{"id":10471,"date":"2017-09-08T10:30:38","date_gmt":"2017-09-08T03:30:38","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10471"},"modified":"2017-09-08T09:44:14","modified_gmt":"2017-09-08T02:44:14","slug":"swiss-kekuatan-baru-dari-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/","title":{"rendered":"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa"},"content":{"rendered":"<p>Di sepanjang pagelaran turnamen sepak bola antarnegara kelas wahid semisal Piala Dunia, Piala Eropa dan Piala Konfederasi, negara-negara dari Benua Biru yang begitu konsisten tampil sebagai kekuatan sepak bola adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/01\/jerman-yang-siap-mendominasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jerman<\/a>, Italia, Prancis dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/04\/timnas-spanyol-calon-kuat-juara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Spanyol<\/a>. Maaf buat pendukung <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/penentuan-nasib-belanda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belanda<\/a>, Inggris, dan Portugal, walau ketiganya memiliki prestasi yang cukup apik namun konsistensinya jelas tak sebaik kuartet yang disebut lebih dulu.<\/p>\n<p>Sampai hari ini, Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol telah mengoleksi 22 titel di tiga ajang prestisius tersebut. Rinciannya berupa 10 gelar Piala Dunia, 9 trofi Piala Eropa, dan 3 buah Piala Konfederasi. Bermodal performa, prestasi dan tradisi gemilang seperti itu, adalah lazim jikalau keempat negara itu seringkali menjadi kandidat juara tatkala bertempur di sebuah turnamen sepak bola.<\/p>\n<p>Walau dominasi dari keempat negara itu masih begitu mencolok dalam konstelasi sepak bola dunia, khususnya di Eropa, namun situasi tersebut tak lantas menghalangi banyak negara lain untuk mengembangkan sepak bolanya agar memiliki level yang semakin dekat atau bahkan setara dengan kuartet tersebut. Bukti sahih dari hal tersebut bisa sama-sama kita lihat dalam wujud Swiss.<\/p>\n<p>Merupakan salah satu dari tujuh negara (bersama Belanda, Belgia, Denmark, Prancis, Spanyol dan Swedia) yang menginisasi lahirnya Federation Internationale de Football Association alias FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik Prancis dan Spanyol yang prestasinya mengilap.<\/p>\n<p>Sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen sekelas Piala Dunia, pencapaian terbaik Swiss hanyalah babak perempat-final seperti yang mereka torehkan di Piala Dunia 1934, 1938, dan 1954. Sementara di ajang Piala Eropa, aksi paling maksimal yang bisa ditunjukkan La Nati, julukan Swiss, adalah menembus babak perdelapan-final. Hal ini mereka pertontonkan di Piala Eropa 2016 yang lalu.<\/p>\n<p>Namun bila diperhatikan secara lebih seksama, apa yang diperlihatkan Swiss dalam kurun satu dasawarsa terakhir adalah progresi brilian. Pelan-pelan, tim nasional yang pernah menggenggam medali perak di ajang Olimpiade Paris 1924 ini, sukses mengubah wajah mereka dari tim liliput menjadi kekuatan yang cukup menjanjikan. Belum setara Jerman, Italia, Prancis dan Spanyol memang, tapi Swiss benar-benar tak bisa lagi dipandang sebelah mata.<\/p>\n<p>Bila ditelusuri lebih jauh, semakin ciamiknya performa Swiss dalam tatanan sepak bola dunia dan juga Eropa dalam kurun satu setengah dekade terakhir adalah berkat tangan dingin dua pelatih. Mereka adalah Jakob \u2018K\u00f6bi\u2019 Kuhn yang menangani timnas senior Swiss dalam rentang 2001 hingga 2008 dan Ottmar Hitzfeld, pemangku jabatan pelatih di periode 2008 sampai 2014.<\/p>\n<p>Kedatangan dua pelatih ini menghadirkan sesuatu yang berbeda sekaligus baru untuk Swiss baik dalam segi taktikal maupun pembibitan, sekaligus pengembangan talenta-talenta belia dengan kualitas apik.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jakob-kuhn-coach-of-switzerland-celebrates-victory-after-the-uefa-picture-id81579846\" alt=\"Jakob Kuhn\" width=\"1024\" height=\"652\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Jakob Kuhn<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Era Jakob \u2018K\u00f6bi\u2019 Kuhn<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum menangani timnas Swiss senior, Kuhn adalah pelatih timnas Swiss U-19 dalam rentang 1995-2001. Pada masa ini pula Kuhn berhasil menemukan sekaligus memoles bakat-bakat muda La Nati seperti Ricardo Cabanas, Alexander Frei, Patrick M\u00fcller, Christoph Spycher, Marco Streller, Pascal Zuberb\u00fchler serta Yakin bersaudara, Murat dan Hakan.<\/p>\n<p>Mereka pula yang kemudian disebut-sebut publik maupun media sebagai generasi emas Swiss yang baru. Menggantikan era Thomas Bickel, Marc Hottiger, Alain Geiger, Adrian Knup, dan Ciriaco Sforza yang semakin tergerus usia.<\/p>\n<p>Tatkala menukangi timnas senior, nama-nama pemain muda ini juga mulai diintegrasikan oleh Kuhn untuk bertempur bareng penggawa lawas dan berpengalaman seperti St\u00e9phane Chapuisat, St\u00e9phane Henchoz, Johan Vogel, dan Raphael Wicky.<\/p>\n<p>Tanpa diiringi ekspektasi berlebih, kombinasi nama-nama muda dan pemain berpengalaman ini pula yang sukses menyudahi puasa Swiss tampil di turnamen antarnegara selama delapan tahun dengan lolos ke Piala Eropa 2004 di Portugal. Pada babak kualifikasi, Chapuisat dan kolega secara mengejutkan berhasil mengangkangi Rusia dan Republik Irlandia yang lebih dijagokan untuk lolos.<\/p>\n<p>Walau performa mereka di putaran final Piala Eropa 2004 kurang maksimal usai keluar sebagai juru kunci di Grup B, namun asosiasi sepak bola Swiss (ASF-SFV) tetap memercayakan kursi pelatih kepada eks pembesut klub FC Z\u00fcrich tersebut.<\/p>\n<p>Keputusan ASF-SFV memang tidak salah, di bawah asuhan Kuhn, Swiss juga sukses lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman, bahkan keluar sebagai juara Grup G di atas Prancis yang menjadi unggulan, sebelum keok di fase perdelapan-final di tangan Ukraina lewat adu penalti.<\/p>\n<p>Nahas, penampilan Swiss justru kurang maksimal tatkala mentas di Piala Eropa 2008, kendati berstatus tuan rumah bareng Austria. La Nati rontok di fase grup sebagai juru kunci. Menyikapi kegagalan itu, Kuhn pun meletakkan jabatannya sebagai pelatih. Walau begitu, publik tetap hormat dan sangat mencintai figur Kuhn yang dianggap punya jasa besar dalam membenahi performa Swiss.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ottmar-hitzfeld-attends-the-friends-of-the-german-national-team-at-picture-id842534978\" alt=\"Ottmar Hitzfeld\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ottmar Hitzfeld<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Program lanjutan Hitzfeld<\/strong><\/h3>\n<p>Fondasi apik yang sudah disusun oleh Kuhn ini lantas dilanjutkan serta disempurnakan oleh eks pembesut Bayern M\u00fcnchen yang ditunjuk sebagai pelatih anyar, Ottmar Hitzfeld. Sadar bahwa generasi emas yang dibawa Kuhn dahulu semakin menua, Hitzfeld pun memberi kesempatan seluas-luasnya bagi banyak pemain muda agar bisa menjadi tumpuan Swiss di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>Di tangannya, nama-nama seperti Eren Derdiyok, Blerim Dzemaili, Admir Mehmedi, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/09\/ricardo-rodriguez-resmi-milik-ac-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ricardo Rodriguez<\/a>, Xherdan Shaqiri, dan Yann Sommer semakin mencuat jadi pilar utama. Tak sampai di situ, Hitzfeld pula yang berperan besar meroketkan sejumlah penggawa belia lain seperti Roman B\u00fcrki, Josip Drmic, Fabian Sch\u00e4r, Haris Seferovic, dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/03\/sumbu-pendek-granit-xhaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Granit Xhaka<\/a>.<\/p>\n<p>Tren positif yang berhasil dibuat Kuhn juga sukses diteruskan Hitzfeld. Meski tak berhasil lolos ke Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina, Swiss asuhan pelatih yang memenangi gelar Liga Champions bersama dua klub berbeda itu sukses melaju ke Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014. Penampilan yang mereka tunjukkan di dua perhelatan akbar itu pun cukup baik.<\/p>\n<p>Kendati gagal melaju ke babak selanjutnya akibat rontok di babak penyisihan grup, mamun Swiss merupakan satu-satunya negara yang berhasil membungkam Spanyol, kampiun Piala Dunia 2010 di pagelaran tersebut via margin tipis 1-0. Peristiwa itu sendiri berlangsung di partai pembuka babak penyisihan Grup H.<\/p>\n<p>Empat tahun berselang atau di Piala Dunia 2014, dengan skuat muda yang semakin matang, Swiss mampu tampil lebih baik. La Nati finis sebagai <em>runner-up<\/em> Grup E di bawah Prancis dan berhak melaju ke fase selanjutnya. Sialnya, Shaqiri dan kawan-kawan harus mengakui kedigdayaan Argentina di babak perdelapan-final usai tumbang dengan skor 1-0. Tapi wajib diingat, kemenangan La Albiceleste di pertandingan itu didapat via perpanjangan waktu.<\/p>\n<p>Kegagalan itu sendiri membuat Hitzfeld mundur dari jabatannya sebagai pelatih Swiss sekaligus mengumumkan kepada publik jika dirinya pensiun dari dunia kepelatihan. Layaknya Kuhn dahulu, publik Swiss pun tetap menyanjung Hitzfeld sebagai pribadi yang memiliki jasa krusial dalam membangun sekaligus mengembangkan sepak bola mereka.<\/p>\n<p>Vladimir Petkovi\u0107, lelaki asal Serbia yang didapuk menggantikan Hitzfeld pada Juli 2014 silam, bahkan mengakui jika perkembangan Swiss hari ini banyak dipengaruhi oleh kinerja Kuhn dan Hitzfeld. Mantan bos Lazio itu juga mengemukakan bahwa dirinya beruntung karena mewarisi skuat yang kualitasnya sangat baik dan kompetitif seperti sekarang.<\/p>\n<p>Pada pagelaran Piala Eropa 2016 kemarin di Prancis, Swiss asuhan Petkovi\u0107 yang masih dihuni generasi penuh talenta bentukan Hitzfeld beraksi cukup apik walau akhirnya gugur di perdelapan-final akibat kalah adu penalti dari Polandia.<\/p>\n<p>Lalu kini, mereka tinggal selangkah lagi untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Untuk sementara, Shaqiri dan kawan-kawan duduk sebagai pemuncak klasemen Grup B di babak kualifikasi zona Eropa di atas Portugal dengan koleksi 24 poin. Lebih heroiknya lagi, poin-poin itu dikumpulkan dengan cara brilian, memenangi semua laga yang mereka lakoni sejauh ini.<\/p>\n<p>Situasi tersebut harus diperhatikan secara cermat oleh banyak negara lain karena La Nati mulai menunjukkan peningkatan kualitas yang berarti. Swiss, saat ini telah menjelma jadi salah satu kekuatan baru di Benua Biru serta berpotensi menggulingkan dominasi negara-negara tradisional dalam beberapa tahun ke depan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sepanjang pagelaran turnamen sepak bola antarnegara kelas wahid semisal Piala Dunia, Piala Eropa dan Piala Konfederasi, negara-negara dari Benua Biru yang begitu konsisten tampil sebagai kekuatan sepak bola adalah Jerman, Italia, Prancis dan Spanyol. Maaf buat pendukung Belanda, Inggris, dan Portugal, walau ketiganya memiliki prestasi yang cukup apik namun konsistensinya jelas tak sebaik kuartet yang disebut lebih dulu. Sampai hari ini, Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol telah mengoleksi 22 titel di tiga ajang prestisius tersebut. Rinciannya berupa 10 gelar Piala Dunia, 9 trofi Piala Eropa, dan 3 buah Piala Konfederasi. Bermodal performa, prestasi dan tradisi gemilang seperti itu, adalah lazim jikalau keempat negara itu seringkali menjadi kandidat juara tatkala &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10472,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[129,183,731,1815],"class_list":["post-10471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-lannya","tag-featured","tag-fifa","tag-piala-dunia-2018","tag-swiss"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-08T03:30:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa\",\"datePublished\":\"2017-09-08T03:30:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/\"},\"wordCount\":1215,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-842293498.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"FIFA\",\"Piala Dunia 2018\",\"Swiss\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/\",\"name\":\"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-842293498.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-08T03:30:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/08\\\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-842293498.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/GettyImages-842293498.jpg\",\"width\":3500,\"height\":2333,\"caption\":\"Swiss\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia","description":"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-08T03:30:38+00:00","og_image":[{"width":3500,"height":2333,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa","datePublished":"2017-09-08T03:30:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/"},"wordCount":1215,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg","keywords":["Featured","FIFA","Piala Dunia 2018","Swiss"],"articleSection":["Eropa","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/","name":"Swiss: Kekuatan Baru dari Eropa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg","datePublished":"2017-09-08T03:30:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Salah satu dari tujuh negara yang menginisasi lahirnya FIFA, gereget Swiss di kancah sepak bola dunia memang tak sebaik ketujuh negara lainnya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/08\/swiss-kekuatan-baru-dari-eropa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/GettyImages-842293498.jpg","width":3500,"height":2333,"caption":"Swiss"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}