{"id":10599,"date":"2017-09-11T08:00:37","date_gmt":"2017-09-11T01:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10599"},"modified":"2017-09-11T06:11:22","modified_gmt":"2017-09-10T23:11:22","slug":"dongeng-dejan-stankovic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/","title":{"rendered":"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107"},"content":{"rendered":"<p>Di kawasan Eropa Timur, salah satu negara yang dipandang punya kekuatan cukup hebat di kancah sepak bola adalah Serbia. Negara dengan ibu kota Belgrade ini memang sering menelurkan bakat-bakat hebat yang namanya harum karena bermandikan sejumlah titel prestisius.<\/p>\n<p>Pada era 1990-an lalu, para penikmat sepak bola tentu familiar dengan nama-nama seperti Vladimir Jugovi\u0107, Darko Kovacevi\u0107, Sinisa Mihajlovi\u0107, Predrag Mijatovi\u0107, Savo Milosevi\u0107, Dejan Savicevi\u0107, hingga Dragan Stojkovi\u0107. Selain bermain untuk beberapa klub top Eropa, mereka juga menjadi andalan tim nasional Serbia yang kala itu masih bernama Yugoslavia.<\/p>\n<p>Selain nama-nama yang telah saya sebutkan itu, masih ada satu sosok lain yang pastinya akrab di telinga, sebab memiliki karier yang sangat apik di dunia sepak bola, khususnya di Liga Italia Serie A. Tak lain tak bukan, dia adalah Dejan Stankovi\u0107.<\/p>\n<p>Lahir dan besar di kota Belgrade, Stankovi\u0107 muda memulai petualangannya di dunia sepak bola bersama klub lokal, FK Teleoptik, pada pertengahan 1980-silam. Namun, kemampuannya yang eksepsional dan di atas rata-rata berhasil menarik atensi pemandu bakat dari salah satu tim terbesar di Serbia, Crvena Zvezda alias <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/18\/klub-kejutan-di-liga-champions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Red Star Belgrade<\/a> pada medio awal 1990-an. Sadar bahwa kemampuannya bisa berkembang lebih maksimal, Stankovi\u0107 pun sepakat untuk bergabung dengan jawara Piala Champions 1990\/1991 tersebut.<\/p>\n<p>Dalam proses menimba ilmu di tim akademi Red Star, pelan tapi pasti Stankovi\u0107 muda juga berhasil \u2018memaksa\u2019 pelatih tim utama saat itu, Ljupko Petrovi\u0107, agar memberinya kesempatan menjalani debut profesional sebagai pesepak bola. Tepatnya pada musim 1994\/1995. Padahal, usia Stankovi\u0107 ketika itu baru menyentuh angka 16 tahun.<\/p>\n<p>Berbekal teknik olah bola dan visi yang prima, memang terasa sulit untuk mengabaikan kemampuan ciamik Stankovi\u0107 muda. Hal ini juga yang lantas membuat dirinya mendapat kesempatan dan kepercayaan tampil sebagai salah satu pemain inti.<\/p>\n<p>Apalagi, pria yang sering disapa Deki ini juga terbilang serbabisa lantaran mampu bermain di sejumlah posisi di sektor tengah dengan sama fasihnya, entah sebagai gelandang serang, gelandang sayap, maupun gelandang bertahan.<\/p>\n<p>Saking ciamiknya kemampuan Stankovi\u0107, pada saat dirinya berusia 19 tahun jelang musim 1997\/1998 bergulir, tim pelatih Red Star berani memberikan jabatan kapten untuknya. Stankovi\u0107 pun resmi jadi kapten termuda sepanjang sejarah klub yang bermarkas di Stadion Rajko Miti\u0107 tersebut.<\/p>\n<p>Berkat serentetan permain apiknya bersama Red Star, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak klub di musim 1997\/1998 dengan koleksi 21 gol, memancing ketertarikan tim asal Italia, Lazio. Mahar transfer sebesar 15 juta euro pun disanggupi oleh kubu Gli Aquilotti pada saat itu.<\/p>\n<p>Walau terbilang mahal, namun pilihan Lazio untuk meminang Stankovi\u0107 sama sekali tidak salah. Selama merumput di Stadion Olimpico, lelaki yang juga ayah dari Stefan, Filip, dan Aleksandar ini, berhasil menyuguhkan performa gemilang.<\/p>\n<p>Turun di 214 pertandingan pada seluruh kompetisi dalam rentang 1998-2004, Stankovi\u0107 sanggup menggelontorkan 34 gol dan 3 asis yang ikut berkontribusi terhadap sejumlah gelar yang mampir ke lemari trofi Lazio. Antara lain dua Piala Super Italia serta masing-masing satu gelar Scudetto, Piala Italia, Piala Winners, dan juga Piala Super Eropa.<\/p>\n<p>Sayangnya, problem finansial yang mengganggu Lazio di pertengahan 2000-an memaksa pihak klub untuk melepas salah satu gelandang favorit Laziale ini pada Januari 2004. Pada awalnya, Juventus menjadi klub terdepan yang disebut-sebut bakal mengamankan jasa sang pemain. Akan tetapi, Stankovi\u0107 justru lebih memilih Internazionale Milano.<\/p>\n<p>Inter sendiri cuma mengeluarkan biaya sebesar 4 juta euro plus Goran Pandev (berikut separuh hak kepemilikannya) untuk memboyong Stankovi\u0107 ke Stadion Giuseppe Meazza. Seolah tak ingin buang-buang waktu, Stankovi\u0107 pun langsung berupaya memikat hati Interisti usai mendapat kesempatan debut.<\/p>\n<p>Berseragam biru-hitam khas Inter, Stankovi\u0107 selalu menjadi pilihan utama baik di era Roberto Mancini, Jose Mourinho, Rafael Benitez, Leonardo, sampai Andrea Stramaccioni. Dirinya menjadi figur penting di sektor tengah bersama dengan Esteban Cambiasso, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/thiago-motta-dan-segudang-titel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Thiago Motta<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/surat-cinta-javier-zanetti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Javier Zanetti<\/a>.<\/p>\n<p>Selama sembilan setengah musim menghabiskan kariernya di kota Milan hingga gantung sepatu pada musim panas 2013 silam, Stankovi\u0107 bermain di 329 laga pada seluruh ajang sembari menyumbang 42 gol dan 39 asis. Tak hanya itu, lelaki yang sekarang bekerja untuk asosiasi sepak bola Eropa (UEFA) ini juga mengadiahkan lima gelar Scudetto, masing-masing empat Piala Italia dan Piala Super Italia serta satu trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub buat Inter.<\/p>\n<p>Selain banyaknya trofi yang mengiringi kariernya di Italia, satu hal lain yang tidak bisa dilupakan oleh penggemar Serie A tentang Stankovi\u0107 pastilah tendangan keras yang menjadi ciri khas Stankovi\u0107. Sudah menjadi rahasia umum, baik saat berkostum Lazio dan Inter, pria yang hari ini genap berusia 39 tahun tersebut seringkali menciptakan gol-gol indah lewat sepakan jarah jauh.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Dejan Stankovic \u25cf Il Drago \u25cf Top 20 Goals Ever\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/zLhLBuHLmB0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Bermodal kedua kaki yang sama kuatnya, memberi keleluasaan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya. Karena lewat satu atau dua sentuhan saja, pengoleksi 103 <em>caps<\/em> dan 15 gol bareng timnas Serbia ini bisa mengirimkan sebuah tembakan keras yang meluncur mulus ke dalam gawang.<\/p>\n<p>Gol-gol ajaib nan indah yang kerap Stankovi\u0107 bukukan ini pula yang bikin komentator Inter Channel, Roberto Scarpini, sering meneriakkan \u201cE\u2026gol\u2026e\u2026gol\u2026e\u2026gol\u2026e\u2026gol\u2026.e\u2026gol\u201d dengan lantang dan penuh semangat.<\/p>\n<p><em>Dobrodo\u0161li godina, Deki!<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di kawasan Eropa Timur, salah satu negara yang dipandang punya kekuatan cukup hebat di kancah sepak bola adalah Serbia. Negara dengan ibu kota Belgrade ini memang sering menelurkan bakat-bakat hebat yang namanya harum karena bermandikan sejumlah titel prestisius. Pada era 1990-an lalu, para penikmat sepak bola tentu familiar dengan nama-nama seperti Vladimir Jugovi\u0107, Darko Kovacevi\u0107, Sinisa Mihajlovi\u0107, Predrag Mijatovi\u0107, Savo Milosevi\u0107, Dejan Savicevi\u0107, hingga Dragan Stojkovi\u0107. Selain bermain untuk beberapa klub top Eropa, mereka juga menjadi andalan tim nasional Serbia yang kala itu masih bernama Yugoslavia. Selain nama-nama yang telah saya sebutkan itu, masih ada satu sosok lain yang pastinya akrab di telinga, sebab memiliki karier yang sangat apik di &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10608,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[1832,129,100,149,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-11T01:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-10T23:11:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\",\"name\":\"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-11T01:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-10T23:11:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Dejan Stankovi\u0107\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia","description":"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-11T01:00:37+00:00","article_modified_time":"2017-09-10T23:11:22+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/","name":"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-09-11T01:00:37+00:00","dateModified":"2017-09-10T23:11:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bermodal kedua kaki yang sama kuat, memberi keleluasaan Dejan Stankovi\u0107 untuk bermain-main dengan bola di depan kotak penalti merupakan sebuah alarm bahaya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Dongeng-Stankovic-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Dejan Stankovi\u0107"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/dongeng-dejan-stankovic\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dongeng Tendangan Dahsyat Dejan Stankovi\u0107"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10599"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}