Eropa Inggris

Liverpool tanpa Sadio Mane: Kurang Sedap!

Sebelum pertandingan antara Liverpool dengan Burnley, ada satu pertanyaan yang ditujukan kepada Jürgen Klopp: Siapa yang akan menggantikan posisi Sadio Mane?

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Mane mendapatkan sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan setelah kartu merah yang didapatnya dalam laga kontra Manchester City pekan lalu. Mane dianggap melakukan permainan berbahaya, dengan mengangkat kaki terlalu ke atas dan menyebabkannya bertabrakan dengan kiper City, Ederson Moraes.

Mane pun diganjar kartu merah langsung oleh wasit di menit ke-37, sementara korbannya, Ederson, digantikan oleh Claudio Bravo akibat cedera yang dialaminya. Efek kartu merah Mane pun langsung bereaksi. Setelah tertinggal terlebih dahulu lewat gol Sergio Aguero di menit ke-24, dua gol, masing-masing dari Gabriel Jesus dan Leroy Sane menambah penderitaan Liverpool yang kalah dengan skor telak 5-0.

Lalu, siapakah yang menggantikan posisi Mane saat menjamu Burnley di kandang?

Klopp kemudian menggeser posisi Roberto Firmino ke kiri, mengisi posisi yang ditinggalkan Mane. Daniel Sturridge diturunkan untuk menjadi penyerang utama The Reds. Di tengah, Klopp melakukan beberapa perubahan. Sempat bermain beberapa menit di pertandingan melawan Sevilla pada ajang Liga Champions, Philippe Coutinho akhirnya diturunkan Klopp pada pertandingan kali ini.

Sosok Coutinho jelas dipersiapkan oleh Klopp untuk menambah daya gedor Liverpool dan diharapkan menggantikan peran Mane. Untuk pendamping Coutinho di tengah, Klopp memilih James Milner dan Emre Can, mengesampingkan Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum ke bangku cadangan.

Dengan tujuan bangkit dari kekalahan, Liverpool menguasai pertandingan, namun belum bisa menembus pertahanan anak asuhan Sean Dyche. Beberapa kesempatan pemain Liverpool masih belum membuahkan hasil. Mohamed Salah sempat terjatuh di dalam kotak penalti, namun wasit tidak memberikan penalti. Tak membuat gol, Liverpool justru tertinggal terlebih dahulu. Lagi-lagi karena kesalahan bek, yang memang sudah menjadi penyakit Liverpool.

Robbie Brady mencoba melakukan umpan lambung ke dalam kotak penalti. Di sana sudah ada Chris Wood yang menunggu. Dua bek Liverpool, Joel Matip dan Ragnar Klavan, berusaha mencegah Wood mendapatkan bola. Sayangnya, kedua bek tersebut justru gagal membuang bola dan bola bergulir ke arah Scott Arfield. Arfield pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung melesatkan bola dan membobol gawang Simon Mignolet di menit ke-28. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk sang tamu. Skor tidak bertahan lama. Selang tiga menit, umpan jauh Can berhasil dikuasai oleh Salah, yang kemudian dia konversikan menjadi gol. Skor kembali seri 1-1.

Di babak kedua, Liverpool memang berhasil menguasai bola, tapi mereka masih belum bisa mengubah skor. Masuknya Alex Oxlade-Chamberlain dan Dominic Solanke menggantikan Coutinho dan Firminho tidak berpengaruh apa-apa. Skor akhir tetap 1-1.

Hasil seri ini menandakan bahwa sosok Mane memang dibutuhkan Liverpool. Kecepatan dan energinya diperlukan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Coutinho yang diharapkan menggantikan peran Mane tidak berjalan sebagaimana mestinya. Lini pertahanan juga harus dibenahi Klopp, yang sering eror dan memberikan gol gratis ke lawan.

Liverpool tanpa Mane bagai sayur tanpa garam. Mereka takkan diperkuat Mane ketika menghadapi Leicester City di dua partai berbeda, yaitu partai Liga Primer (23/9) dan partai Piala Liga (19/9). Jika tidak ingin mendapatkan hasil seperti ini lagi, Klopp harus pintar-pintar memilih pemain dan strategi, tanpa adanya Mane di skuat.

Author: Budy Darmawan (@budydiew)