
Disiplin taktik Manchester United
Kedisiplinan taktik pemain MU patut mendapatkan pujian. Kedisiplinan taktik mereka selain ditunjang kemampuan atletik pemain juga disokong oleh kesadaran spasial yang tepat guna. Paul Pogba dan Herrera memperlihatkan hal ini.
Pogba yang ditugaskan mengawal Davy Klaassen, sering terlihat mengikuti pergerakan Klaassen dari area nomor 8 hingga ke kotak penalti MU. Di lain waktu, eks pemain Juventus ini mengawal Klaassen di area nomor 8 lalu turun jauh ke belakang untuk kemudian menghalau umpan silang melambung Ajax ke kotak penalti United. Pogba yang memang memiliki langkah kaki besar memudahkan dirinya melakukan aksi bertahan semacam ini.
Herrera sendiri memainkan peran yang sangat krusial dalam sistem Mourinho. Ia merupakan hibrida nomor 6 dan nomor 8. Bila pemain yang harus dijaganya berada “jauh” dari pos nomor 6 MU, Herrera akan mengisi area tersebut (celah antara bek dan gelandang) untuk sekaligus menjadi benteng pertama di depan duo bek tengah atau menjaga celah horizontal di depan bek sayap dan tengah.
Namun, ketika Ziyech mendekati pos nomor 6 MU pun, Herrera tidak secara serampangan bergerak mendekatinya untuk menempatkan press kepada Ziyech.

Herrera memutuskan mendekat ke area di mana duo bek tengah berada, karena ia merasa Fellaini dan Juan Mata cukup mampu mengatasi situasi dua lawan tiga yang terlihat dalam gambar di atas. Herrera memutuskan turun sedikit menyesuaikan posisinya untuk meningkatkan keamanan di depan duo bek tengah MU.
Herrera baru akan bergerak naik (press-onward) melakukan press kepada Ziyech bila Mata dan Fellaini bergerak naik untuk mengikuti pergerakan pemain-pemain Ajax terdekat yang mereka jaga.