Eropa Spanyol

Solidaritas Bilbao: Angkat Topi dan Lawan Penyakitmu, Yeray!

Yeray Álvarez López semestinya menghabiskan musim panas ini bersama timnas junior Spanyol pada Piala Eropa U-21 2017 di Polandia. Namun nasib berkata lain. Dia diharuskan menjalani kemoterapi setelah kanker yang menyerang testisnya kambuh meski sudah dioperasi pada akhir tahun lalu. Imbasnya, Yeray harus rela mencukur rambutnya hingga botak.

“Saat Anda pikir sudah mengatasinya, dia datang dan kembali menyerang. Namun jangan khawatir, saya akan memenangkan pertarungan ini berkat dukungan dari Anda semua dan jika mesti melawannya lagi, saya akan melakukannya dan bangkit bahkan sampai lebih dari seribu kali!” tulis Yeray pada akun Instagram miliknya.

Yeray tahu, dia punya suporter terbaik dalam pertarungannya melawan kanker. Sepanjang partisipasi La Rojita di Piala Eropa U-21, kostum nomor punggung 23 dengan nama Yeray terus digenggam para pemain sebagai tanda dukungan. Sementara klub tempatnya bernaung, Athletic Bilbao, sejak awal tak pernah berhenti memberikan dorongan dan teranyar, melakukan tribut menyentuh.

Menggunakan kaus dan sepatu putih dengan celana jeans serta topi, Yeray datang ke markas latihan Bilbao di Lezama dengan maksud mengunjungi rekan setimnya yang sudah memulai latihan pramusim La Liga 2017/2018. Saat memasuki ruang ganti, pemain berusia 22 tahun itu dikejutkan dengan penampilan terbaru para penggawa dan staf Bilbao yang berkepala plontos.

Para pemain seperti Iker Muniain, Aymeric Laporte, hingga Inaki Williams yang belum kembali bergabung, tak segan memamerkan gaya rambut terbarunya tersebut. Yeray langsung dikerubungi para pemain yang melompat dan menariknya, melempar topi yang dipakainya, representasi pesan bahwa dirinya tidak boleh minder. Penggawa Los Leones melanjutkan dukungan dengan berpose bersama sang centre-back yang diunggah akun Twitter Bilbao lewat pesan, “Kami bersamamu, Yeray!”

Yeray yang kini terus bertarung melawan kanker, sebelumnya sudah punya kisah perjuangan hebat pada karier sepak bolanya. Bergabung dengan akademi Bilbao sejak berusia 13 tahun, pemain kelahiran Barakaldo ini sempat dipinjamkan ke klub satelit yang tampil di kasta keempat liga Spanyol, Basconia, sepanjang musim 2013/2014.

Semusim berikutnya, Yeray jadi tulang punggung keberhasilan Bilbao Athletic promosi ke Segunda A atau liga kasta kedua, sebelum akhirnya terdegradasi lagi setahun setelahnya. Meski timnya turun kasta, performa luar biasa Yeray akhirnya didengar klub pemiliknya, Bilbao, dan sejak pramusim 2016/2017 lalu, ia dipanggil ke skuat utama.

Pada musim debutnya di La Liga, Yeray tampil solid di jantung pertahanan bersama Aymeric Laporte. Sebelum kanker menyerangnya jelang malam Natal 2016, dia berhasil mencatatkan 17 penampilan bersama Los Leones. Musim 2016/2017 diakhiri Yeray dengan total 26 pertandingan untuk klub asal Basque tersebut.

Baca juga: Deretan Pemuda U-23 Pilihan dari La Liga versi Football Tribe Indonesia

Penampilan istimewa Yeray sepanjang musim lalu membuat Football Tribe Indonesia memilihnya jadi satu dari 11 nama terbaik La Liga 2016/2017 di bawah usia 23 tahun. Ayolah, Yeray, kemenangan sudah pernah kau raih dan tunjukkan bahwa kanker bukanlah lawan sepadan bagi sosok hebat sepertimu. Lawan terus dan semoga lekas sembuh!

#EutsiYeray

Author: Perdana Nugroho
Penulis bisa ditemui di akun Twitter @harnugroho