

Lorenzo Cabanas
Punya kaki kiri yang mematikan, Lorenzo Cabanas adalah salah satu legiun asing yang aksinya selalu diingat di kancah sepak bola Indonesia. Setelah tragedi kegagalan di dua partai final tahun 2005, di mana Persija takluk di final Liga dan Copa Indonesia, Cabanas kemudian hengkang ke Persiba, lalu lanjut ke Persib Bandung. Hanya dua musim pemain asal Paraguay ini memperkuat Persib, akan tetapi, aksinya di lapangan tidak akan mudah dilupakan oleh Bobotoh.

Budi Sudarsono
Di masa jayanya, Budi Sudarsono tersohor sebagai penyerang yang amat berbahaya. Ia bisa melesat cepat ketika berlari dan liukannya di jantung pertahanan lawan sulit dihentikan. Budi menjadi bagian penting tim Persija ketika berhasil menjadi juara nasional pada tahun 2001. Sempat membuat gol kontroversial ke gawang Persib, Budi kemudian hijrah ke Bandung pada tahun 2009. Hanya semusim di sana, tetapi Budi sempat membuat momen manis dengan mencetak dua gol indah ke gawang Persik Kediri.

Lord Atep
Lord yang merupakan junjungan kita semua ini merupakan simbol dari panasnya rivalitas antara Persib Bandung dan Persija. Ia punya cerita yang unik soal karier sepak bolanya. Atep yang merupakan putra daerah Sunda, justru memulai kariernya bersama Persija. Bakatnya kala itu begitu disukai di sana.
Selepas Piala AFF 2007, di mana Atep tampil luar biasa walau Indonesia kandas di penyisihan grup, Persib berhasrat besar untuk memulangkannya. Namun hal tersebut baru terjadi semusim kemudian. Cerita selanjutnya seperti yang sudah banyak diketahui, Atep membawa Persib menghentikan dahaga gelar juara mereka di Palembang tahun 2014 lalu.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia