendekatan ini. Apalagi ketika Ramsey, salah satu pemain favoritnya, harus ditepikan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10671 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"837\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1.jpg 837w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1-768x536.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1-800x558.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1-322x225.jpg 322w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1-545x380.jpg 545w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-1-560x391.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 837px) 100vw, 837px\" \/><\/p>\n<p>Jadi, kesimpulannya adalah:<\/p>\n<p>Skema di atas adalah skema yang paling membuat Arsenal lebih seimbang. Granit Xhaka tak terekspose karena harus menjaga area yang sangat luas. Keberadaan Elneny dan Chambers memberi opsi bertahan yang bagus di lini tengah, sekaligus tetap nyaman ketika menguasai bola. Baik Alexis maupun \u00d6zil tetap bisa bermain secara bebas, terutama mengeksploitasi ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah lawan.<\/p>\n<p><strong><em>Disclaimer:<br \/>\n<\/em><\/strong><strong><em>Tulisan ini disarikan dan ditulis ulang dari artikel \u201cWhich System Suits Arsenal\u00a0Best?\u201d karya <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/pmanalytics.wordpress.com\/author\/pmanalytics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>pmanalytics<\/em><\/strong><\/a><strong><em> dan bisa dibaca di <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/pmanalytics.wordpress.com\/2017\/09\/07\/which-system-suits-arsenal-best\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>sini<\/em><\/strong><\/a><em>.<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika ditarik waktu 12 bulan ke belakang, Arsene Wenger sudah menggunakan tiga skema untuk Arsenal. Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners merebut Piala FA di akhir musim. Lantas, skema mana yang paling sesuai untuk Arsenal? Apakah salah satu di antara ketiga skema di atas? Atau ada skema baru? Masalah utama Skema 4-2-3-1 adalah favorit Wenger karena cocok untuk Alexis Sanchez yang biasanya berperan sebagai false nine. Pemain asal Cile in ini bisa bebas bergerak ke semua lini, meminta bola ke bawah, sekaligus menarik pemain bertahan keluar dari posisinya. Meskipun sangat menunjang kemampuan Alexis, skema ini masih menunjukkan banyak masalah. Salah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10696,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,381,286,129,122],"class_list":["post-10668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-arsenal","tag-arsene-wenger","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-12T01:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal\",\"datePublished\":\"2017-09-12T01:00:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/\"},\"wordCount\":1253,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"Arsene Wenger\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/\",\"name\":\"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-12T01:00:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/12\\\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Arsenal\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-12T01:00:37+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal","datePublished":"2017-09-12T01:00:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/"},"wordCount":1253,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg","keywords":["Arsenal","Arsene Wenger","English Premier League","Featured","Slider"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/","name":"Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-09-12T01:00:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Mulai dari 4-2-3-1, lalu beberapa kali menggunakan 4-3-3, dan kemudian 3-4-2-1 yang sukses mengantar The Gunners Arsenal merebut Piala FA di akhir musim.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/12\/mencari-skema-yang-tepat-untuk-arsenal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Skema-Arsenal-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Arsenal"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}