{"id":10357,"date":"2017-09-06T08:00:54","date_gmt":"2017-09-06T01:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10357"},"modified":"2017-09-06T07:04:19","modified_gmt":"2017-09-06T00:04:19","slug":"regulasi-kuota-pemain-u-23","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/","title":{"rendered":"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23"},"content":{"rendered":"<p>PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) kembali mengubah pendiriannya. Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/go-jek-traveloka-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Go-Jek Traveloka Liga 1<\/a>. Alasannya, Timnas U-22 gagal meraih target, yaitu medali emas di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/sea-games-2017\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SEA Games 2017<\/a>.<\/p>\n<p>Meski terkesan seperti <em>dagelan <\/em>karena otoritas sepak bola tertinggi di negara ini gemar mengubah peraturan di tengah musim, namun menurut saya penghapusan regulasi U-23 bagaikan dua sisi mata uang, memiliki dampak positif dan negatif.<\/p>\n<p>Positifnya, kualitas permainan sebagian besar klub memang meningkat, salah satunya adalah Persib Bandung. Dengan rataan pemain tertua kedua musim ini, Maung Bandung sangat kesulitan memadukan pemain senior dengan pemain muda karena rentang usia yang terlampau jauh. Performa Pangeran Biru kemudian meningkat setelah regulasi kuota pemain U-23 ditangguhkan, selain juga dipengaruhi pembelian pemain baru yang tepat.<\/p>\n<p>Jika efek positif didadapat oleh klub, efek negatif akan dirasakan oleh mayoritas pemain belia. Dengan minimnya jam terbang dan kemampuan yang belum terlalu matang, mereka akan sulit menggeser para pemain senior di <em>starting line-up<\/em>. Apalagi jika posisi mereka adalah bek tengah, gelandang tengah, atau penyerang. Mereka juga akan bersaing dengan pemain asing.<\/p>\n<p>Walau kelihatannya regulasi baru ini akan menjadi kiamat kecil bagi para pemain U-23, kesempatan untuk dapat tampil secara rutin masih terbuka lebar bagi sebagian pemain. Beberapa dari mereka sudah menunjukkan kualitasnya sejak bermain di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu, dan sebagian besar semakin meroket sejak dipanggil ke skuat SEA Games 2017.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah sebelas nama pemain lokal U-23 yang kami prediksi tetap akan bermain sebagai <em>starter <\/em>di klubnya masing-masing dan tidak terpengaruh perubahan regulasi:<\/p>\n<h2><strong>Kiper<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/assets.akurat.co\/images\/uploads\/akurat_20170830062718_xz73w0.jpg\" width=\"960\" height=\"639\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bola Akurat<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Satria Tama<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu pahlawan dengan spesialisasi terbang menghalau tembakan lawan di SEA Games 2017. Dengan kemampuan yang telah ia tunjukkan selama di Malaysia, kiper setinggi 183 sentimeter ini pastinya akan sangat dibutuhkan Persegres Gresik United untuk meminimalisir jumlah bola yang masuk ke gawang mereka.<\/p>\n<p>Betul, Tribes tidak salah baca. Tugas Satria Tama di Persegres memang hanya sesederhana itu, karena hampir tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari kesebelasan berbaju kuning-biru ini selain berusaha agat tidak menjadi lumbung gol bagi lawannya.<\/p>\n<figure style=\"width: 673px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdn1-a.production.liputan6.static6.com\/medias\/1254123\/big\/055499100_1464965772-Awan_Setho.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bola.com<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Awan Setho<\/strong><\/h3>\n<p>Ia awalnya dipinjamkan ke PSIS Semarang musim ini, tapi karena Wahyu Tri Nugroho yang berstatus sebagai kiper utama Bhayangkara FC cedera, Awan Setho dipulangkan oleh Simon McMenemy. Keputusan yang tepat, karena kiper berusia 20 tahun ini sanggup tampil konsisten dengan penyelamatan-penyelamatan gemilangnya.<\/p>\n<p>Hingga pekan ke-22, Awan Setho sudah bermain 14 kali dan membawa The Great Alligator menjadi salah satu klub dengan pertahanan terbaik. Paulo S\u00e9rgio dan kawan-kawan baru kebobolan 25 kali dan saat ini bertengger di peringkat kedua klasemen sementara.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Bek<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 673px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdn0-a.production.liputan6.static6.com\/medias\/839612\/big\/093341600_1427701208-Hansamu_Yama_Pranata_3.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Liputan 6<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Hansamu Yama<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/19\/tangis-hansamu-yama-pranata-dan-sosok-pemimpin-yang-lama-kita-rindukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kapten Garuda Muda<\/a> ini memang baru bermain sembilan kali di Barito Putera musim ini, namun itu lebih dikarenakan jadwal padatnya bersama Timnas U-22. Selain berpartisipasi di SEA Games 2017, Hansamu juga termasuk dalam skuat yang bertarung di Kualifikasi Piala Asia U-23.<\/p>\n<p>Di sisa musim ini, Hansamu merupakan tandem terbaik bagi Aaron Evans di lini belakang Laskar Antasari. Dengan postur tingginya, ia akan menjadi menara kembar bersama legiun asing asal Australia itu untuk menghalau bola-bola atas.<\/p>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/Goal_Indonesia\/93\/41\/yanto-basna-timnas-indonesia_mnui1nyg8pvz1xss2tcdm28x4.jpg?t=-1441208153&amp;w=620&amp;h=430\" width=\"620\" height=\"430\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Yanto Basna<\/strong><\/h3>\n<p>Jika bisa lebih mengatur emosinya dan bisa bermain konsisten, Yanto Basna tak diragukan lagi adalah salah satu bek tengah terbaik di Indonesia saat ini. Di puncak performanya, ia sangat tangguh bahkan lebih bagus dari pemain asing sekalipun.<\/p>\n<p>Musim-musim sebelumnya, tanpa regulasi U-23 pun ia sempat menjadi bek andalan bagi Mitra Kukar dan Persib Bandung, lalu kini di Sriwijaya FC, ia menjadi pemain belakang dengan jumlah pertandingan terbanyak dengan sumbangan satu gol dan satu asis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Reva-Adi-Utama-1200x674px.jpg\" width=\"1200\" height=\"674\" \/><\/p>\n<h3><strong>Reva Adi Utama<\/strong><\/h3>\n<p>Cukup mengherankan Luis Milla tidak membawa bek kiri PSM Makassar ini ke SEA Games 2017, karena ia sejauh ini <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/reva-adi-yang-matang-di-malaysia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ia bermain konsisten dan menjadi penghuni tetap<\/a> di sektor bek kiri Juku Eja. Meski baru berusia 20 tahun, Reva tidak canggung bermain bersama bek-bek senior seperti Zulkifli Syukur dan Hamka Hamzah.<\/p>\n<p>Reva memiliki umpan silang yang akurat serta rajin naik membantu serangan. Dengan daya jelajah khas bek sayap modern, lulusan akademi Frenz United ini adalah opsi terbaik bagi Robert Ren\u00e9 Alberts untuk menyisir sisi kiri lapangan Juku Eja.<\/p>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/Aqn8PNnLe-We763sDYiBrRfVZhQ=\/640x355\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1595369\/original\/055098400_1494927251-1.jpg\" width=\"640\" height=\"355\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Liputan 6<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Rezaldi Hehanussa<\/strong><\/h3>\n<p>Mungkin pemain yang akrab disapa Bule ini merupakan penyebab tidak dipanggilnya Reva Adi Utama ke SEA Games 2017. Dari aspek jam terbang, menit bermain Rezaldi tidak jauh berbeda dengan Reva. Akan tetapi, secara kemampuan, bek kiri Persija Jakarta ini sedikit lebih baik dari saingannya di PSM itu.<\/p>\n<p>Di Macan Kemayoran, Rezaldi adalah pilihan terbaik Stefano \u2018Teco\u2019 Cugurra untuk pos bek kiri saat ini. Dengan akurasi umpan silang yang mencapai 48 persen dan dua asis yang telah dibuatnya sejauh ini, Reinaldo Elias dan Bruno Lopes akan dimanjakan dengan suplai bola-bola matang dari pemain kelahiran 7 Desember 1995 ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Gelandang<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 673px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdn0-a.production.liputan6.static6.com\/medias\/883353\/big\/083129600_1432326425-Evan_Dimas_Darmono_7.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Liputan 6<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Evan Dimas<\/strong><\/h3>\n<p>Kualitas seorang Evan Dimas tak perlu diragukan lagi, tapi persoalannya di sini adalah bagaimana memaksimalkan potensi pemain asal Surabaya ini di Bhayangkara FC. Sebab, meski selalu tampil bagus di timnas, Evan seolah-olah kehilangan taji saat mengenakan seragam klubnya.<\/p>\n<p>Sebelum disibukkan dengan agenda Timnas U-22, Evan sudah bermain sembilan kali dan baru mencatatkan satu gol dan satu asis. Bhayangkara FC pun sepertinya lebih dapat mengembangkan permainan tanpa Evan, dengan menempatkan Lee Yoo-joon sebagai pembagi bola dan Paulo S\u00e9rgio menjadi <em>playmaker<\/em>.<\/p>\n<p>Bakat seorang Evan Dimas akan sangat disayangkan apabila hanya disimpan di bangku cadangan. Mau tidak mau, Simon McMenemy harus berpikir keras untuk menyatukan ketiganya demi mengamankan posisi di papan atas.<\/p>\n<figure style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/jabar\/foto\/bank\/images\/hargianto_20170817_210655.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Tribun Jabar<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Hargianto<\/strong><\/h3>\n<p>Untuk mengimbangi naluri menyerang <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kisah-rohit-chand-mewujudkan-mimpinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rohit Chand<\/a>, Persija butuh gelandang yang dapat menjaga kedalaman serta menghentikan laju serangan lawan, dan Hargianto adalah salah satunya. Sandi Darma Sute sebenarnya juga bagus dalam menjalankan \u201ctugas kotor\u201d ini, namun terkadang ia bermain terlalu keras. Sebaliknya, Hargianto bisa bermain lebih halus dengan kualitas bertahan yang setara.<\/p>\n<p>Kesempatan bagi Hargianto untuk bermain sejak menit pertama akan bergantung dari formasi yang diterapkan Teco. Apabila Persija bermain dengan 4-3-3, ia dapat mengisi satu slot gelandang, tapi jika Macan Kemayoran menggunakan 4-4-2, tampaknya Hagi akan memulai laga dari bangku cadangan.<\/p>\n<figure style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn-media.viva.id\/thumbs2\/2017\/07\/03\/5959f4ed1ced4-gelandang-persib-bandung-febri-hariyadi_663_382.jpg\" width=\"663\" height=\"382\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Viva<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Febri Hariyadi<\/strong><\/h3>\n<p>Sama seperti Evan Dimas, Febri Hariyadi adalah pemain yang sudah menjadi tulang punggung tim sejak usia muda. Tak ada pemain sayap murni yang lebih baik dari Febri di Persib musim ini, dan itulah mengapa ia akan tetap menjadi pemain inti di bawah arahan Emral Abus.<\/p>\n<p>Di laga tunda pekan ke-20 lalu, Febri bermain sejak menit pertama dan berhasil mencetak satu gol sesuai dengan spesialisasinya. Bergerak dari sisi kanan lapangan, ia melakukan penetrasi ke tengah lalu melakukan tembakan melengkung. Mirip dengan ciri khas gol Arjen Robben.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Penyerang<\/strong><strong style=\"line-height: inherit;font-size: 16px\">\u00a0<\/strong><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/C-FfKgRVoAAysUM.jpg:large\" width=\"780\" height=\"390\" \/><\/strong><\/h2>\n<h3><strong>Prisca Womsiwor<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain yang paling banyak mengundang tanda tanya, karena ia tidak terpilih dalam skuat SEA Games 2017 dan namanya kembali terlewat di laga persahabatan kontra Fiji. Padahal, penyerang dengan kuncir mirip Rodrigo Palacio ini adalah pemain U-23 tersubur di Go-Jek Traveloka Liga 1 dengan tabungan 6 gol dari 21 pertandingan.<\/p>\n<p>Sejak memulai debutnya di TSC 2016, Prisca semakin <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/04\/regenerasi-pada-prisca-womsiwor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menancapkan kukunya di tim inti Persipura<\/a>. Bahkan, ketika regulasi kuota pemain U-23 ditangguhkan, Wanderley Junior tetap memainkan Prisca sebagai <em>starter<\/em>. Dengan kelincahannya, ia adalah tandem yang tepat bagi Addison Alves dan Boaz Solossa di lini depan, tapi juga menjadi penghalang bagi Marinus Wanewar untuk terpilih di <em>starting line-up<\/em>.<\/p>\n<figure style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/GOAL\/7f\/d3\/m-fahmi-al-ayyubi-persela_rv1zoi5vlqps1wwtt9r6i2oc7.jpg?t=-1471407837\" width=\"2000\" height=\"1125\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Fahmi Al-Ayyubi<\/strong><\/h3>\n<p>Agak sulit sebenarnya memilih satu di antara Fahmi atau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/saddil-ramdani-pemuda-penuh-harapan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saddil Ramdani<\/a> di daftar ini. Namun, pilihan saya jatuh ke pemain berambut ala bangsa Saiya ini, karena Saddil masih bertugas di Myanmar bersama Timnas U-19 dan partisipasinya di liga domestik akan dipengaruhi seberapa jauh Garuda Jaya melaju di Piala AFF U-18.<\/p>\n<p>Persela Lamongan tidak banyak memiliki <em>speedster <\/em>bagus di sektor sayap, dan harapan terbesar Laskar Joko Tingkir ada di pundak pemain berusia 21 tahun ini. Empat gol telah dicetaknya dari 19 pertandingan, dan ketika ia absen karena cedera, Persela langsung kelimpungan dengan menelan tiga kekalahan beruntun.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) kembali mengubah pendiriannya. Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1. Alasannya, Timnas U-22 gagal meraih target, yaitu medali emas di SEA Games 2017. Meski terkesan seperti dagelan karena otoritas sepak bola tertinggi di negara ini gemar mengubah peraturan di tengah musim, namun menurut saya penghapusan regulasi U-23 bagaikan dua sisi mata uang, memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, kualitas permainan sebagian besar klub memang meningkat, salah satunya adalah Persib Bandung. Dengan rataan pemain tertua kedua musim ini, Maung Bandung sangat kesulitan memadukan pemain senior dengan pemain muda karena rentang usia yang terlampau jauh. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10358,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,1626,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-06T01:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-06T00:04:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1013\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"505\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\",\"name\":\"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-06T01:00:54+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-06T00:04:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg\",\"width\":1013,\"height\":505,\"caption\":\"Kredit: Persija Jakarta\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia","description":"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-06T01:00:54+00:00","article_modified_time":"2017-09-06T00:04:19+00:00","og_image":[{"width":1013,"height":505,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/","name":"Para Darah Muda yang Tidak Terpengaruh Penghapusan Regulasi Kuota Pemain U-23 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg","datePublished":"2017-09-06T01:00:54+00:00","dateModified":"2017-09-06T00:04:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Setelah menangguhkan regulasi kuota pemain U-23, kali ini peraturan tersebut justru dihapus dari Go-Jek Traveloka Liga 1.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/06\/regulasi-kuota-pemain-u-23\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DItdSdXVYAE15Td.jpg","width":1013,"height":505,"caption":"Kredit: Persija Jakarta"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10357"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10357\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}