Gelandang

Wu Lei (Cina/Shanghai SIPG)
Gelandang kelahiran 19 November 1991 ini merupakan pemain lokal tersubur di CSL. Dari 13 gol yang dicetaknya, tiga di antaranya dicetak di bulan Juli. Torehan ini mengingatkan kita pada Frank Lampard, gelandang yang memiliki ketajaman di depan gawang layaknya penyerang.
Dua dari tiga gol Wu Lei ia sarangkan ke gawang Guangzhou Evergrande di laga big match kontra Guangzhou Evergrande yang berakhir imbang 2-2. Dengan hasil itu, Shanghai SIPG dibawanya bercokol di peringkat kedua dengan selisih tiga poin dari Evergrande di pucuk klasemen.

Nguyen Cong Phuong (Vietnam/HAGL FC)
Liga Vietnam saat ini sedang dalam masa rehat hingga SEA Games 2017 usai, namun bukan berarti para pemain di V-League dapat bersantai. Gelandang timnas Vietnam U-22 ini contohnya, ia berjibaku membela negaranya di kualifikasi Piala AFC U-23 yang digelar di Myanmar pekan lalu. Cong Phuong adalah salah satu pemain terbaik di Vietnam U-22. Ia mencetak empat gol dan membawa timnya lolos ke putaran final di Cina pada Januari nanti.

Shunsuke Nakamura (Jepang/Jubilo Iwata)
Para penggemar eksekutor bola mati yang legendaris ini mungkin terkejut mendengar nama idolanya kini ‘hanya’ membela tim sekelas Jubilo Iwata. Akan tetapi, kemampuan eks pemain Celtic FC ini dalam menaklukkan pagar betis sama sekali tak berkurang walau usianya telah menginjak 39 tahun.
Nakamura bermain di seluruh pertandingan Jubilo di bulan Juli dan meraih enam kemenangan beruntun. Terbaru, klub berseragam biru itu mengalahkan eks klub Irfan Bachdim, Ventforet Kofu, dengan skor tipis 1-0.

Chanathip Songkrasin (Thailand/Hokkaido Consadole)
Setelah berita kepindahannya ke Jepang membuat gempar Asia Tenggara, akhirnya gelandang bertubuh mini ini menjalani debutnya. Meski hanya bermain di babak kedua dan timnya kalah dari Cerezo Osaka di Piala Levain, Chanathip bermain apik dan mengundang decak kagum dari kawan maupun lawan.
Di pertandingan keduanya, akhirnya ia membawa Hokkaido Consadole meraih kemenangan saat mengalahkan Urawa Reds dua gol tanpa balas. Bertubuh mungil bukan halangan bagi Chanathip untuk beraksi. Ia menunjukkan akselerasi dan dribble yang ciamik serta mengkreasi beberapa peluang emas.
Satu hal yang perlu dipelajari lebih dalam oleh Chanathip adalah gaya bertahan timnya. Jika ia sanggup melakukannya dengan baik, Shuhei Yomoda yang merupakan juru taktik Hokkaido Consadole mungkin akan mengontraknya secara permanen di akhir musim nanti.