Turun Minum Serba-Serbi

11 Jawaban untuk Mitos yang Beredar di Dunia Sepak Bola

Tekel Roy Keane akhiri karier Alf-Inge Håland

Ini adalah salah satu aksi balas dendam paling kejam di dunia sepak bola. September 1997, saat Manchester United melawat ke Leeds United, insiden dengan Alf-Inge Håland membuat Roy Keane menderita cedera anterior cruciate ligament dan harus absen nyaris setahun.

April 2001, keduanya kembali bertemu pada derby Manchester dan kali ini, berakhir dengan tekel keras Keane ke lutut kanan Håland. Mitos menyebut itu jadi penyebab utama berakhirnya karier pemain Manchester City tersebut. Padahal, Håland bisa menyelesaikan laga hingga akhir dan tampil untuk timnas Norwegia beberapa hari setelahnya. Bahkan setelah pensiun, Håland sempat kembali bermain dengan memperkuat klub divisi tiga Norwegia, Rosseland pada 2011 lalu.

Wembley

Lapangan di Wembley lebih besar dari biasanya

Sebagai salah satu stadion paling bersejarah di dunia, Wembley turut menyimpan banyak mitos. Urban legend yang paling terkenal adalah adanya aura misterius yang mengisap energi pemain tiap berlaga di sana. Imbasnya banyak pesepak bola yang bisa tiba-tiba kram atau cepat lelah yang disinyalir karena lapangan terlalu besar.

Faktanya, momen krram sebagian besar diakibatkan oleh tensi laga mengingat Wembley hanya mementaskan pertandingan fase puncak sehingga para pemain melepaskan energi yang lebih dari biasanya. Sementara isu bahwa stadion ini punya dimensi lapangan lebih besar bisa dipatahkan dengan ukuran sebenarnya yakni, panjang 105 meter dan lebar 68 meter, yang menariknya, lebih kecil dari rata-rata lapangan di stadion klub Liga Primer Inggris.