
Gegenpressing Ajax tetap memukau
Ajax yang memainkan sepak bola umpan pendek dan berusaha membuat lawan bermain selama mungkin dalam blok rendah, sudah barang tentu akan tampil dengan garis pertahanan tinggi. Ini yang selalu dilakukan Ajax. Dan, model permainan seperti ini juga yang menjadi penyebab stabilnya gegenpressing mereka. Dukungan spacing juga menjadi faktor lain dalam stabilnya gegenpresing Ajax.

Kedua bek sayap (3 dan 4) masuk ke halfspace atau merapat sedekat mungkin dengan gelandang tengah ketika penyerang sayap berada jauh di depan. Fungsinya adalah untuk mempersempit ruang gerak lawan ketika lini belakang lawan membuang bola ke luar kotak penalti.
Bek tengah juga difungsikan dalam fase transisional ini. Terutama sekali, ketika Rashford (atau siapa pun) menerima bola di sekitar pos nomor 6 Ajax, bek tengah terdekat yang memiliki akses terbaik akan melakukan onward-press memanfaatkan posisi tubuh pemain lawan yang membelakangi gawang Ajax.
Dengan menerima bola membelakangi gawang Ajax, sudah tentu sudut pandang ke depan dari si penerima bola berkurang. Ini merupakan saat ideal bagi pemain tim bertahan untuk melakukan press dari arah punggung si penerima bola.