{"id":10198,"date":"2017-09-03T12:00:11","date_gmt":"2017-09-03T05:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10198"},"modified":"2017-09-03T11:26:37","modified_gmt":"2017-09-03T04:26:37","slug":"transformasi-jerome-boateng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/","title":{"rendered":"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu"},"content":{"rendered":"<p>Dalam perubahannya ke bentuk sempurna, kupu-kupu melewati proses yang tidak sebentar dan tidak mudah. Pada awalnya, telur kupu-kupu ditetaskan oleh sang induk, dan berubah menjadi ulat. Tentu seekor ulat bukanlah hewan yang enak untuk dilihat, bukan? Proses ini terjadi tidak hanya sebentar, ulat kupu-kupu akan berganti kulit beberapa kali, sebelum mencapai bentuk dewasanya.<\/p>\n<p>Ulat yang sudah dewasa ini akan bertransformasi lagi menjadi kepompong. Di fase ini, si calon kupu-kupu harus menunggu beberapa waktu, diam tak bergerak, sebelum akhirnya keluar dari kepompongnya dan berubah menjadi kupu-kupu indah. Transformasi karier Jerome Boateng dapat dianalogikan seperti transformasi kupu-kupu ini.<\/p>\n<p>Bek Bayern Munchen ini terkenal akan kemampuan defensifnya yang luar biasa, baik dalam hal tekel maupun intersep. Boateng juga didukung oleh kemampuan fisik yang mumpuni, kuat dalam duel udara, maupun adu lari dengan penyerang lawan. Kelebihan lain yang Boateng miliki adalah ia mahir dalam mengolah bola dengan kakinya, serta kemampuan untuk bermain di berbagai posisi. Singkatnya, Boateng adalah salah satu bek terbaik dunia saat ini.<\/p>\n<p>Namun, Boateng sempat mengalami proses yang berat sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia. Proses yang mirip dengan proses metamorfosis kupu-kupu sebelum berubah ke bentuk yang sempurna.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/juan-pablo-sorin-and-jerome-boateng-of-hamburg-look-dejected-after-picture-id80534732\" width=\"1024\" height=\"642\" \/><\/p>\n<h3><strong>Rekam karier Boateng<\/strong><\/h3>\n<p>Boateng \u201cmenetas\u201d di Hertha Berlin, yang mana ia menghabiskan waktu di akademi hingga menembus tim utama Hertha di musim 2006\/2007. Hanya bertahan setahun di tim utama Hertha, Boateng pindah ke Hamburger SV di musim 2007\/2008. Pemain kebangsaan Jerman ini berkembang dengan baik di Hamburg.<\/p>\n<p>Ia sudah menjadi anggota utama di tim Hamburg ketika masih berusia 18 tahun. Ia berhasil membawa Hamburg dua kali menembus semifinal Liga Europa secara berturut-turut. Penetasan Boateng dari Hertha dan Hamburg berlangsung manis, mengingat karier Boateng di dua klub itu, terutama Hamburg, benar-benar cemerlang. Boateng bahkan mendapatkan tempat di Piala Dunia 2010 berkat performanya di Hamburg.<\/p>\n<p>Boateng mengalami masa-masa ulat dan kepompongnya bersama klub Inggris, Manchester City. Pada bursa transfer musim panas tahun 2010, Boateng ditransfer dari Hamburg dengan biaya sebesar 11 juta paun. Boateng tak pernah benar-benar menjadi pemain utama di skuat City, yang saat itu \u201chanya\u201d diisi oleh pemain-pemain belakang seperti Micah Richards dan Richard Dunne.<\/p>\n<p>Namun, Boateng benar-benar digembleng di City. Tak hanya mengisi posisi aslinya sebagai bek tengah, namun ia juga beberapa kali mengisi posisi sebelah kanan lini pertahanan City. Persis seperti ulat yang harus berganti kulit beberapa kali, Boateng juga harus mencoba posisi lain di usia yang begitu muda.<\/p>\n<p>Boateng juga harus bersabar, seperti kepompong, ketika tidak dimainkan dan harus menunggu di bangku cadangan. Namun, proses Boateng di Inggris tidak sia-sia, karena pada akhirnya ia bertransfromasi menuju bentuk yang indah sesudah pindah dari Manchester City.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jerome-boateng-of-bayern-muenchen-controls-the-ball-during-the-match-picture-id686613700\" width=\"1024\" height=\"652\" \/><\/p>\n<h3><strong>Keputusan tepat menerima pinangan Bayern M\u00fcnchen<\/strong><\/h3>\n<p>Bertahan hanya satu tahun di Manchester City, Boateng akhirnya pindah ke klub raksasa Jerman, Bayern M\u00fcnchen. Kepindahan Boateng ini disebabkan oleh keinginannya untuk bermain secara reguler dan memperbesar kansnya untuk masuk ke timnas Jerman. Dengan biaya transfer sebesar 13,5 juta euro, harga tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/01\/5-pembelian-murah-dan-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>bargain<\/em><\/a>. Terbukti, Boateng berhasil mengepakkan sayapnya yang indah bersama Bayern dan menjelma menjadi salah satu bek terbaik di dunia hingga kini.<\/p>\n<p>Kiprah Boateng di timnas juga berproses, dari tim muda hingga tim senior. Boateng adalah langganan timnas junior Jerman, mulai dari U-17, U-19, U-21, hingga kini menjadi tumpuan di timnas senior bersama rekannya di Bayern, Mats Hummels.<\/p>\n<p>Walaupun begitu, kiprah Boateng di timnas Jerman sempat memicu perkara dengan abangnya, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kevin-prince-boateng-yang-merindukan-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kevin-Prince Boateng<\/a>. Memiliki darah Ghana, Boateng bersaudara dapat memilih, mau membela timnas Jerman atau Ghana. Sang kakak memilih untuk memilih timnas Ghana, sedangkan adiknya, tetap membela Jerman di timnas senior.<\/p>\n<p>Pertikaian mereka dimulai di tahun 2010, ketika Prince yang kala itu membela Portsmouth, mencederai bintang Jerman, Michael Ballack, yang kala itu tergabung dengan Chelsea, di laga Piala FA. Jerome sempat menegur abangnya habis-habisan, bahkan sempat diisukan bahwa mereka putus hubungan. Namun, pada akhirnya, hubungan mereka kembali baik walaupun negara yang mereka bela berbeda.<\/p>\n<p>Karier Boateng menjadi pengingat bagi kita, bahwa kehidupan adalah sebuah proses. Terkadang, prosesnya tidak selalu menyenangkan, namun apabila kita tidak berhenti berusaha, akhirnya akan menjadi indah, seperti proses yang kupu-kupu alami untuk berkembang. Boateng mampu melewati masa-masa sulitnya, mampu untuk bersabar, dan kini ia menuai hasilnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10208 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1040x1040px-1024x1024.jpg\" alt=\"Jerome Boateng\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p><em>Alles <\/em><em>g<\/em><em>ute zum <\/em><em>g<\/em><em>eburtstag<\/em>, Jerome!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Ganesha Arif Lesmana (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ganesharif\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ganesharif<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penggemar sepak bola dan basket<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam perubahannya ke bentuk sempurna, kupu-kupu melewati proses yang tidak sebentar dan tidak mudah. Pada awalnya, telur kupu-kupu ditetaskan oleh sang induk, dan berubah menjadi ulat. Tentu seekor ulat bukanlah hewan yang enak untuk dilihat, bukan? Proses ini terjadi tidak hanya sebentar, ulat kupu-kupu akan berganti kulit beberapa kali, sebelum mencapai bentuk dewasanya. Ulat yang sudah dewasa ini akan bertransformasi lagi menjadi kepompong. Di fase ini, si calon kupu-kupu harus menunggu beberapa waktu, diam tak bergerak, sebelum akhirnya keluar dari kepompongnya dan berubah menjadi kupu-kupu indah. Transformasi karier Jerome Boateng dapat dianalogikan seperti transformasi kupu-kupu ini. Bek Bayern Munchen ini terkenal akan kemampuan defensifnya yang luar biasa, baik dalam hal &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10206,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[918,143,129,1786,122],"class_list":["post-10198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","tag-bayern-muenchen","tag-bundesliga","tag-featured","tag-jerome-boateng","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-03T05:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu\",\"datePublished\":\"2017-09-03T05:00:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/\"},\"wordCount\":695,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/3-Jerome-1200x674px.jpg\",\"keywords\":[\"Bayern Muenchen\",\"Bundesliga\",\"Featured\",\"Jerome Boateng\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/\",\"name\":\"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/3-Jerome-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-03T05:00:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/transformasi-jerome-boateng\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/3-Jerome-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/3-Jerome-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Jerome Boateng\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia","description":"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-03T05:00:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu","datePublished":"2017-09-03T05:00:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/"},"wordCount":695,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg","keywords":["Bayern Muenchen","Bundesliga","Featured","Jerome Boateng","Slider"],"articleSection":["Eropa","Jerman"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/","name":"Transformasi Jerome Boateng yang Seperti Kupu-Kupu | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-09-03T05:00:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jerome Boateng sempat mengalami proses yang berat dalam kariernya sebelum mematenkan statusnya sebagai salah satu bek terbaik dunia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/transformasi-jerome-boateng\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/3-Jerome-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Jerome Boateng"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10198"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10198\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}