Kolom

Andritany Ardhiyasa: Ia yang Terbang dan Menyelamatkan Poin Persija

Babak kedua adalah panggung superioritas Andritany Ardhiyasa

Beberapa menit jelang sepak mula babak kedua dimulai, para pemain Persija memasuki lapangan dengan dilindungi kawalan polisi berikut tameng untuk melindungi dari lemparan botol. Pemandangan yang menyedihkan memang, tapi juga membantu untuk memetakan raut muka pemain Persija selepas turun minum. Berurutan mereka keluar dari lorong dan Andritany adalah salah satu yang keluar dari kamar ganti dan tampil dengan raut muka tenang.

Ia berlari ke gawangnya, melakukan ritualnya mencium kedua tiang di kiri dan kanan gawangnya, sambil seakan-akan mendesis pelan kepada para pemain-pemain Persib sebuah kalimat singkat, “Kalian tidak akan lagi membobol gawang saya.” Tentu saja kalimat ini fiktif dan karangan saya belaka, tapi di sepanjang babak kedua, adik dari pemain belakang Bhayangkara FC, Indra Kahfi ini, tampil semakin solid dan sensasional.

Dikartumerahkannya Sandi Sute, memaksa Stefano Teco Cugurra tampil lebih defensif. Sesuatu yang tak bisa dikritisi mengingat mereka tampil di laga tandang, di tengah puluhan ribu Bobotoh yang memadati Gelora Bandung Lautan Api dan harus tampil di sisa pertandingan sampai peluit akhir dengan 10 pemain saja.

Dan di sini kemudian Andritany mengambil peran krusial. Dua penyelamatan krusial dibuatnya ketika menepis tendangan bebas Michael Essien dari jarak 25 meter di menit ke-78 dan penyelamatan penting kedua dibuatnya di pengujung babak kedua, ketika pertandingan memasuki fase kritis dan membuta Persija tahu malam itu, mereka akan sangat bersyukur memiliki Andritany Ardhiyasa di bawah mistar saat itu.

Berawal dari tendangan Supardi Nasir dari luar kotak penalti yang membentur kerumunan pemain Persija di depan gawang Andritany, bola muntah sesegera mungkin dikirim kembali oleh bek kanan senior tersebut ke kotak penalti Persija dengan sundulan kepala. Arah bola menukik turun tepat di atas kepala Vladimir Vujovic. Semua tahu kapasitas Vlado, sapaan akrabnya, ketika mendapat bola udara yang matang.

Vlado tak perlu melompat tinggi karena mungkin ia tahu ia memiliki momentum melompat yang lebih baik dari penjaganya waktu itu, Ismed Sofyan. Tak hanya secara momentum ia lebih tepat, namun secara postur, Vlado lebih jangkung dan lebih tegap. Ismed bukan lawan sepadan bagi Vlado di duel tersebut. Dan benar saja, tanpa melompat terlalu tinggi, bek tangguh Maung Bandung tersebut mengarahkan bola ke pojok kiri atas gawang Persija.

Dan tepat di saat sebagian penonton berharap itu akan menjadi gol dramatis yang bisa membuat ulasan pertandingan menjadi lebih syahdu untuk ditulis dan dibaca, Andritany punya rencana lebih baik. Ia tak sepenuhnya salah posisi atau mati langkah, namun memang terlihat bahwa ia dua langkah di depan garis gawang dan ini posisi yang rentan, karena kondisi bola hanya beberapa meter saja dari mulut gawang. Sundulan Vlado menukik turun menuju gawang dan tepat di saat itulah, kiper kedua timnas Indonesia ini terbang menepis bola dengan tangan kanannya lewat penyelamat akrobatik yang sangat ikonik.

Kredit: Firman Fauzi

Kamu bisa lihat efek penyelamatan gemilang kiper berusia 26 tahun itu dari reaksi muka Jufriyanto yang berada persis di muka gawang Persija. Jupe, sapaan akrabnya, tak percaya bola sundulan tandemnya di lini belakang yang sudah terukur dan terarah itu bisa diselamatkan dengan manis oleh Andritany.

Laga tetap berjalan sengit sampai akhir. Waktu lima menit yang diberikan sebagai added time babak kedua tak banyak membantu Maung Bandung untuk membungkus tiga poin di kandang. Sementara bagi Persija dan Andritany, lawatan mereka ke Bandung tak sia-sia karena satu poin sudah diamankan dan posisi enam klasemen turut diokupansi pekan ini.

Malam itu, di tengah sorotan mata ribuan Bobotoh, di tengah kepungan lemparan botol hingga kericuhan antarpemain selepas laga, Andritany membuktikan diri, sekaligus mengirim pesan yang sangat jelas sekali pada Kurnia Meiga Hermansyah bahwa posisi kiper nomor satu Indonesia bisa sewaktu-waktu ia rebut.

Isidorus Rio Turangga – Editor Football Tribe Indonesia