Septian David Maulana

Mendapatkan debut kompetisi tertinggi di usia 19 tahun, sinar terang Septian David Maulana sudah terlihat sejak lama. Ia merupakan salah satu alumnus program usia muda, SAD Indonesia. Setelah bermain untuk tim Indonesia di Piala Pelajar Asia tahun 2013, di mana ia di sana dinobatkan sebagai pemain terbaik, sayangnya David tidak lolos seleksi tim Garuda Jaya yang akan berlaga di Piala AFF U-19 di tahun yang sama karena cedera.
Versatility bisa jadi yang membuat David dipilih ketimbang Gian Zola untuk mengisi posisi gelandang serang timnas Indonesia di SEA Games kali ini. Di awal karier ia bermain sebagai penyerang, lalu sempat bermain sebagai sayap. Tetapi Luis Milla kemudian menempatkan David di posisi gelandang serang yang merupakan posisi yang sama ketika ia bermain di tim usia muda Mitra Kukar. Kelebihan ini membuat David menjadi sangat berbahaya.
Peluang: Skema Indonesia yang mengandalkan serangan dari lini kedua menguntungkan David untuk bisa terus mencetak gol. Apalagi sepertinya ia merupakan eksekutor penalti utama tim Garuda Muda. Yang bisa menghentikan peluang David menjadi top skor SEA Games 2017 tentunya adalah apabila Indonesia gagal melaju ke babak semifinal.