Nasional Bola

Tiga Alasan Agar Ricky Nelson Menjadi Pelatih Tetap Borneo FC

Kredit: Borneo FC

Pernah berpengalaman di  luar lapangan

Bisa jadi ini adalah harta atau nilai terbesar yang membuat sosok Ricky Nelson menjadi pelatih yang berbeda dengan kebanyakan pelatih lain. Sebelum menekuni bidang kepelatihan secara total, ia sempat berkecimpung di bidang-bidang lain di dunia sepak bola.

Ricky Nelson sempat bekerja sebagai agen pemain asing untuk agensi Indo Bola Mandiri. Ia adalah orang yang mendatangkan legiun-legiun asing asal Singapura untuk bermain di Indonesia. Di antaranya adalah Mustafic Fachrudin yang kemudian bermain di Persija Jakarta. Lalu duo Ridhuan Muhammad dan Noh Alam Shah yang kemudian berhasil membawa Arema Indonesia menjadi juara nasional pada tahun 2010.

Selain itu, pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan A AFC ini juga sempat terlibat di federasi sebagai staf khusus Direktur Teknik PSSI di bawah arahan Danurwindo. Ia juga memiliki sekolah sepak bola yang ia asuh langsung bernama Serpong City Soccer School, sebagai salah satu sumbangsih yang ia berikan kepada bidang grassroot sepak bola Indonesia. Jabatan awalnya di Borneo FC pun adalah Direktur Akademi.

Pernah menjadi agen pemain, bekerja di federasi dan merupakan penggiat pengembangan sepak bola, membuat Ricky Nelson punya sudut pandang yang berbeda ketimbang banyak pelatih lain. Bidang-bidang yang ditekuni sebelumnya oleh Ricky Nelson membuat ia bisa saja memandang kepelatihan sepak bola dengan cara yang tidak biasa.

Ia bisa jadi melakukan penanganan pemain dengan baik karena pengalamannya bekerja sebagai agen. Ia tentu paham betul bagaimana cara memaksimalkan talenta-talenta muda karena ia merupakan pendiri sebuah SSB. Well, pernah menulis beberapa buku juga membuat Ricky makin memiliki nilai tambah. Setidaknya, kemampuan menulis coach Ricky menandakan dirinya memiliki kompetensi yang baik dan terbiasa berpikir sistematis.

***

Ricky Nelson memang tidak berhasil memberikan reaksi yang tepat ketika timnya dihantam Arema FC di final Piala Presiden 2017 lalu. Ia sendiri mengaku ada salah perhitungan. Tetapi, dengan usianya yang masih muda untuk ukuran seorang pelatih, terutama di Indonesia, setidaknya kekalahan tersebut akan menjadi sebuah pelajaran yang besar.

Borneo FC memang punya tren ditangani oleh pelatih asing, akan tetapi, tidak ada salahnya mencoba pelatih lokal muda seperti Ricky Nelson. Karena ia menawarkan banyak hal yang mungkin tidak akan ditemukan dalam diri pelatih-pelatih asing.

Selamat bekerja, coach Ricky!

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia