Eropa Lainnya

Peliknya Nasib Gabriel Barbosa di Benfica

Ditebus dengan harga mahal oleh Internazionale Milano dari Santos pada bursa transfer musim panas 2016 kemarin tapi gagal mendapatkan kepercayaan pelatih adalah gambaran nasib dari seorang Gabriel Barbosa. Padahal Barbosa digadang-gadang sebagai salah satu pemain muda terbaik Brasil di angkatannya bareng Gabriel Jesus dan Rodrigo Caio.

Musim perdananya di Inter lebih banyak dihabiskan Barbosa di bangku cadangan. Berdasarkan data yang dihimpun via Transfermarkt, waktu bermain dari penggawa kelahiran 30 Agustus 1996 ini cuma menyentuh angka 183 menit dari 10 pertandingan serta menyumbang 1 gol.

Sialnya, peruntungan Barbosa bersama I Nerazzurri tak juga berubah walau jelang bergulirnya musim kompetisi 2017/2018, Inter kedatangan pelatih baru dalam wujud Luciano Spalletti. Usai melakukan sejumlah evaluasi, pelatih berkepala plontos itu tak memasukkan nama Barbosa sebagai figur yang dibutuhkannya untuk mengarungi musim ini.

Alhasil, masa depan Barbosa pun terkatung-katung walau ikatan kerja samanya dengan Inter masih akan berlangsung sampai musim panas 2021 mendatang. Menyadari bahwa kesempatan Barbosa untuk bermain di tim asuhan Spalletti begitu minim, pihak manajemen pun bergerak cepat dan meminjamkan Barbosa ke klub lain.

Walau sempat dirumorkan bakal dipinjamkan ke sejumlah klub-klub di Serie A guna menimba ilmu, namun Barbosa pada akhirnya berlabuh ke Benfica, salah satu tim raksasa di Liga Primera Portugal. Kesepakatan ini sendiri dicapai pada detik-detik akhir jelang penutupan bursa transfer musim panas 2017 yang lalu.

Pihak Inter jelas berharap jika peminjaman Barbosa ke Benfica dapat memberi sang pemain kesempatan bermain maksimal yang tidak didapatkannya di Stadion Giuseppe Meazza. Di sisi lain, kubu As Aguias juga berharap bisa mengoptimalkan tenaga Barbosa yang punya motivasi untuk membuktikan diri.

Tapi nahas, harapan yang disemai kedua kubu, Inter maupun Benfica, justru bertolak belakang dengan realita yang terjadi saat ini. Rui Vitoria, pelatih As Aguias, justru berperilaku layaknya Frank de Boer, Stefano Pioli, dan Stefano Vecchi, tiga pelatih yang menukangi Inter di musim lalu, dengan jarang sekali menurunkan Barbosa.

Kompetisi Liga Primera Portugal sendiri, sampai tulisan ini dibuat, sudah berlangsung selama tujuh pekan. Akan tetapi, menit bermain yang telah dikantongi Barbosa juga terbilang sangat sedikit. Turun di tiga laga, Barbosa hanya berada di atas lapangan selama 89 menit. Selebihnya Barbosa hanya duduk di bangku cadangan.

Lebih buruknya lagi, Barbosa baru saja kedapatan berselisih paham dengan salah seorang rekannya di Benfica ketika sedang berlatih. Keributan itu sendiri membuat beberapa penggawa As Aguias harus menenangkan Barbosa yang terlihat begitu emosional. Uniknya, Rui Vitoria yang menyaksikan kejadian tersebut juga terkesan santai dan enggan melerai.

Situasi pelik yang tengah dialami Barbosa di Benfica ini pun membuat sejumlah rumor berhembus kencang. Salah satunya adalah mengembalikan Barbosa ke Inter lantaran sang pemain dianggap tidak bisa berkembang dan justru menghadirkan banyak masalah di tubuh Benfica. Meski begitu, perwakilan dari pemain berkaki kidal ini membantah jika kliennya merasa tidak nyaman di ibu kota Portugal dan ingin segera pulang ke kota Milan.

Entah alasan apa yang dimiliki Rui Vitoria sehingga masih enggan untuk memainkan Barbosa di lini depan tim asuhannya. Namun bila itu berkaitan dengan sikap yang ditunjukkan sang pemain, maka tak ada jalan lain bagi Barbosa selain memperbaiki sikapnya baik saat ada di lapangan maupun di luar lapangan.

Karena jika tidak segera memperbaiki dirinya, bisa saja klausul peminjaman Barbosa oleh Benfica diputus lebih cepat dari jadwal yang telah disepakati. Malangnya, andai kembali ke I Nerazzurri sekalipun, kesempatan main Barbosa juga masih tanda tanya besar mengingat lini depan Inter juga surplus pemain.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional