Eropa Italia

Leonardo Bonucci dan Jarak 144 Kilometer

Leonardo Bonucci

Bonucci dalam balutan merah-hitam Rossoneri

Mengapa Bonucci ingin hengkang ke Milan? Padahal, beberapa bulan yang lalu, namanya sempat masuk dalam daftar belanja Antonio Conte di Chelsea.

Alasan terkuat yang bisa dipikirkan adalah keengganan Bonucci untuk meninggalkan putranya. Lorenzo, putra Bonucci, baru saja menjalani operasi hernia. Bahkan, keprihatinan Bonucci akan kondisi anaknya sangat terasa ketika di sebuah wawancara, ia meneteskan air mata. Bonucci tersentuh dengan perhatian yang ditunjukkan banyak suporter yang hadir di rumah sakit.

Jadi, Bonucci lebih memilih bertahan di Italia ketimbang hengkang ke negara lain.

Lantas, bagaimana cara Vincenzo Montella memasukkan nama Bonucci ke dalam skuat? Pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan yang pelik apabila Montella bersikeras bermain dengan skema empat bek.

Seperti yang diketahu, Milan baru saja merampungkan pembelian Matteo Musacchio dari Villareal. Bek asal Argentina tersebut, rencananya, akan diduetkan dengan Alessio Romagnoli. Jika Bonucci datang, tentu salah satu dari Musacchio atau Romagnoli harus dikorbankan. Kesulitan yang lain adalah, Musacchio juga didatangkan dengan harga yang tak murah. Mencadangkan Musacchio bisa sangat berisiko.

Tentu, solusinya adalah bermain dengan tiga bek, menjadikan trio Bonucci, Romagnoli, dan Musacchio sebagai dasarnya. Trio yang tak hanya tangguh, namun juga penuh imajinasi. Ketiganya adalah tipe bek modern, dan Bonucci, bersama Jerome Boateng, bek Bayern München, adalah dua bek dengan kemampuan bola jauh dengan keakuratan yang sangat istimewa.

Meski tak lagi muda, transfer ilmu dari Bonucci kepada Romagnoli adalah sisi positif lain yang akan dirasakan Milan. Sebuah pembelian yang menarik!

Terpisah jarak 144 kilometer, Turin dan Milan tak jauh amat. Namun bagi Bonucci, jarak tersebut adalah segalanya. Lembaran baru di senja kariernya.

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen