{"id":10131,"date":"2017-09-02T10:30:37","date_gmt":"2017-09-02T03:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=10131"},"modified":"2017-09-03T07:23:16","modified_gmt":"2017-09-03T00:23:16","slug":"menyelisik-kemampuan-yann-karamoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/","title":{"rendered":"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh"},"content":{"rendered":"<p>Pada detik-detik akhir menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas kali ini, kesebelasan asal Italia, Internazionale Milano, memastikan perekrutan seorang penggawa anyar. Dia adalah Yann Karamoh, <em>winger<\/em> muda berkebangsaan Prancis yang dimiliki oleh Stade Malherbe Caen.<\/p>\n<p>Pemain berusia 19 tahun ini didatangkan Inter ke Stadion Giuseppe Meazza dengan status pinjaman selama dua musim dan opsi mempermanenkannya, konon dengan tebusan sekitar 8 juta euro.<\/p>\n<p>Dengan ekspektasi menjulang yang Interisti tunjukkan terhadap klub idolanya sepanjang bursa transfer, bisa jadi perekrutan Karamoh terasa kurang mewah. Pasalnya, beberapa nama <em>winger<\/em> yang lebih kondang seperti Keita Balde Diao dan Angel Di Maria sempat diberitakan sejumlah media jadi buruan utama La Benemata guna memperkokoh sektor depan pada bursa transfer kemarin.<\/p>\n<p>Menimba ilmu di akademi Caen sejak tahun 2011, Karamoh akhirnya berhasil menembus tim utama setahun lalu, tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2016, tatkala diturunkan sebagai pemain pengganti pada laga Caen melawan Lorient. Menariknya, setelah itu Karamoh justru memperoleh banyak kesempatan dari Patrice Garande, pelatih Caen, buat unjuk gigi.<\/p>\n<p>Berdasarkan statistik yang dihimpun via <em>Transfermarkt<\/em>, pada musim 2016\/2017 yang lalu Karamoh merumput sebanyak 36 kali di seluruh ajang yang diikuti Caen. Bermain selama 2.263 menit, Karamoh sanggup menyumbang 5 gol dan 4 asis. Bukan torehan yang jelek untuk pemain belia walau \u2018hanya\u2019 mentas di Ligue 1.<\/p>\n<p>Mungkin performa ini pula yang menjadi pertimbangan utama dua sosok yang memegang kendali transfer Inter, Walter Sabatini dan Piero Ausilio, untuk memboyongnya. Tentu saja usai mendapat masukan dari sejumlah pemandu bakat La Beneamata serta persetujuan <em>allenatore<\/em> Inter, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/11\/asa-di-pundak-luciano-spalletti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Luciano Spalletti<\/a>.<\/p>\n<p>Sayangnya, penampilan Karamoh yang cukup lumayan itu gagal mengantar kesebelasan mungil dari utara Prancis itu finis di papan tengah Ligue 1. Di akhir musim, Caen tercecer di peringkat ke-17 dan hanya unggul sebiji angka dari Lorient yang menghuni posisi ke-18 guna selamat dari hisapan degradasi ke Ligue 2.<\/p>\n<p>Di samping itu, keputusan sekaligus perjudian Inter buat memboyong Karamoh telah menunjukkan bahwa manajemen tak sekadar ingin membangun tim untuk masa sekarang tapi juga untuk beberapa tahun mendatang.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Kelebihan dan kekurangan<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=jUD0LbpeQ-o\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=jUD0LbpeQ-o<\/a><\/p>\n<p>Sudah menjadi rahasia umum apabila Interisti kurang menyukai tipe permainan dari Antonio Candreva di area sayap kanan Inter. Mereka menganggap jika lelaki kelahiran Roma itu bukanlah representasi <em>winger<\/em> modern yang gesit dan eksplosif serta kerap melakukan <em>cut inside<\/em> guna menusuk jantung pertahanan lawan sekaligus memberi opsi tambahan dalam fase menyerang.<\/p>\n<p>Gaya main Candreva dinilai terlalu klasik lantaran lebih banyak beroperasi di wilayah sayap untuk mengirim umpan silang ke kotak penalti. Padahal, dengan pengalaman segudang serta kemampuan apik yang dimilikinya, Interisti berharap jika Candreva bisa mengimbangi performa cemerlang Ivan Perisic yang mengokupansi area sayap kiri La Beneamata.<\/p>\n<p>Lalu, apakah Karamoh bisa menjawab asa Interisti akan keberadaan <em>winger<\/em> eksplosif lain?<\/p>\n<p>Bercermin pada video di atas, Karamoh yang sering merumput di posisi <em>winger<\/em> kanan, walau bisa juga turun sebagai <em>winger<\/em> kiri, tentu bisa menyediakan opsi yang lebih bervariasi untuk Spalletti. Berbeda dengan Candreva yang pergerakannya statis dan tak memiliki kecepatan prima, penampilan Karamoh memang sedikit mirip dengan Perisic.<\/p>\n<p>Bermodal kecepatan dan <em>footwork<\/em> yang mumpuni, penampilan Karamoh memang lebih gesit dan liat. Ketika bola ada di kakinya, pemain yang di Inter bakal mengenakan seragam bernomor punggung 17 ini pun tak ragu untuk melakukan giringan sembari beradu <em>sprint<\/em> dengan pemain lawan agar mendapat kesempatan lebih luas dalam menciptakan atau malah mengeksekusi peluang.<\/p>\n<p>Tak sampai di situ, Karamoh juga memiliki nyali besar sehingga berani melakoni duel-duel fisik walau ukuran tubuhnya cenderung kecil. Keberanian itu juga yang membuatnya tak ragu untuk melakukan sejumlah trik agar lepas dari penjagaan pemain lawan.<\/p>\n<p>Terlepas dari sejumlah kelebihan yang dimilikinya, Karamoh juga masih punya beberapa kelemahan. Layaknya pemain-pemain belia, karakter individualis Karamoh masih terlihat menonjol. Entah karena ingin membuktikan diri bahwa ia punya kemampuan lebih atau cuma sekadar pamer <em>skill<\/em> belaka. Walau harus diakui, <em>skill<\/em> yang dimiliki pemain kelahiran Abidjan ini juga belum terlalu istimewa.<\/p>\n<p>Saat bermain, Karamoh sering tertangkap melakukan aksi-aksi solo, meski berada di situasi terjepit, ketimbang memperluas opsi serangan atau mempertahankan penguasaan bola via kerja sama bersama rekan-rekannya yang berposisi lebih bebas. Kondisi ini pada akhirnya sering membuat fase serangan tim yang ia bela justru tersendat dan peluang yang ada di depan mata terbuang percuma.<\/p>\n<p>Kemampuan <em>finishing<\/em> yang dipunyai Karamoh juga belum begitu prima meski di sejumlah situasi pertandingan, dirinya berada di posisi yang menguntungkan untuk menceploskan gol ke gawang lawan. Jika turun berlaga, hal ini tentu bisa menjadi sedikit problem andai Mauro Icardi atau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/24\/mengapa-mourinho-idamkan-ivan-perisic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perisic<\/a> dijaga ketat oleh penggawa lawan.<\/p>\n<p>Namun tenanglah Interisti, sejumlah penilaian awal di atas tak sepatutnya membuat Anda khawatir secara berlebihan karena saya pun yakin jika Spalletti sudah mengantongi plus-minus yang dimiliki Karamoh bahkan sejak namanya mengemuka jadi incaran La Beneamata. Manajer berkepala plontos dan staf kepelatihannya pasti memiliki cara buat menggembleng Karamoh agar semakin matang.<\/p>\n<p>Mengingat usianya masih begitu muda, Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan supaya bisa menjadi sesosok <em>winger<\/em> brilian di masa yang akan datang. Jika tak sesempurna performa Lionel Messi, Arjen Robben maupun Cristiano Ronaldo, setidaknya Karamoh bisa menyamai level Perisic yang kini semakin dicintai Interisti dan investasi La Beneamata untuknya tidak sia-sia.<\/p>\n<p>Asal jangan seperti Jonathan Biabiany versi 2.0 ya, Yann!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada detik-detik akhir menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas kali ini, kesebelasan asal Italia, Internazionale Milano, memastikan perekrutan seorang penggawa anyar. Dia adalah Yann Karamoh, winger muda berkebangsaan Prancis yang dimiliki oleh Stade Malherbe Caen. Pemain berusia 19 tahun ini didatangkan Inter ke Stadion Giuseppe Meazza dengan status pinjaman selama dua musim dan opsi mempermanenkannya, konon dengan tebusan sekitar 8 juta euro. Dengan ekspektasi menjulang yang Interisti tunjukkan terhadap klub idolanya sepanjang bursa transfer, bisa jadi perekrutan Karamoh terasa kurang mewah. Pasalnya, beberapa nama winger yang lebih kondang seperti Keita Balde Diao dan Angel Di Maria sempat diberitakan sejumlah media jadi buruan utama La Benemata guna memperkokoh sektor depan pada &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10132,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[129,100,131,645,1780],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-02T03:30:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-09-03T00:23:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"742\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\",\"name\":\"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-02T03:30:37+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-03T00:23:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg\",\"width\":1200,\"height\":742,\"caption\":\"Kredit: Inter\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia","description":"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia","og_description":"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-09-02T03:30:37+00:00","article_modified_time":"2017-09-03T00:23:16+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":742,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/","name":"Ketika Mbah Budi Menyelisik Kemampuan Yann Karamoh | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg","datePublished":"2017-09-02T03:30:37+00:00","dateModified":"2017-09-03T00:23:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Mengingat usianya masih begitu muda, Yann Karamoh juga memiliki banyak waktu untuk terus memacu diri dan meningkatkan kemampuan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/02\/menyelisik-kemampuan-yann-karamoh\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/DIlsMQrXkAAoiDw.jpg","width":1200,"height":742,"caption":"Kredit: Inter"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10131"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10131"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10131\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}