{"id":10437,"date":"2017-09-07T13:00:02","date_gmt":"2017-09-07T06:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10437"},"modified":"2017-09-07T12:41:54","modified_gmt":"2017-09-07T05:41:54","slug":"lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/","title":{"rendered":"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam"},"content":{"rendered":"<p>Setelah Paul Pogba resmi diboyong Manchester United dengan dana hingga 85 juta paun, banyak pengamat yang memperkirakan dibutuhkan setidaknya tiga sampai empat tahun sebelum harga pemain bisa menembus 200 juta paun. Namun perkiraan itu meleset. Hanya butuh satu tahun sebelum rekor pembelian termahal itu jebol.<\/p>\n<p>Saat ini, pemain termahal dipegang oleh <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/neymar-samba-teranyar-psg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Neymar<\/a> dengan dana transfer 222 juta euro. Sebuah angka fantastis yang dua tahun yang lalu tak terbayangkan akan tercapai. Namun, seperti yang disebutkan di atas, \u201ckepulangan\u201d Paul Pogba ke Liga Primer Inggris membuat yang terpikirkan menjadi harus dipertimbangkan.<\/p>\n<p>Pertanyaannya adalah: sampai sejauh mana harga pemain sepak bola akan terus merangkak naik? Apakah kita akan menyaksikan seorang pemain diboyong dengan banderol lebih dari 300 juta euro? Mengingat lonjakan harga dan fakta adanya beberapa pemain muda potensial, maka aman untuk menjawab bahwa: semuanya bisa terjadi.<\/p>\n<p>Jika memang hal itu terjadi, kompetisi hanya akan menjadi milik segelintir klub saja, terutama mereka yang kantongnya sedalam Palung Mariana dengan kedalaman 10.911 meter itu. Mereka bisa membeli pemain terbaik untuk dikumpulkan menjadi satu tim super. Jika sudah begitu, bagaimana dengan nasib tim lain?<\/p>\n<p>Salah satu yang mungkin terjadi adalah banyak klub yang akan menyandang status <em>selling club<\/em>. Maksudnya, banyak klub yang akan memproduksi pemain hanya untuk menjadi bahan konsumsi klub lain, yang memiliki banyak uang tentu saja. Saat ini, status tersebut masih dianggap tabu lantaran hanya memikirkan aspek keuntungan tanpa memerhatikan aspek kompetisi.<\/p>\n<p>Namun, mau dikata apa, ketika klub-klub ini tak punya kekuatan kapital untuk menahan si pemain? Yang bisa mereka harapkan hanya sebuah garis hubungan yang disebut kesetiaan. Dan di tengah sepak bola modern (baca: industri), garis itu semakin menipis. Mengapa? Karena bergabung dengan klub besar nan kaya, akan mendekatkan mereka kepada trofi.<\/p>\n<p>Maklum, tujuan berkompetisi adalah menjadi juara. Dengan hasrat, gairah, cita-cita, dan saat ini para pemain ini masih berstatus manusia, keinginan merasakan nikmatnya juara tentu selalu ada. Memang, ada pemain yang bisa bersetia dan menampik guyuran uang demi klub \u201csemenjana\u201d dari sisi keuangan yang ia bela. Tetapi jelas, populasinya semakin menurun.<\/p>\n<p>Apakah fenomena gila ini bisa dibatasi? Tentu saja sulit mengingat membeli pemain, selama tidak melanggar aturan main, adalah hak semua klub.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/lasse-schone-of-ajax-klaas-jan-huntelaar-of-ajax-joel-veltman-of-ajax-picture-id835839348\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong><em>Selling club<\/em><\/strong><strong> dan sejarah Ajax Amsterdam<\/strong><\/h3>\n<p>Berbicara status <em>selling club<\/em>, banyak klub yang enggan dimasukkan ke dalam kategori ini. Salah satunya adalah Arsenal, yang beberapa tahun lalu harus (selalu) melepas pemain terbaiknya di tiap musim. Alasannya adalah pembangunan stadion membutuhkan dana dan melepas pemain terbaik dengan harga menarik adalah salah satu jalan.<\/p>\n<p>Ada juga Borussia Dortmund, di mana beberapa putra terbaiknya harus direlakan diajak pergi Bayern M\u00fcnchen dan klub-klub Eropa lainnya. Dan tentu saja, salah satu produsen pemain muda potensial harus dimasukkan ke dalam daftar ini. Ia adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/asa-belanda-di-tangan-ajax-amsterdam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ajax Amsterdam<\/a> yang baru saja melepas bek masa depan mereka ke Tottenham Hotspur.<\/p>\n<p>Berikut lima pemain potensial yang mereka lego:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/wesley-sneijder-of-ajax-amsterdam-smiles-after-scoring-the-first-goal-picture-id56059795\" width=\"1024\" height=\"794\" \/><\/p>\n<h3><strong>Wesley Sneijder<\/strong><\/h3>\n<p>Visi dan teknik tinggi, adalah dua hal yang diingat dari sosok <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/wesley-sneijder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sneijder<\/a>. Pemain mungil ini dilego Ajax ke Real Madrid pada tahun 2007. Nilai transfer spesialis tendangan bebas ini mencapai 27 juta euro. Saat itu, Sneijder menjadi pemain Belanda termahal kedua setelah Ruud van Nisterooy yang hijrah ke Manchester United.<\/p>\n<p>Tahun pertama Sneijder bersama Madrid berjalan sukses. Ia membantu El Real memenangi La Liga dengan catatan sembilan gol dan tujuh asis. Namun sayang, cedera ACL di tahun kedua membuat performanya anjlok. Akhirnya, Sneijder dijual ke Internazionale Milano dengan harga \u201chanya\u201d 15 juta euro saja.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/davy-klaassen-of-ajaxduring-the-uefa-europa-league-final-match-ajax-picture-id696348048\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Davy Klaassen<\/strong><\/h3>\n<p>Klaassen adalah penduduk Amsterdam asli. Pemain yang mengawali kariernya bersama klub amatir HVV Zebra ini tak dikaruniai teknik tinggi ala Sneijder. Klaassen menawarkan sesuatu yang dibutuhkan semua klub, yaitu gairah bermain dan semangat bertarung yang sangat nyata. Meski posisinya adalah gelandang serang, Klaassen tak jarang akan ikut turun untuk membantu pertahanan.<\/p>\n<p>Ajax sendiri tak bisa berbuat banyak ketika Everton datang dengan proposal senilai 25 juta paun. Pemain terbaik Eredivisie 2016\/2017 ini pun akhirnya dilepas untuk bergabung dengan Ronald Koeman. Ia memenuhi nazarnya bahwa bersedia dijual apabila sudah menyabut status pemain terbaik dan memenangi Eredivisie. Klaassen hengkang dengan kebanggaan.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/klaasjan-huntelaar-of-schalke-looks-on-during-to-the-bundesliga-match-picture-id691521244\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Klaas-Jan Huntelaar<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti Jerman, timnas Belanda juga diberkahi dengan deretan penyerang tajam. Mulai dari Marco van Basten, Ruud van Nistelrooy, dan tentu saja Klaas-Jan Huntelaar.<\/p>\n<p>Huntelaar adalah tipikal penyerang tradisional. Ia tak punya teknik menggiring bola yang brilian. Namun, satu hal yang membuat Huntelaar berbahaya adalah insting menyambut bola di dalam kotak penalti. Catatan 312 gol selama 15 tahun karier tentu sebuah capaian yang baik. Sayang, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/fpl-dampak-deadline-day\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasibnya berubah 180 derajat<\/a> setelah hengkang dari Belanda.<\/p>\n<p>Sama seperti Sneijder, Huntelaar diboyong Madrid dengan dana 27 juta euro. Huntelaar terbilang gagal bersama Los Blancos. Buktinya, hanya dalam waktu enam bulan, Huntelaar sudah dilego ke AC Milan. Gagal beradaptasi dengan kultur sepak bola Spanyol membuat masa baktinya menjadi sangat singkat.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/arkadiusz-milik-of-ajax-celebrate-his-goal-during-the-dutch-match-picture-id521834486\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><\/p>\n<h3><strong>Arkadiusz Milik<\/strong><\/h3>\n<p>Penyerang berdarah Polandia ini dijual Ajax ke Napoli pada Juli 2016 dengan nilai transfer 32 juta euro. Milik bukan asli pemain akademi Ajax. Ia dibeli Ajax dari Bayer Leverkusen pada tahun 2012 dengan nilai transfer hanya tiga juta euro saja. Jadi, keputusan Ajax menjual Milik ke Napoli terbilang sukses besar.<\/p>\n<p>Karier Milik bersama Napoli penuh cobaan. Dari cedera ACL pada tahun 2016 hingga penurunan performa yang sangat signifikan. Bahkan saat ini, Napoli terbilang tidak masalah jika tidak memainkan Milik. Maurizio Sarri menemukan solusi dalam diri Dries Martens. Apakah Milik akan dibuang Napoli? Bisa saja terjadi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/davinson-sanchez-of-ajax-during-the-uefa-champions-league-qualifying-picture-id826224958\" width=\"1024\" height=\"672\" \/><\/p>\n<h3><strong>Davinson Sanchez<\/strong><\/h3>\n<p>Sama seperti Milik, Davinson bukan pemain asli akademi Ajax. Dan, bek asal Kolombia ini adalah salah satu pemain yang terpengaruh dalam kegilaan harga pemain saat ini. Musim panas 2016\/2017, Davinson resmi menjadi pemain Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 37 juta paun. Harga tersebut dinilai terlalu mahal.<\/p>\n<p>Meski sudah menujukkan kualitasnya sebagai bek tangguh, Davinson tetap masih berstatus prospek. Normalnya, pemain seperti ini dibanderol tak lebih dari 20 juta paun. Lonjakan harga yang membuat banderol 37 juta paun menjadi \u201cmasuk akal\u201d. Tingginya harga pasar ini membuat Ajax tak bisa berbuat banyak.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Lima pemain di atas adalah contoh aksi penjualan dari satu <em>selling club<\/em>. Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak \u201cAjax yang lain\u201d. Coba saja kita terka, klub mana yang kekuatan finansialnya biasa saja, namun punya akademi yang produktif lagi berkualitas?<\/p>\n<p>Di masa depan, kompetisi sepak bola akan bertajuk memproduksi pemain potensial, ketimbang berkompetisi untuk menjadi juara. Sepak bola adalah hukum alam itu sendiri, yang kuat mengalahkan yang lemah.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah Paul Pogba resmi diboyong Manchester United dengan dana hingga 85 juta paun, banyak pengamat yang memperkirakan dibutuhkan setidaknya tiga sampai empat tahun sebelum harga pemain bisa menembus 200 juta paun. Namun perkiraan itu meleset. Hanya butuh satu tahun sebelum rekor pembelian termahal itu jebol. Saat ini, pemain termahal dipegang oleh Neymar dengan dana transfer 222 juta euro. Sebuah angka fantastis yang dua tahun yang lalu tak terbayangkan akan tercapai. Namun, seperti yang disebutkan di atas, \u201ckepulangan\u201d Paul Pogba ke Liga Primer Inggris membuat yang terpikirkan menjadi harus dipertimbangkan. Pertanyaannya adalah: sampai sejauh mana harga pemain sepak bola akan terus merangkak naik? Apakah kita akan menyaksikan seorang pemain diboyong dengan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10438,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[361,248,129],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-07T06:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-07T05:41:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\",\"name\":\"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-07T06:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-07T05:41:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg\",\"width\":1200,\"height\":900,\"caption\":\"Kredit: Ajax Amsterdam\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","description":"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-07T06:00:02+00:00","article_modified_time":"2017-09-07T05:41:54+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":900,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/","name":"Refleksi Menggilanya Harga Pemain dan Lima Penjualan Termahal Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg","datePublished":"2017-09-07T06:00:02+00:00","dateModified":"2017-09-07T05:41:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jika harga pemain memang semakin tak terkontrol, dalam tiga tahun ke depan, akan semakin banyak Ajax Amsterdam yang lain.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/lima-penjualan-termahal-ajax-amsterdam\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DHc4QEMXUAAajmg.jpg","width":1200,"height":900,"caption":"Kredit: Ajax Amsterdam"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10437"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10437"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10437\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}