Eropa Lainnya

Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer

Penyerang

Thierry Henry

Thierry Henry (Arsenal ke Barcelona, Juli 2007)

“Ketika suatu saat nanti aku meninggalkan Arsenal, aku hanya akan bergabung dengan Barcelona”. Kalimat itu pernah diucapkan Henry ketika masa depannya dispekulasikan akibat isu pemecatan Arsѐne Wenger yang tak kunjung membawa prestasi, diikuti dengan mundurnya pimpinan Arsenal, David Dein. Pada musim panas 2007, pernyataan itu menjadi kenyataan. Henry diangkut Barcelona dengan mahar 21 juta paun.

Dalam sebuah wawancara, pemain yang identik dengan nomor punggung 14 ini mengungkapkan bahwa ia sengaja pergi agar pemain muda Arsenal dapat mengembangkan potensinya. “Di lapangan aku sangat sering berteriak meminta bola, karena senioritasku dan karena aku seorang kapten, rekan-rekan seringkali langsung memberikannya padaku walau posisiku tak terlalu bagus. Aku hanya menjadi beban bagi mereka dan akan lebih baik jika aku pergi.”

Raul Gonzalez

Raúl González (Real Madrid ke Schalke 04, Juli 2010)

Bursa transfer awal musim 2010/2011 menjadi salah satu momen berkabung yang dialami Real Madrid. Mereka harus rela melepas salah satu putra terbaik mereka, yang telah mengabdi selama belasan tahun dan membuat nomor punggung 7 sangat identik dengannya.

Cedera berkepanjangan membuat El Real terpaksa melepas Raúl karena tak ada lagi tempat untuknya di tim utama Los Blancos. Penyerang yang memiliki 102 caps di timnas Spanyol ini kemudian mendarat di Jerman, memperkuat Schalke 04 karena ia ingin tetap bermain di Liga Champions. Di bursa transfer saat itu, Real juga melepas satu legenda lain, wakil kapten Raúl, yaitu Guti Hernández yang merapat ke Beşiktaş.

Robin van Persie

Robin van Persie (Arsenal ke Manchester United, Agustus 2012)

Mungkin ini merupakan salah satu kepergian kapten yang paling menyakitkan yang dialami para pendukung Arsenal. RvP, sapaan akrabnya, yang baru saja mengalami musim tersuburnya dengan mencetak 30 gol dari 38 pertandingan Liga Primer Inggris, sekaligus meraih predikat top skor musim itu, hengkang ke rival abadi mereka di kota yang selalu mendung itu.

Lagi-lagi alasan klasik yang diutarakan sang kapten dalam saga transfernya, ia ingin meraih trofi Liga Primer Inggris. Hal mana yang langsung didapatnya di musim pertama bersama The Red Devils.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.