Nasional Bola

Tribe Rating: Madura United Tumpul di Bantul

Madura United gagal menunaikan misinya menjadi pemuncak klasemen di pekan kedua Go-Jek Liga 1, setelah takluk 1-0 dari PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul. Gol semata wayang The Army dicetak oleh Wawan Febriyanto pada menit ke-38, memanfaatkan asis Firmansyah.

Berikut adalah rating pemain Madura United:

Satria Tama: 6

Sempat melakukan satu penyelamatan apik saat menghalau sundulan Aleksandar Rakic, tapi tak kuasa menggagalkan upaya Wawan Febriyanto jelang akhir babak pertama. Di babak kedua Satria Tama hampir kebobolan lagi, tapi sepakan Wawan mengenai tiang.

Beny Wahyudi: 5,5

Gol PS Tira berawal dari area bermainnya, yang menjadi “area baru” karena baru saja bertukar posisi dengan Alfath. Beny di awal laga bermain sebagai bek kiri dan jelang akhir babak pertama bertukar posisi, tapi justru berbuah petaka bagi Madura United.

Fachruddin Aryanto: 5,5

Kegagalannya memotong umpan Firmansyah berujung gol PS Tira. Secara keseluruhan Fachrudin tidak bermain buruk, tapi terlihat sekali ada penurunan performa dibandingkan musim lalu. Semoga di pekan berikutnya sang kapten dapat bangkit.

Foto: Satupedia

Fabiano Beltrame: 6

Sama seperti Fachruddin, Fabiano juga kerap kewalahan meladeni serangan balik PS Tira. Saat naik membantu serangan baru ia tampil lebih baik, dengan mendapat dua peluang emas melalui sundulan dari bola mati, tapi gagal berujung gol.

Foto: Fourfourtwo

Alfath Faathier: 5,5

Belum menunjukkan performa seperti di Persiba Balikpapan musim lalu. Tak ada tusukan atau penetrasi khas Alfath di pertandingan ini, walau sempat digeser dari bek kanan ke posisi favoritnya, bek kiri. Ia ditarik keluar pada menit ke-59, digantikan Bayu Gatra.

Raphael Maitimo: 7

Gelandang terbaik Madura United malam ini. Maitimo bermain disiplin saat bertahan, efektif saat menyerang. Ia melakukan beberapa intersep, dan memiliki 3 peluang emas di menit ke-22, 36, dan 61. Sayangnya tak ada satupun yang menembus gawang PS Tira.

Slamet Nurcahyo: 5

Mengulang performa buruknya pekan lalu. Cahyo lagi-lagi gagal menyuplai bola matang untuk lini depan Madura United, dan sering buntu dalam berkreasi. Ia hanya bertahan 47 menit di lapangan, setelah digantikan Bayu Gatra.

Nuriddin Davronov: 5,5

Debut yang tidak mengesankan dari pemain timnas Tajikistan ini. Davronov kurang memberi kontribusi berarti pada serangan Madura United, pun saat bertahan ia sering kecolongan. Ia digantikan Cristian Gonzales pada menit ke-80.

Foto: Foxsportasia

Zah Rahan: 5,5

Playmaker legendaris ini juga belum menemukan sentuhan terbaiknya. Tidak ada ancaman berarti yang diberikan Zah Rahan ke gawang PS Tira, dan aksi-aksi individunya juga tidak terlalu membahayakan. Apakah karena faktor usia?

Greg Nwokolo: 7

Seperti bekerja sendirian mencari gol untuk Madura United. Maju-mundur bergerak ke sana ke mari membuka ruang mencari bola untuk mencetak gol, tapi selama 90 menit nihil hasilnya. Eksekusi tendangan bebasnya sangat akurat, salah satunya hampir gol.

Alberto de Paula: 5

Hanya ada satu peluang emas yang dicatatkan Beto, yakni pada menit ke-64. Selebihnya, Beto lebih sering kesulitan melepaskan diri dari kawalan lawan, persis seperti pekan pertama saat dikunci bek-bek Barito Putera.

Foto: Madura United

Pengganti

Bayu Gatra: 6

Masuk lebih awal, kali ini di menit ke-47 dengan harapan dapat menjadi kartu as seperti di pekan pertama. Namun, skema Milomir Seslija kali ini gagal. Bayu kesulitan mendapat ruang tembak, bahkan untuk masuk ke kotak penalti PS Tira saja sangat sulit.

Engelberd Sani: 5,5

Masuk di menit ke-59 dan 5 menit kemudian menciptakan peluang emas. Umpan silangnya berhasil ditanduk Beto yang berdiri bebas, tapi hanya menyamping tipis di samping gawang tuan rumah. Selebihnya, tidak ada ancaman lain dari pemain cepat ini.

Foto: Goal.com

Cristian Gonzales: –

Hanya 10 menit berada di lapangan karena baru dimasukkan di menit ke-80. Tidak ada peluang emas yang diciptakan El Loco, bahkan sempat menjadi korban tarian Mariano Berriex yang meliuk-liuk di depannya.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.