Nasional Bola

Kunci Utama Indra Sjafri di Laga Penebusan Timnas U-19

Seakan mengikuti jejak seniornya (Timnas U-22) di SEA Games Malaysia bulan lalu, timnas Indonesia U-19 juga ‘hanya’ berhasil meraih peringkat ketiga pada ajang AFF U-18 di Myanmar. Di partai perebutan tempat ketiga, Egy Maulana Vikri dan kolega mengalahkan tuan rumah dengan skor telak 7-1.

Memang, sekali lagi tidak sesuai dengan harapan bahwa tim ini akan juara. Thailand masih merajai sepak bola Asia Tenggara setelah Timnas U-19 mereka mengalahkan Malaysia di final dengan skor 2-0. Tetapi, secara keseluruhan penampilan skuat asuhan Indra Sjafri patut kita apresiasi.

Permainan yang menghibur, terlebih lagi, banyaknya pemain yang mencetak dua sampai tiga gol di beberapa laga, menunjukkan bahwa pemain-pemain yang ada di tim ini mempunyai kemampuan yang setara untuk menjadi pemain andalan. Tinggal bagaimana bakat itu diasah untuk lebih baik.

Di laga perebutan tempat ketiga, misalnya. Ada tiga pemain yang mencetak dua gol; Egy Maulana, Rafli Mursalim, dan Hanis Saghara. Sementara satu gol dicetak oleh Witan Sulaeman.

Di pertandingan kemarin sore, kita lihat pemain-pemain Indonesia benar-benar tampil lepas. Dan komentar pun bermunculan, bahwa seandainya saat melawan Thailand bermain seperti tadi, maka hasilnya akan lain.

Menurut pelatih Indra Sjafri seperti dilansir oleh Detik, di pertandingan tadi Indonesia bermain lebih sabar. Pelatih yang pernah menukangi Bali United ini memerintahkan para anak asuhnya agar meningkatkan kerja sama tim dan tidak egois.

Ini terlihat saat Egy yang sebenarnya dalam posisi memungkinkan untuk mencetak gol, justru mengoper bola ke Rafli yang berbuah gol pertama di menit-menit awal. Disini terlihat sepak bola bukanlah satu pemain dengan skill sempurna, tetapi kerja sama tim jauh lebih berperan.

Hasilnya terbukti nyata. Egy, Rafli, dan Witan, menjadi trio yang ditakuti lini pertahanan Myanmar. Ketiganya saling bergantian mengumpan untuk rekannya. Rafli memang akhirnya ditarik karena cedera. Namun, tidak berarti Egy dan Witan menjadi tumpul. Selain itu, ketiga pemain pengganti (Muhammad Iqbal, Hanis Saghara, dan Kadek Raditya Maheswara) berhasil merepotkan lawan dan bermain apik sepanjang pertandingan.

Timnas Indonesia sendiri mengakhiri turnamen sebagai tim tersubur dengan torehan 26 gol dalam enam laga. Gelar juara memang lepas, tetapi penampilan cemerlang Garuda Nusantara ini tetap membuat mereka juara di hati rakyat Indonesia.

Bukan begitu, bung Valentino Simanjuntak?

Author: Yasmeen Rasidi (@melatee2512)