{"id":10161,"date":"2017-09-02T14:45:27","date_gmt":"2017-09-02T07:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10161"},"modified":"2017-09-03T07:15:44","modified_gmt":"2017-09-03T00:15:44","slug":"joey-barton-adiksinya-pada-anarki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/","title":{"rendered":"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai"},"content":{"rendered":"<p>Apa yang pertama kali ada dalam benak saat mendengar nama Joey Barton?<\/p>\n<p>Sikap tak kenal aturan di dalam dan luar lapangan mungkin jadi jawaban mayoritas. Faktanya, Barton memang tak bisa dipisahkan dengan kebrutalan yang dilakukannya sejak memulai karier profesional di Manchester City pada 2002 silam. Namun, di antara banyak hal anarki yang membuatnya seakan ketergantungan, Barton juga dikenal sebagai pesepak bola paling jujur dalam beropini.<\/p>\n<p>Lahir di Huyton, Liverpool, hari ini 34 tahun lalu, latar belakang keluarga Barton memang cukup memprihatinkan. Anak pertama dari empat bersaudara ini sudah harus menyaksikan getirnya kehidupan setelah orang tuanya berpisah saat dirinya baru berusia 14 tahun. Sempat digadang-gadang bakal jadi atlet rugbi berbakat, Barton malah memilih sepak bola sebagai jalan hidupnya. Pilihannya tak salah, meski diwarnai beragam kejadian kontroversial.<\/p>\n<p>Setelah menjalani serangkaian penampilan debut pada akhir musim 2002\/2003, dia mendapat hadiah kontrak berdurasi satu tahun dari manajer City kala itu, Kevin Keegan. Benih kebrutalan hadir tak lama berselang. Pada laga Piala FA melawan Tottenham Hotspur, April 2004, Barton menerima kartu merah pertamanya atas insiden janggal: memprotes keras wasit saat jeda babak pertama dilangsungkan. Meski demikian, dia mengakhiri musim dengan status pemain muda terbaik The Citizens.<\/p>\n<p>Musim 2004\/2005, kebrutalan mulai terlihat dalam diri Barton. Pertama, dirinya memicu perkelahian antarpemain setelah dituduh mengait kaki lawan pada pertandingan yang sebenarnya cuma bertajuk uji coba pramusim. Jika itu belum cukup, malam Natal 2004 diwarnai dengan insiden penekanan rokok pada mata pemain muda City, Jamie Tandy, yang membuat Barton didenda setara enam pekan gajinya.<\/p>\n<p>Setelahnya, karier Barton tak bisa lepas dari kebrutalan, mulai dari menabrak pejalan kaki di Liverpool pada pukul 2 dinihari, hingga kekerasan yang dilakukannya terhadap suporter muda Everton saat tur bersama The Citizens di Thailand. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu sempat menjalani terapi, tapi malah semakin menjadi-jadi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/joey-barton-of-qpr-and-aaron-cresswell-of-west-ham-fight-for-the-ball-picture-id471082728\" width=\"1024\" height=\"756\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bangkit dari penjara<\/strong><\/h3>\n<p>Insiden yang paling tersohor adalah saat dirinya berkelahi dengan rekan setim, Ousmane Dabo, pada sesi latihan City hingga sang pemain tak sadarkan diri. Atas kejadian itu, Barton harus menjalani hukuman penjara dan mengakhiri karier di The Citizens lebih dini. Usai jadi pesakitan, pendukung Partai Buruh di Inggris itu memilih Newcastle United sebagai destinasi anyarnya. Di St. James\u2019 Park, Barton tetap dikenal sebagai pemain brutal, tapi dicintai suporter karena dedikasi dan kerja kerasnya.<\/p>\n<p>Kendati sempat diwarnai perselisihannya dengan manajer Alan Shearer, Barton bertahan di Newcastle, bahkan saat terdegradasi ke Divisi Championship musim 2009\/2010. Teman dekat pentolan Oasis, Noel Gallagher itu, membantu The Magpies promosi semusim setelahnya.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya pada musim panas 2011, Barton pindah ke Queens Park Rangers dan ditahbiskan menjadi kapten klub. Pengalaman buruk membuatnya banyak belajar dan sempat bangkit hingga menuai pujian baik dari suporter maupun manajer QPR kala itu, Mark Hughes.<\/p>\n<p>Sayangnya, periode baik tersebut tak bertahan lama. Pada laga pamungkas musim 2011\/2012, Barton mendapat kartu merah usai menyikut penyerang Manchester City, Carlos Tevez. QPR yang kala itu berada di ambang degradasi, akhirnya tertolong oleh hasil tim lain, meski di Etihad Stadium kalah dan sekaligus jadi penentu gelar juara The Citizens. Setelahnya, Barton sempat menjalani masa peminjaman lumayan baik di Olympique Marseille, salah satunya lewat gol dari sepak pojok langsung.<\/p>\n<p>Musim 2015\/2016, Barton bergabung dengan Burnley dan jadi bintang atas promosi klub ke Liga Primer Inggris, tapi malah pindah ke Rangers FC di Liga Skotlandia. Dia kembali ke Burnley awal tahun ini, sebelum dihukum 18 bulan larangan bertanding akibat terbukti berjudi hingga lebih dari seribu kali pada periode 2006 sampai 2016 lalu. Kini meski hukumannya dikurangi lebih dari lima bulan, Barton lebih banyak menghabiskan waktu jadi komentator, baik di media maupun di Twitter.<\/p>\n<p>Sebagai seorang komentator, Barton tak jarang mengeluarkan kritikan pedas. Namun, hal itu malah jadi bumbu tersendiri akan kejujuran dalam beropini yang terus dipegangnya. Mantan kapten Liverpool dan timnas Inggris, Steven Gerrard, sempat memuji Barton karena menganggapnya sebagai salah satu pesepak bola dengan filosofi bagus. Banyak juga yang menyebut pengoleksi satu caps bersama timnas senior Inggris itu mirip dengan Eric Cantona, tentu minus beragam trofi yang diraih sang legenda bersama Manchester United.<\/p>\n<p>Untuk pemain yang dibenci sekaligus dicintai, angkat gelas sekali lagi dan rayakan hari bahagianya dengan suka cita seraya berharap masih bisa melihatnya kembali beraksi di atas lapangan hijau. Selamat ulang tahun, Joseph Anthony Barton!<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Perdana Nugroho<\/em><\/strong><br \/>\n<strong><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang pertama kali ada dalam benak saat mendengar nama Joey Barton? Sikap tak kenal aturan di dalam dan luar lapangan mungkin jadi jawaban mayoritas. Faktanya, Barton memang tak bisa dipisahkan dengan kebrutalan yang dilakukannya sejak memulai karier profesional di Manchester City pada 2002 silam. Namun, di antara banyak hal anarki yang membuatnya seakan ketergantungan, Barton juga dikenal sebagai pesepak bola paling jujur dalam beropini. Lahir di Huyton, Liverpool, hari ini 34 tahun lalu, latar belakang keluarga Barton memang cukup memprihatinkan. Anak pertama dari empat bersaudara ini sudah harus menyaksikan getirnya kehidupan setelah orang tuanya berpisah saat dirinya baru berusia 14 tahun. Sempat digadang-gadang bakal jadi atlet rugbi berbakat, Barton &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10162,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[286,129,283],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-02T07:45:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-03T00:15:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"658\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"370\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\",\"name\":\"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-02T07:45:27+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-03T00:15:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg\",\"width\":658,\"height\":370,\"caption\":\"Kredit: Mirror\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia","description":"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia","og_description":"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-02T07:45:27+00:00","article_modified_time":"2017-09-03T00:15:44+00:00","og_image":[{"width":658,"height":370,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/","name":"Joey Barton, Adiksinya Pada Anarki dan Mengapa Dia Tetap Dicintai | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg","datePublished":"2017-09-02T07:45:27+00:00","dateModified":"2017-09-03T00:15:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar dan membaca nama Joey Barton? Kebrutalan dan sifat anarkisnya cukup melegenda di sepak bola Inggris dan Eropa","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/joey-barton-adiksinya-pada-anarki\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/joey-barton-man-city-fight.jpg","width":658,"height":370,"caption":"Kredit: Mirror"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10161"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}