Jam terbang di Serie A

Ini sangat penting, karena jika telah diresmikan, Kalinić memiliki waktu yang sangat mepet untuk beradaptasi dengan tim barunya. Serie A akan dimulai Sabtu esok (19/8) yang membuat Kalinić tidak memiliki waktu untuk beradaptasi dengan santai di ajang pramusim.
Meski begitu, para Milanisti yang baik hati tak perlu gusar kalau calon pemain baru yang satu ini akan flop. Sebab, pengalaman dua tahun bermain di Fiorentina pasti sudah membuat pemilik 35 caps di timnas Kroasia ini hafal dengan karakteristik lawannya di Serie A.
Hal inilah yang menjadi keunggulan utama Kalinić dibandingkan buruan utama Milan, Pierre-Emerick Aubameyang. Meski juru gedor Borussia Dortmund itu merupakan lulusan akademi Milan, ia telah meninggalkan Serie A sembilan tahun lamanya dan tentu membutuhkan masa adaptasi meski dirinya berstatus pemain bintang.
Walaupun sepertinya menjanjikan, namun keberadaan Kalinić di lini depan Milan juga dapat menjadi bumerang. Patrick Cutrone yang sedang dalam tren bagus kemungkinan akan semakin terpinggirkan jika Kalinić datang. Ia akan menjadi opsi keempat setelah André Silva, Kalinić, dan Borini.
Situasi ini tentu sangat disayangkan karena Cutrone sebenarnya telah menjadi opsi murah nan berkualitas, yang jika lebih sering dimainkan akan semakin mengasah ketajamannya. Terlebih, statusnya sebagai lulusan akademi Milan menjadi nilai plus tersendiri karena sudah sekian lama Milan tidak memiliki pemain hasil binaan sendiri yang tampil memukau, selain Gianluigi Donnarumma.
Kedatangan Kalinić akan membuat lini depan Milan memiliki lebih banyak variasi. Mari kita nantikan apakah ia dapat meneruskan tradisi bomber tajam I Rossoneri, karena kemungkinan ia akan memakai nomor punggung 7. Nomor yang pernah meroketkan nama penyerang asal Eropa Timur lainnya, Andriy Shevchenko.
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.