Piala Dunia 2018

Negara-Negara yang Berpeluang untuk Segera Debut di Piala Dunia

Panama dan Islandia telah menancapkan pesona mereka masing-masing di Piala Dunia 2018. Dengan jumlah peserta yang akan segera bertambah menjadi 48 tim, semakin banyak negara yang berpeluang menjalani debutnya di Piala Dunia.

Dengan mengesampingkan Qatar yang dipastikan akan debut sebagai tuan rumah pada tahun 2022, berikut ini beberapa negara yang kami rasa sedikit lagi akan tampil di Piala Dunia berdasarkan performa konsisten mereka:

Uzbekistan

Sejak bergabung dengan AFC dan FIFA pada tahun 1994, Uzbekistan langsung menggebrak dengan memenangkan medali emas Asian Games 1994. Selama dua dekade, mereka cukup kesulitan berprestasi di Asia. Namun sejak menjadi semifinalis Piala Asia tahun 2011, Uzbekistan terlihat semakin dekat ke Piala Dunia. apalagi mereka meletakkan fondasi mantap yang menjuarai Piala Asia U-23 2018.

Bahrain

Bisa dibilang inilah tim paling sial di Asia karena gagal lolos ke Piala Dunia di saat-saat terakhir dua kesempatan berturut-turut. Pertama adalah tahun 2006 ketika mereka tumbang dari Trinidad & Tobago di babak play-off. Empat tahun setelahnya, Bahrain kembali digagalkan Selandia Baru di fase yang sama. Meski pada kualifikasi 2018 gagal di ronde kedua, Bahrain selalu menjadi kandidat serius debutan dari Asia.

Venezuela

Semua peserta kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL sudah pernah merasakan atmosfer Piala Dunia, kecuali Venezuela. Meski demikian, bukan berarti negeri asal telenovela ini tak mengalami perkembangan berarti. Mereka mengalami prestasi terbaik sepanjang sejarah ketika menembus semifinal Copa America 2011, dan kini semakin banyak pemain Venezuela merumput di Eropa.

Zambia

Zambia membuat kejutan ketika menjuarai Piala Afrika 2012, di bawah asuhan pelatih Maroko di Piala Dunia 2018, Herve Renard. Negara yang tak diperkuat pemain-pemain terkenal ini juga sanggup finis di posisi kedua babak kualifikasi zona Afrika, di bawah Nigeria, tapi di atas tim kuat lain, Kamerun.

Mali

Melahirkan talenta-talenta kelas dunia seperti Seydou Keita dan Frederic Kanoute, ternyata tak menjamin Mali sukses di kancah internasional. Mereka belum sekali pun tampil di Piala Dunia dan menjuarai Piala Afrika. Meski demikian, mereka tak kenal lelah dalam mendobrak dominasi para elite Afrika lain dengan menembus empat semifinal Piala Afrika dalam 9 edisi terakhir.

Albania

Hari-hari ketika Albania dianggap anak bawang di Eropa rasanya sudah lama berlalu. Mereka mengukir sejarah dengan tampil di Piala Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 2016 lalu. Setelah itu, Albania sanggup finis di posisi ketiga kualifikasi di grup yang melibatkan dua tim kuat, Spanyol dan Italia.

Montenegro

Negara pecahan Yugoslavia ini juga rasanya sudah semakin dekat dengan turnamen internasional pertama sejak bergabung dengan FIFA pada tahun 2010. Montenegro juga selalu melahirkan pemain-pemain berkualitas dari Mirko Vucinic, Stevan Jovetic, dan Stefan Savic.

Kepulauan Solomon, Tahiti, dan Papua Nugini

Zona Oseania atau OFC selalu cenderung dilupakan dunia. Padahal, zona ini sangat berpeluang melahirkan tim debutan baru sejak Australia memutuskan pindah ke zona Asia. Memang masih ada Selandia Baru yang dominan, tapi Kepulauan Solomon dan Papua Nugini sudah berhasil menembus final kualifikasi zona OFC dalam beberapa edisi terakhir. Jangan lupakan Tahiti yang secara mengejutkan menjuarai Piala OFC 2012.