{"id":10164,"date":"2017-09-03T07:30:43","date_gmt":"2017-09-03T00:30:43","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10164"},"modified":"2017-09-03T12:33:41","modified_gmt":"2017-09-03T05:33:41","slug":"bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/","title":{"rendered":"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa?"},"content":{"rendered":"<p>Di laga kedua Timnas U-22 kontra Filipina di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/sea-games-2017\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SEA Games 2017<\/a>, jumlah penonton membengkak secara drastis. Bila di laga pertama jumlah suporter tak menyentuh angka 10 ribu, di laga kedua yang berlangsung di malam hari, jumlah suporter meningkat pesat dengan estimasi angka menyentuh angka 10 ribu lebih. Beberapa klaim dari media Malaysia bahkan menyebut ada 15 ribu suporter kala itu di Stadion Shah Alam.<\/p>\n<p>Dan membeludaknya jumlah suporter ini terasa di antrian panjang memasuki stadion. Panitia hanya membuka dua pintu untuk mengakomodasi puluhan ribu suporter yang datang. Keputusan yang aneh dan menyebabkan antrean suporter mengular panjang di Pintu G dan H Stadion Shah Alam. Di tengah-tengah keriuhan antrean, saya menghampiri seorang petugas keamanan.<\/p>\n<p>\u201c<em>Kenape ni<\/em> tak buka cukup <em>gate, bang<\/em>?\u201d, ujar saya sopan dan sok akrab kepada petugas berbadan besar keturunan India. Dengan peluh masih menetes dan seragamnya yang mulai basah kuyup karena keringat, beliau masih menyempatkan tersenyum dan menjawab, \u201csebab <em>security<\/em> kita perketat, kemarin ada suporter Indonesia bawa senjata tajam ke stadion.\u201d<\/p>\n<p>Saya terkejut, raut muka saya menegang, tapi berusaha tenang. Laga pertama melawan Thailand hanya dihadiri tak sampai 50 suporter Thailand. Kenapa gerangan masih ada suporter Indonesia yang melawat ke Shah Alam membawa senjata tajam? Dari petugas, saya tahu kemudian bahwa senjata tajam yang dibawa berupa dua celurit dan satu pisau.<\/p>\n<p>Untuk hal-hal seperti ini, saya terkadang sering kehabisan kata-kata dan mendadak merasa bodoh. Selain dalamnya samudera dan isi hati perempuan, ada satu yang misterius di dunia ini: isi kepala segelintir suporter Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/indonesia-fans-during-the-men-football-semi-final-between-malaysia-picture-id839530192\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dari senjata tajam hingga petasan<\/strong><\/h3>\n<p>Berkunjung ke stadion, dari tafsir Eduardo Galeano sampai nukilan Darmanto Simaepa, saya rasa tak ada satupun yang menyinggung bahwa kehadiran ke stadion harus seperti bersiap untuk berangkat perang. Kita tidak melawan musuh di stadion, melainkan menuntaskan hajat demi kesehatan batin. Menonton sepak bola, selain eskapisme dari brengseknya dunia, juga cara terbaik meredakan tekanan hidup. Kalau kamu ke stadion membawa senjata tajam hingga petasan, kamu ini mau menonton bola apa bersiap Perang Dunia, bung?<\/p>\n<p>Dari segelintir fakta mencengangkan tentang perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos, yang jika merunut pada teori Charles Darwin, mungkin mereka tidak sukses melanjutkan proses evolusi dari monyet menjadi manusia.<\/p>\n<p>Saya masih cukup bisa memahami perilaku ibu-ibu penunggang motor\u00a0 yang memencet sein belok ke kanan tapi justru belok ke kiri. Atau segelintir orang yang dengan bangga memamerkan kenikmatan memakan rendang dengan kecap. Tapi memahami kelakuan oknum yang membawa petasan ke dalam stadion, rasa-rasanya hal itu hanya bisa dipahami oleh sesama primata saja, misalnya, sesama monyet.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DIrxRmZUMAElOOA.jpg\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: PSSI<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Petugas keamanan, peran panitia, dan kesadaran suporter<\/strong><\/h3>\n<p>Meninggalnya Catur Yuliantono akibat terkena lemparan petasan di Stadion Patriot kemarin sore (2\/9), adalah sebuah duka yang terjadi karena segelintir monyet tak tahu cara bertingkah selaiknya manusia biasa saat menonton sepak bola. Kamu tahu, pola pikir monyet hanya bisa dipahami oleh sesama monyet, kendati monyet adalah satu-satunya primata yang diklaim mendekati kecerdasan manusia.<\/p>\n<p>Lalu, apakah petugas keamanan dan PSSI patut bertanggung jawab atas duka di Stadion Patriot lalu? Tentu saja.<\/p>\n<p>Tapi ingat, sebaik-baiknya aturan dan seketat apapun keamanan yang diterapkan, semua akan selalu menemui titik kecil untuk diterobos. Saya ambil contoh tentang laga sepak bola di SEA Games 2017 lalu. Hampir di setiap stadion, baik di Shah Alam maupun Selayang, selalu ada razia botol di tiap pintu masuk. Semua tas penonton melewati mesin <em>scan <\/em>dan penggeledahan dua lapis oleh petugas keamanan. Tapi hebatnya, masih ada botol beterbangan di stadion ketika suporter kecewa dengan kejadian yang terjadi di atas lapangan hijau. Ajaib, ya?<\/p>\n<p>Itulah titik di mana suporter, utamanya di Indonesia, untuk paham bahwa, sekali lagi saya tegaskan, suporter adalah nyawa di sepak bola, bukan pemburu nyawa. Tak perlu ada pemukulan, pelemparan botol, apalagi membawa petasan dan barang berbahaya ke stadion. Bila suporter tak mampu melakukan hal sederhana seperti menyesuaikan isi otaknya dengan cara berpikir manusia waras pada umumnya, sebaiknya tak perlu datang ke stadion selamanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/suporter-adalah-nyawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Suporter adalah Nyawa, Bukan Pemburu Nyawa<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Karena kamu tahu, stadion adalah tempat manusia menonton dan menikmati sepak bola. Monyet tempatnya di hutan. Sesederhana itu.<\/p>\n<p><strong>Isidorus Rio Turangga \u2013 Editor Football Tribe Indonesia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di laga kedua Timnas U-22 kontra Filipina di SEA Games 2017, jumlah penonton membengkak secara drastis. Bila di laga pertama jumlah suporter tak menyentuh angka 10 ribu, di laga kedua yang berlangsung di malam hari, jumlah suporter meningkat pesat dengan estimasi angka menyentuh angka 10 ribu lebih. Beberapa klaim dari media Malaysia bahkan menyebut ada 15 ribu suporter kala itu di Stadion Shah Alam. Dan membeludaknya jumlah suporter ini terasa di antrian panjang memasuki stadion. Panitia hanya membuka dua pintu untuk mengakomodasi puluhan ribu suporter yang datang. Keputusan yang aneh dan menyebabkan antrean suporter mengular panjang di Pintu G dan H Stadion Shah Alam. Di tengah-tengah keriuhan antrean, saya menghampiri &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10165,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[417,129,122,687,299],"class_list":["post-10164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-editorial","tag-featured","tag-slider","tag-suporter","tag-timnas-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-03T00:30:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-03T05:33:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"788\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa?\",\"datePublished\":\"2017-09-03T00:30:43+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-03T05:33:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/\"},\"wordCount\":685,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg\",\"keywords\":[\"Editorial\",\"Featured\",\"Slider\",\"Suporter\",\"Timnas Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/\",\"name\":\"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-03T00:30:43+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-03T05:33:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/09\\\/03\\\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/09\\\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg\",\"width\":1080,\"height\":788,\"caption\":\"Kredit: PSSI\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia","description":"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-03T00:30:43+00:00","article_modified_time":"2017-09-03T05:33:41+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":788,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa?","datePublished":"2017-09-03T00:30:43+00:00","dateModified":"2017-09-03T05:33:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/"},"wordCount":685,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg","keywords":["Editorial","Featured","Slider","Suporter","Timnas Indonesia"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/","name":"Kalian Bawa Petasan ke Stadion Buat Apa? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg","datePublished":"2017-09-03T00:30:43+00:00","dateModified":"2017-09-03T05:33:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Perilaku suporter yang barbar di stadion, saya rasa mereka-mereka yang masih membawa petasan ke dalam stadion adalah kumpulan monyet-monyet di Galapagos.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/03\/bawa-petasan-ke-stadion-itu-buat-apa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/21226915_1317325955043878_9205237757218127872_n.jpg","width":1080,"height":788,"caption":"Kredit: PSSI"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10164"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10164\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}