{"id":10306,"date":"2017-09-05T08:00:16","date_gmt":"2017-09-05T01:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10306"},"modified":"2017-09-05T07:28:29","modified_gmt":"2017-09-05T00:28:29","slug":"mengapa-bali-united-begitu-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/","title":{"rendered":"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya?"},"content":{"rendered":"<p>Sebelas gol dari dua laga di Stadion I Wayan Dipta, Bali United menjelma menjadi penjagal bagi tim tandang. Terakhir, Laskar Tridatu melesakkan lima gol ke gawang Persela Lamongan. Sebelumnnya, Mitra Kukar yang menjadi korban ketika gawangnya dihujani setengah lusin gol oleh anak-anak asuh <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/kisah-widodo-cahyono-putro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Widodo Cahyono Putro<\/a>.<\/p>\n<p>Mengapa Bali United begitu berbahaya ketika bermain di kandang sendiri? Setidaknya ada tiga dasar yang bisa dijadikan alasan. Analisis sederhana ini berusaha menguraikan tiga dasar tersebut.<\/p>\n<p>Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan. Mereka hanya memaksimalkan dua aspek, yaitu kemampuan individu pemain sendiri dan struktur bertahan klub-klub Indonesia yang jauh dari kata \u201cbaik\u201d, jika tak mungkin kita menggunakan kata \u201csempurna\u201d di sini. Dan masalah struktur ini menguatkan tiga dasar yang akan kita bahas.<\/p>\n<figure style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DIuFafQVAAAuVdH.jpg\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Fadil Sausu. Kredit: Bali United<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Umpan vertikal<\/strong><\/h3>\n<p>Tolong saya dikoreksi bila salah. Terakhir kali klub Indonesia bisa bermain dengan rapi, bola pendek dengan satu atau dua sentuhan adalah ketika Sriwijaya FC ditangani Kas Hartadi. Saat itu, selain enak untuk dinimati, Sriwijaya asuhan Kas Hartadi sangat baik mempertahankan bola. Dengan cara tersebut, Laskar Wong Kito menguasai pertandingan.<\/p>\n<p>Yang jadi masalah adalah klub-klub Indonesia tak bisa merekonstruksi cara yang sama. Banyak yang terjebak dalam situasi \u201cterburu-buru\u201d untuk mengirim bola ke depan. Umpan lambung (vertikal) yang sangat dominan ini membuat cara sabar lewat satu atau dua sentuhan menjadi seperti teori di atas kertas saja.<\/p>\n<p>Bali United sendiri tak ingin bersusah payah bermain satu atau dua sentuhan sepanjang laga. Mereka memilih mengirim umpan vertikal. Ada tiga daerah yang disasar, yaitu dua sisi lapangan, di zona 5, dan di daerah belakang barisan bek lawan. Umpan ini sangat sederhana, namun dilepaskan dengan situasi yang tepat sekaligus memaksimalkan kemampuan pemain.<\/p>\n<p>Perhatikan pembagian zona ala Louis van Gaal di bawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10307 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-3.png\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"617\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-3.png 415w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-3-404x600.png 404w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-3-151x225.png 151w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/1-3-256x380.png 256w\" sizes=\"(max-width: 415px) 100vw, 415px\" \/><\/p>\n<p>Zona 4, 5, dan 6 banyak disasar oleh umpan vertikal Bali United, baik umpan vertikal melambung atau datar. Dua pemain yang menjadi pemantik adalah Taufiq atau I Gede Sukadana dan Fadil Sausu. Tiga pemain ini, terutama Fadil, punya akurasi umpan vertikal di atas rata-rata. Umpan vertikal yang dilepaskan biasanya jatuh ke kaki <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sylvano Comvalius<\/a>.<\/p>\n<p>Penyerang asal Belanda ini bisa menjadi pemantul di zona 5, atau menyongsong umpan daerah di zona 4 dan 6. Kemampuan <em>sprint<\/em> jarak pendek Comvalius sangat bermanfaat. Selain Comvalius, Bali United menggunakan Nick van der Velden untuk menerima bola di zona 5, atau Irfan Bachdim untuk mengejar bola daerah di dua sisi lapangan.<\/p>\n<p>Mengapa menerima bola di daerah ini sangat berbahaya? Pertama, jika berada di zona 5, pemain akan langsung berdekatan dengan gawang. Kedua, pemain akan berada di ruang yang ideal untuk, baik membidik gawang atau mengirim umpan terobosan.<\/p>\n<p>Jika berada di zona 4 dan 6, pemain akan mendapatkan ruang untuk mengirim umpan silang tanpa tekanan yang bearti dari lawan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DIzre8XVYAAZQnA.jpg\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bali United<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Daerah di belakang pertahanan lawan<\/strong><\/h3>\n<p>Daerah di belakang pertahanan lawan sangat berhubungan dengan bola vertikal dan zona 5. Seperti yang disebutkan di atas, struktur pertahanan klub-klub Indonesia sangat buruk. Oleh sebab itu, sebenarnya, sangat mudah mengeksploitasi lawan dengan memanfaatkan bola vertikal (akurat) dan <em>sprint<\/em> jarak pendek.<\/p>\n<p>Gol kedua Comvalius ke gawang Mitra Kukar adalah penegasan. Ia punya kecepatan untuk mengejar bola. Ketika berhasil melepaskan diri dari bek lawan, Comvalius akan mendapatkan ruang dan waktu yang cukup untuk menendang bola dengan nyaman.<\/p>\n<p>Contoh kedua adalah gol pertama Comvalius ke gawang Persela Lamongan. Gol ini menunjukkan bahwa memanfaatkan situasi buruknya pertahanan lawan sangat berhubungan dengan kemampuan pemain yang dimiliki. Saling melengkapi. Hal itu akan dijelaskan di bawah ini.<\/p>\n<h3><strong>Menciptakan situasi positif untuk Comvalius<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu tugas penyerang adalah mencetak gol. Dan supaya bisa bekerja dengan baik, sebuah situasi yang positif harus diciptakan.<\/p>\n<p>Bali United punya sosok Comvalius dengan tiga kelebihan, yaitu teknik menendang bola, kemampuan mencari ruang, dan determinasi tinggi. Gol pertama Comvalius ke gawang Persela menjadi gambaran yang jelas.<\/p>\n<p>Van der Velden menyongsong bola vertikal lambung di zona 5. Pemain berusia 35 tahun ini sadar dengan gerak diagonal yang dilakukan Comvalius untuk menciptakan jarak dengan bek lawan. Ia \u201cmenyalurkan\u201d bola dengan sundulan ke arah lari Comvalius supaya mudah dijinakkan. Lepas dari pengawalan dan ruang yang cukup, Comvalius tinggal mencocor bola ke sudut gawang.<\/p>\n<p>Gol kedua Comvalius juga menunjukkan usaha Bali United memaksimalkan kemampuannya. Berawal dari penetrasi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/stefano-lilipaly-dan-ambisi-bali-united\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stefano Lilipaly<\/a>, hampir semua pemain Persela yang <em>tracking back <\/em>mengejar dirinya. Hanya ada satu yang mengikuti lari Comvalius, itupun dengan perhatian tetap ke arah Lilipaly.<\/p>\n<p>Bola sodor Lilipaly memberi yang dibutuhkan Comvalius, ruang yang lega. Ia berhenti sejenak untuk memastikan pemosisian pemain lawan. Dengan hanya sedikit menggeser bola ke sisi kiri, Comvalius bisa mengayunkan kaki dengan leluasa. Situasi-situasi positif seperti ini yang membuat Comvalius bisa menjadi pencetak gol terbanyak, sekaligus membantu Bali United memenangi pertandingan.<\/p>\n<p>Ada satu aspek lagi yang membuat Bali United sangat berbahaya, yaitu menekan lawan dengan intensitas tinggi. Ketika mengalahkan Persela, tidak jarang pemain-pemain depan Bali United langsung berinisiatif menekan pemain Persela yang menguasai bola.<\/p>\n<p>Jika gagal merebut bola, pelanggaran ringan akan dibuat. Hal ini praktis membuat proses lawan membangun serangan akan terhenti dan pemain-pemain Bali United bisa menyusun atau merapikan pertahanan. Merebut bola secepatnya tepat ketika kehilangan penguasaan juga membantu Bali United melancarkan serangan balik dengan jarak yang dekat dengan gawang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/bali-united-pantas-dipuja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Empat Alasan Mengapa Bali United Pantas Dipuja<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Tiga dasar, yaitu umpan vertikal, memanfaatkan daerah di belakang garis pertahanan lawan, dan menciptakan situasi positif untuk Comvalius, ditambah <em>pressing<\/em> intensitas tinggi dan buruknya struktur lawan membuat Bali United sangat berbahaya.<\/p>\n<p>Tak heran Laskar Tridatu bisa berpesta gol di dua laga kandang!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelas gol dari dua laga di Stadion I Wayan Dipta, Bali United menjelma menjadi penjagal bagi tim tandang. Terakhir, Laskar Tridatu melesakkan lima gol ke gawang Persela Lamongan. Sebelumnnya, Mitra Kukar yang menjadi korban ketika gawangnya dihujani setengah lusin gol oleh anak-anak asuh Widodo Cahyono Putro. Mengapa Bali United begitu berbahaya ketika bermain di kandang sendiri? Setidaknya ada tiga dasar yang bisa dijadikan alasan. Analisis sederhana ini berusaha menguraikan tiga dasar tersebut. Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan. Mereka hanya memaksimalkan dua aspek, yaitu kemampuan individu pemain sendiri dan struktur bertahan klub-klub Indonesia yang jauh dari kata \u201cbaik\u201d, jika tak mungkin kita menggunakan kata &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengapa Bali United Begitu Berbahaya?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10308,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[215,129,1626,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-05T01:00:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-05T00:28:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\",\"name\":\"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-05T01:00:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-05T00:28:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Kredit: Bali United\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia","description":"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-05T01:00:16+00:00","article_modified_time":"2017-09-05T00:28:29+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/","name":"Mengapa Bali United Begitu Berbahaya? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg","datePublished":"2017-09-05T01:00:16+00:00","dateModified":"2017-09-05T00:28:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebenarnya, yang dilakukan Bali United adalah cara-cara sederhana dalam usaha membangun serangan ke daerah pertahanan lawan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/05\/mengapa-bali-united-begitu-berbahaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DI3CeCuUQAERkjK.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"Kredit: Bali United"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10306"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}