{"id":10411,"date":"2017-09-07T07:30:19","date_gmt":"2017-09-07T00:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10411"},"modified":"2017-09-07T06:43:39","modified_gmt":"2017-09-06T23:43:39","slug":"hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/","title":{"rendered":"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya"},"content":{"rendered":"<p>Dia kembali membuat kontroversi. Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif. Ia berharap Timnas U-19 gagal di Piala AFF U-18, sehingga dirinya dapat menggantikan Indra Sjafri sebagai juru taktik Garuda Jaya.<\/p>\n<p>\u201cKarena menurut saya Indra Sjafri tidak pantas menjadi pelatih tim nasional. Kurang cocok Indra Sjafri. Iwan Setiawan lebih cocok. Kalau menurut saya tidak cocok Indra Sjafri. Orang gagal terus <em>kok<\/em> Indra Sjafri.\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan itu dilontarkan Iwan setelah timnya, Pusamania Borneo FC, mengalahkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/persegres-menjadi-lumbung-gol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persegres Gresik United<\/a> 1-0 di laga tunda pekan ke-20, Senin (4\/9) lalu, seperti dikutip dari <em>Jawa Pos<\/em>.<\/p>\n<p>Meski seringkali membuat komentar-komentar yang menyulut emosi, nyatanya sebagian besar perkataan Iwan justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Segala sesuatu yang ia tanggapi justru berkembang jadi semakin baik, tetapi dia sendiri malah tak kunjung berprestasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/13\/iwan-setiawan-dan-komunikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Iwan Setiawan dan Komunikasi yang Bersifat Irreversible<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Selain <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/sektor-kanan-membuat-garuda-jaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kemenangan 2-1 atas Myanmar<\/a> di Piala AFF U-18 yang terjadi setelah pernyataan arogan keluar dari mulut Iwan, berikut ini adalah beberapa komentar pedas lainnya yang menjadi senjata makan tuan bagi pelatih berkacamata ini.<\/p>\n<h3><strong>Termakan omongan sendiri<\/strong><\/h3>\n<p>\u201cBorneo tidak akan lolos kalau pelatihnya bukan saya. Tim PBFC itu sudah terbangun dengan karakter saya. Jadi, bau badan saya sudah melekat di tim PBFC.Kalau ada pelatih yang bilang mau mengubah gaya permainan saya. Lihat saja buktinya, mereka dikalahkan 1-3 oleh Surabaya United. Jadi, PBFC tidak hebat kalau pelatihnya bukan saya.&#8221;<\/p>\n<p>Seperti yang telah kita ketahui, Iwan lengser setelah PBFC ditundukkan PS TNI di Piala Jenderal Sudirman 2015. Padahal, ia sebelumnya memandang kesebelasan berbaju hijau itu sebelah mata.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak terlalu memedulikan PS TNI, kami lebih peduli dengan taktik tim kami. Karena buat kami PS TNI bukan apa-apa, bukan sandungan. Sepanjang kami fokus, sepanjang kami konsentrasi.&#8221;<\/p>\n<p>Menanggapi kemenangan 2-1 PS TNI atas Surabaya United, pelatih yang menjuluki dirinya The Special Wan ini memberikan dua komentar.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka tidak ada yang cepat. Cepat bagaimana? Itu karena Surabaya United yang bodoh karena tidak bisa lari.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Legimin pemain tua, <em>guys<\/em>. Dia tidak dipakai di Super League akhirnya dia turun kasta. Baru sekarang dia bisa menonjol, Zaman bagus-bagusnya Legimin, kita tahu dia tidak hebat dalam <em>heading<\/em>. Tiba-tiba lawan Surabaya United dia bisa cetak gol dari <em>heading<\/em>. Berarti siapa yang pintar? Legiminnya atau Surabaya Unitednya yang\u00a0<em>goblok<\/em>?&#8221;<\/p>\n<p>Dua tahun kemudian, PBFC kembali mengontraknya di sisa musim <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/go-jek-traveloka-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Go-Jek Traveloka Liga 1<\/a>, tapi dengan syarat khusus.<\/p>\n<p>&#8220;Manajemen sudah memasukkan salah satu klausul dalam kontraknya terkait <em>psywar<\/em>. Mungkin ada sanksi tertentu untuk beliau apabila terlalu banyak tingkah ketimbang prestasi,&#8221; ungkap Farid Abubakar, manajer Borneo FC, dikutip dari <em>Bolalob<\/em>.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10413 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Kontroversi-Iwan-Setiawan-2-1040x1040px-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<h3><strong>Meremehkan Persib Bandung<\/strong><\/h3>\n<p>Iwan Setiawan tiga kali mengeluarkan komentar yang tidak menghormati Persib, lawannya di semifinal Piala Presiden 2015. Komentar pertama ia katakan jelang <em>leg <\/em>pertama, yang berbunyi &#8220;Persib kuat hanya karena gemar mengumpulkan pemain bintang.&#8221;<\/p>\n<p>Komentar Iwan kemudian semakin menjadi-jadi setelah PBFC menang 3-2 di pertandingan itu. Jelang <em>leg <\/em>kedua dimainkan, ia mengatakan bahwa strategi Djadjang Nurdjaman kurang matang, oleh karena itu Persib tak bisa berbuat banyak di hadapan timnya.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah saya bilang, Persib tidak ada apa-apanya.&#8221; (setelah <em>leg <\/em>pertama)<\/p>\n<p>&#8220;Menurut saya, Djanur kurang matang dalam urusan strategi.&#8221; (jelang <em>leg <\/em>kedua)<\/p>\n<p>&#8220;Bilang sama Umuh Muchtar, manajer Persib. Mana kami dibantu wasit? Dari kacamata saya sebagai pelatih, malah gelar juara ISL 2014 milik Persib itu agak aneh. Saat semifinal melawan Arema, tiga pemain Arema: Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, dan Alberto Goncalves, malah diganti saat pertandingan sedang sengit. Padahal tidak ada cedera.&#8221; (menanggapi komentar yang mengatakan bahwa PBFC menang atas Persib karena bantuan wasit)<\/p>\n<p>Bahkan ketika tidak melawan Persib pun, Iwan tetap meluangkan waktunya untuk mengomentari performa tim ibu kota Jawa Barat itu.<\/p>\n<p>&#8220;Ada atau tidak ada Makan Konate, permainan Persib tetap saja jelek.&#8221; (setelah Persib menang tipis 3-2 atas Persela Lamongan di laga pertama Grup C Piala Jenderal Sudirman 2015).<\/p>\n<p>Persib di turnamen itu memang gagal lolos dari fase grup, namun Iwan sendiri juga \u201cgagal lolos\u201d dari grup yang sama karena ia <em>resign <\/em>berkat komentarnya sendiri sebelum laga melawan PS TNI yang dimenangkan The Army lewat adu penalti.<\/p>\n<p>&#8220;Saya akan mundur kalau PBFC kalah dari PS TNI.&#8221;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10412 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Kontroversi-Iwan-Setiawan-1-1040x1040px-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Mengkritik Indra Sjafri<\/strong><\/h3>\n<p>Jauh sebelum membuat komentar miring tentang Indra Sjafri dan timnas U-19 yang berlaga di Piala AFF U-18 tahun 2017, Iwan juga pernah mengucapkan komentar yang sama sekali tidak memiliki makna positif pada pelatih asal Sumatera Barat itu.<\/p>\n<p>&#8220;Indra Sjafri tidak kuat organisasinya. Hanya mengandalkan fisik, tanpa tempo. Itulah yang Bang Iwan maksud tim amatir. Bali United pas Piala Presiden 2015 kemarin waktu ketemu Mitra Kukar yang main organisasi bagus, tidak bisa menang, <em>draw<\/em>. Waktu lawan Arema, dihantam 4-1.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tim-tim Super League di Indonesia, yang gaya mainnya amatir adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/01\/masalah-utama-psm-makassar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSM Makassar<\/a> dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bali United<\/a>. Saya kalau mau <em>ngomong<\/em> ini sifatnya teknis. Tim amatir gaya main bolanya seperti Perserikatan. Cepat, kencang. Ke mana ada orang, dikejar. Mengandalkan semangat. Tapi, tanpa organisasi yang baik <em>as a team<\/em>. Sebagai sebuah tim. <em>How to defence, how to attack<\/em> dengan organisasi yang terencana.&#8221;<\/p>\n<p>Kedua komentar tersebut diucapkan di tahun 2015 saat ia masih menjalani periode pertama di PBFC. Hasilnya, dua tahun kemudian setelah ia melontarkan komentar pedas itu, PSM dan Bali United bercokol di papan atas <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/go-jek-traveloka-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Go-Jek Traveloka Liga 1<\/a> dan Iwan terdampar di klub Liga 2 sebelum kembali ditunjuk sebagai pelatih PBFC.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10414 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/Kontroversi-Iwan-Setiawan-3-1040x1040px-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Bara dengan Persebaya Surabaya<\/strong><\/h3>\n<p>Usai kalah 1-2 dari Martapura FC, Iwan bukannya mendinginkan situasi tapi justru semakin memperkeruh suasana. Dari dalam bus, ia mengacungkan jari tengah ke arah Bonek. Meski telah didenda 100 juta rupiah lalu dilarang mendampingi tim di laga selanjutnya dan pada akhirnya dipecat, Iwan sudah telanjur merusak hubungannya dengan Bajul Ijo dan Bonek lewat dua komentarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saat saya datang, Rian bukan siapa-siapa. Permainannya lembek dan biasa-biasa saja. Saya sudah komunikasi dengan Indra Sjafri agar jangan memanggilnya. Rian bagus karena saya yang membuat ia jadi bagus. Belum tentu jika dipegang pelatih lain permainan Rian jadi bagus. Karena itu saya tidak berharap ia dipanggil timnas.&#8221; (menanggapi pemanggilan Rachmat Irianto ke Timnas U-19).<\/p>\n<p>\u201dManajemen harus jujur bahwa keputusan manajemen untuk mengeluarkan saya semata-mata karena ketidakharmonisan saya dengan Bonek.&#8221;<\/p>\n<p>Apa yang terjadi kemudian? Rachmat Irianto menjadi andalan bersama Garuda Nusantara dan Persebaya telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga 2. Saat tulisan ini ditayangkan, Bajul Ijo memimpin klasemen Grup 5 dengan 26 poin.<\/p>\n<p>Mulut yang kelewat pedas ya, <em>coach <\/em>Iwan?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dia kembali membuat kontroversi. Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif. Ia berharap Timnas U-19 gagal di Piala AFF U-18, sehingga dirinya dapat menggantikan Indra Sjafri sebagai juru taktik Garuda Jaya. \u201cKarena menurut saya Indra Sjafri tidak pantas menjadi pelatih tim nasional. Kurang cocok Indra Sjafri. Iwan Setiawan lebih cocok. Kalau menurut saya tidak cocok Indra Sjafri. Orang gagal terus kok Indra Sjafri.\u201d Pernyataan itu dilontarkan Iwan setelah timnya, Pusamania Borneo FC, mengalahkan Persegres Gresik United 1-0 di laga tunda pekan ke-20, Senin (4\/9) lalu, seperti dikutip dari Jawa Pos. Meski seringkali membuat komentar-komentar yang menyulut emosi, nyatanya sebagian besar perkataan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10415,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,948,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-07T00:30:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-06T23:43:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1079\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"681\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\",\"name\":\"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-07T00:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-06T23:43:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg\",\"width\":1079,\"height\":681,\"caption\":\"Kredit: Borneo FC\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia","description":"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia","og_description":"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-07T00:30:19+00:00","article_modified_time":"2017-09-06T23:43:39+00:00","og_image":[{"width":1079,"height":681,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/","name":"Hikayat Iwan Setiawan dan Mulut Besarnya | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg","datePublished":"2017-09-07T00:30:19+00:00","dateModified":"2017-09-06T23:43:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Setelah mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan kini kembali melontarkan pernyataan negatif.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/hikayat-iwan-setiawan-dan-mulut-besarnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21296979_228495791012052_5619857946813923328_n.jpg","width":1079,"height":681,"caption":"Kredit: Borneo FC"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10411"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}