

Umpan jauh Manchester United dan Fellaini
Peter Bosz akan memainkan pressing blok tinggi. Ini sudah sangat dapat dipastikan. Lyon telah merasakan akibatnya ketika tim Prancis tersebut dibobol oleh Kasper Dolberg di pertemuan pertama di Amsterdam. Untuk menghindari Ajax mengancam melalui pressing blok tinggi mereka, seperti yang juga telah diduga sebelumnya, yang juga merupakan model permainan Jose Mourinho, eks pelatih Chelsea ini memerintahkan pemain-pemain MU untuk segera melambungkan bola jauh ke lini depan dalam fase build-up.
Fellaini menjadi target umpan karena memiliki kemampuan flick-on di udara. Bila tidak memungkinkan mengakses Fellaini, MU akan memainkan bola langsung ke lini terakhir baik kepada Rashford di tengah atau ke sisi sayap di mana Henrikh Mkhitaryan, Mata, atau Rashford sendiri mengisi area tersebut.
Di dalam fase eksekusi pun, MU terlihat mencoba memanfaatkan kekuatan Fellaini dan Pogba. Secara bergantian, terkadang bersamaan, kedua pemain ini masuk ke kotak penalti lawan untuk mengeksekusi umpan silang melambung dari sayap.
Kehadiran Fellaini juga sering dimanfaatkan MU dalam lemparan ke dalam. Fellaini menjadi target utama lemparan. Setelah menerima lemparan, ia menahan bola untuk memainkan umpan pendek atau segera melakukan flick-on ke depan dengan kepalanya untuk menjangkau Rashford di lini terakhir.
Pogba dan Herrera, sebagai pemain lain di lini gelandang, dalam situasi semacam ini, lebih banyak bertindak sebagai pendukung (support) yang digunakan untuk berjaga, di area sedikit lebih bawah, dalam pertarungan memperebutkan bola kedua, ketiga, dan seterusnya.