
Efek buruk yang (mungkin) mengancam performa Lukaku
Situasi Lukaku di musim ini hampir serupa dengan Rooney pada musim itu. Mereka sama-sama produktif di ajang pramusim dan terus mencetak gol di pertandingan-pertandingan awal. Rooney terus mencetak gol sejak pekan pertama melawan West Bromwich Albion. Ia bahkan mencetak hattrick dalam kemenangan besar United atas Arsenal dengan skor 8-2. Bahkan di pertandingan melawan Chelsea, ketika ia gagal mengeksekusi penalti, Rooney masih menceploskan satu gol dari tiga gol keunggulan United di babak pertama.
Kembalinya Zlatan Ibrahimovic pun belum tentu menjadi jaminan bahwa lini serang United tidak akan bermasalah seandainya Lukaku terkena sindrom yang dialami oleh Rooney enam tahun lalu tersebut. Selain karena legenda Swedia itu belum bisa langsung dimainkan akibat masih dalam tahap pemulihan cederanya. Zlatan juga belum tentu langsung mencetak gol.
Sebagai perbandingan, di musim ketika Rooney gagal mengeksekusi penalti lalu puasa mencetak gol. Saat itu United juga masih memiliki Javier Hernandez. Namun, penyerang asal Meksiko tersebut tidak terlalu maksimal menggantikan peran Rooney sebagai juru gedor tim ketika yang bersangkutan sedang kesulitan mencetak gol.
Kegagalan mengeksekusi penalti memang akan memengaruhi mental seorang pemain, apalagi seorang penyerang. Bahkan efek jangka pendeknya sudah begitu terasa setelah gagal mengeksekusi penalti, Lukaku seakan terlihat kebingungan di lapangan. Pergerakan dan penyelesaian akhirnya pun tidak begitu bagus.
Sederas-derasnya hujan pasti ada berhentinya juga. Terutama para penggemar United, mereka pastinya berharap bahwa kegagalan ini tidak akan berpengaruh besar terhadap Lukaku. Tentunya penyerang asal Belgia ini bisa kembali mencetak gol di pertandingan-pertandingan selanjutnya dan tidak mengalami sindrom puasa mencetak gol seperti yang dialami Rooney enam musim yang lalu.
Sebagai pengingat saja bagi para penggemar United, selain karena beberapa faktor lain, kegagalan Rooney mencetak gol di sembilan pertandingan adalah salah satu penyebab lepasnya gelar juara ke tangan Manchester City di musim tersebut. Tentunya Anda para penggemar United tidak berharap kejadian serupa kembali terulang di musim ini, bukan?
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia