Suara Pembaca

Tentang Mereka yang ‘Hanya’ Hebat Sebagai Pemain

Walter Zenga

Julio Cesar bisa saja meraih treble bersama Inter Milan, namun tampaknya hati Interisti tetap memilih Walter Zenga sebagai kiper terbaik klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini.  Bukan tanpa alasan memang jika para tifosi La Beneamata mendapuknya sebagai kiper legendaris. Bagaimana tidak, kiper yang kini berkepala plontos ini memperkuat Inter dari tahun 1982 hingga 1994.

Meski tidak terlalu banyak mempersembahkan gelar bagi tim asal kota mode, Zenga memiliki tempat tersendiri di hati Interisti. Musim terbaiknya bersama Nerazzurri terjadi pada musim 1986/1987, di mana gawangnya hanya kemasukan 17 gol. Catatan manis ini akhirnya membuka pintu gerbang tim nasional Italia.

Selepas meninggalkan Inter pada akhir musim 1994 dan gantung sepatu di akhir musim 1999, Zenga langsung mengabdi pada klub terakhirnya, New England Revolution sebagai pelatih. Selanjutnya, pemain yang mengawali karier di Salernitana ini hanya membesut tim-tim semenjana.

Dan dari semua tim yang ia latih, selalu berakhir dengan kegagalan. Terakhir, pelatih yang telah menangani 16 tim berbeda ini gagal di Inggris, saat ia dipecat Wolverhampton Wanderers setelah hanya memimpin Wolves selama 87 hari.

Meski dicintai publik Gueseppe Meazza, tampaknya para suporter belum ingin melakukan reuni dengan Zenga. Melihat catatan minornya selama melatih, Interisti di seluruh dunia tentu tak ingin mengorbankan cinta pada satu legenda dengan kejatuhan tim kesayangan. Sekalipun Zenga masih menaruh impian melatih Internazionale suatu hari nanti.